Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

- Editor

Senin, 1 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maya Nabila menjadi lulusan doktor termuda dari jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB). Di bawah bimbingan Prof Edy Tri Baskoro dan Prof Hilda Asiyyatun, Maya sukses meraih gelar doktor di usia 24 tahun.

Maya mengaku sangat senang telah menyelesaikan tanggung jawabnya. Terlebih, ia menamatkan studinya secara gratis dengan beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul).

Ia menceritakan beragam pengalaman selama menjalani pendidikan S3. Mulai dari mengikuti konferensi internasional hingga sempat di fase “burnout”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Coba Ragam Kegiatan
Maya memanfaatkan masa studinya semaksimal mungkin. Ia mencoba beragam kegiatan, seperti konferensi nasional maupun internasional sampai pertukaran mahasiswa di Technical University of Košice, Slovakia.

Maya juga pernah menjadi asisten dosen yang bertugas membantu penelitian suatu kelompok riset dan membantu dosen dalam membuat solusi soal serta mengoreksi jawaban kuis dan tugas mahasiswa.

Alami Burnout
Maya alami burnout lantaran penelitiannya tidak berprogres. Maya juga mengