Home / Berita / Isu perempuan / Cerita Para Perempuan Muda yang Pantang Menyerah Menggapai Mimpi

Cerita Para Perempuan Muda yang Pantang Menyerah Menggapai Mimpi

Banyak perempuan muda Indonesia masih terhalang untuk mengenyam pendidikan tinggi karena berbagai keterbatasan. Padahal, dengan pendidikan yang memadai, para perempuan bisa lebih siap menghadapi tantangan.
DOKUMENTASI GLOW & LOVELY—-Sebanyak 60 perempuan muda dari berbagai daerah di Indonesia menerima beasiswa kuliah dari program Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2021. Para perempuan muda dari keluarga tidak mampu ini gigih memperjuangkan mimpi untuk bisa berkuliah demi menggapai cita-cita dan membanggakan orangtua.

Sebanyak 60 perempuan muda dari berbagai daerah di Indonesia mendapat beasiswa kuliah dari Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2021 yang diumumkan, Jumat (28/8/2021). Melalui beasiswa kuliah khusus bagi perempuan muda yang sudah memasuki tahun kelima inilah, jalan terbuka bagi mereka untuk menggapai mimpi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Keinginan Andina Fitriyah Salsabilah, untuk bisa kuliah tak terbendung. Kedua orangtuanya pun tak pernah mematahkan mimpi Andina meskipun keuangan keluarga hanya mengandalkan pendapatan dari ayahnya yang seorang kuli bangunan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ketika orang-orang di sekeliling meragukan Andina bisa mengejar mimpinya menjadi mahasiswi di perguruan tinggi negeri yang didambakannya, Andina tak berkecil hati.

Andina yakin ada jalan untuk bisa meraih mimpinya untuk menjadi dosen di bidang kimia. Modalnya sudah disiapkan Andina jauh-jauh hari dengan giat belajar semasa di sekolah. Semasa jadi siswi MAN 2 Gresik, dia tak minder meksipun orangtuanya bukan orang berada. Dia menunjukkan dirinya mampu berprestasi secara akademik dan non-akademik.

Sederet prestasi membanggakan diraih Andina di tingkat kabupaten dan nasional. Andina menjadi ketua OSIS di sekolahnya. Dia pun bisa meraih medali perak di ajang Olimpiade Kimia tingkat nasional. Bahkan, dia juga menjadi duta peduli HIV/AIDS di tingkat kabupaten untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mendiskriminasi penderita HIV/AIDS.

Deretan prestasi ini mengantarkan Andina menjadi lulusan terbaik MAN 2 Gresik. Kebahagiaan tak terkira semakin dirasakan Andina ketika dia bisa masuk tanpa tes di program studi kimia Universitas Airlangga, Surabaya.

Saya yakin ada jalan buat saya untuk bisa kuliah. Karena itu, saya mencoba mencari beasiswa dan bersyukur bisa terpilih di Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2021. Saya hanya ingin membanggakan kedua orangtua,” kata Andina yang juga mencari tambahan uang agar bisa membeli kuota internet.

Pantang menyerah untuk menggapai mimpi juga ditunjukkan Laras Ayuningtyas yang termasuk penerima Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2021. Perempuan muda asal Malang, Jawa Timur ini punya prestasi cemerlang sehingga bisa lulus SMA dalam waktu dua tahun. Dia pernah mendapatkan medali emas dan gelar Best Innovation di ajang International Young Inventors Award 2019.

Laras yang keluarganya menggantungkan hidup dari penjualan mie ayam ini tertarik untuk menjadi peneliti di bidang pangan. Kelak usai kuliah di program studi Biologi, Universitas Brawijaya, dia berharap bisa menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

“Dukungan beasiswa dari Glow & Lovely Bintang Beasiswa membuat saya yakin bisa mewujudkan mimpi untuk membuat perubahan ekonomi keluarga dan membahagiakan orangtua,” ujar Laras.

Lebih Berdaya
Senior Brand Manager Glow & Lovely Imelda Scherers mengatakan, sudah seharusnya perempuan mendapatkan dukungan akses pendidikan yang lebih tinggi agar mereka menjadi lebih berdaya, serta memaksimalkan peranannya di dalam keluarga dan masyarakat. Sejalan dengan misi Glow & Lovely untuk mencerahkan kulit wajah dan masa depan perempuan Indonesia, selama lima tahun ini Glow & Lovely terus berkomitmen dalam program #CerahkanPendidikanIndonesia.

”Banyak perempuan muda Indonesia masih terhalang untuk mengenyam pendidikan tinggi karena berbagai keterbatasan. Padahal, dengan pendidikan yang memadai, para perempuan bisa lebih siap menghadapi segala tantangan di depannya,” kata Imelda.

DOKUMENTASI GLOW & LOVELY—-Senior Brand Manager Glow & Lovely Imelda Scherers (kiri, alas) memaparkan komitmen Glow & Lovely mendukung cerahnya masa depan perempuan Indonesia until mendpatkan akses ke pendidikan tinggi agar lebih berdaya lewat beasiswa pendidikan Glow & Lovely Bintang Beasiswa sejak tahun 2017 hingga sekarang.

Selain dukungan berupa beasiswa yang akan diberikan berkala setiap tahun, para Adik Bintang (sebutan untuk para penerima beasiswa) akan mendapatkan kelas pendampingan serta fasilitas pendukung perkuliahan berupa seperangkat laptop. Hingga saat ini sudah 270 Adik Bintang yang mendapatkan beasiswa. Pada tahun 2021 ini, ada 50 Adik Bintang yang lulus. Prestasi mereka memuaskan dengan rata-rata Indeks Preatsi Kumulatif 3,5 dan juga berprestasi dalam bidang non-akademik.

Tahun ini tercatat hampir 16.000 perempuan muda Indonesia yang mendaftar dari 14 provinsi di Indonesia. Untuk memberikan dampak positif yang lebih luas lagi, Glow & Lovely juga telah menghadirkan situs edukasi www.KelasBerbagiCerah.com yang menyediakan beragam kelas gratis untuk mengasah keterampilan para generasi muda Indonesia. Sejak diluncurkan pada 2019, situs ini telah diakses dan menginspirasi 100.000 orang.

Direktur Eksektif Hoshizora Foundation Yudi Anwar mengatakan, di era pandemi ini, Hoshizora Foundation dan Glow & Lovely memperkuat dukungan dengan memastikan Adik Bintang mempunyai sistem pendukung yang dapat diandalkan dari jaringan Glow & Lovely Bintang Beasiswa. Sepanjang perkuliahan, mereka akan dipantau dan mendapatkan materi pendampingan dan pengembangan kapasitas diri mengenai pembangunan karakter, berpikiran kritis dan berkontribusi di komunitas, perencanaan karir, hingga persiapan berkarir dan berkarya.

”Secara khusus kami juga memasukkan materi terkait kesehatan mental dan membuka kesempatan bagi para Adik Bintang saling berkonsultasi dengan penerima manfaat Glow & Lovely Bintang Beasiswa tahun-tahun sebelumnya,” kata Yudi.

Psikolog dari Universitas Gadjah Mada yang juga Co-Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan Novi Poespita Chandra memaparkan, hingga saat ini, angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia tercatat masih rendah, yaitu 30,85 persen. Mayoritas lulusan sekolah menengah atas dan sederajat mengakui bahwa kesulitan ekonomi adalah salah satu penghambat utama.

Tantangan pun kian berat saat pandemi karena para perempuan muda juga harus berhadapan dengan penilaian sosial yang kerap memarginalkan mereka. Akhirnya ada yang memilih untuk tidak berkuliah, dan ada pula yang tetap meneruskan kuliah dengan penuh tekanan.

”Dukungan menyeluruh guna membantu mereka mengoptimalkan potensinya masih sangat dibutuhkan. Tidak hanya akses ke perguruan tinggi, tetapi juga support system lengkap untuk menghindari permasalahan mental health yang rata-rata meningkat di tengah mahasiswa baru, seperti stres dan kecemasan,” kata Novi.

Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU

Sumber: Kompas, 28 Agustus 2021

Share
%d blogger menyukai ini: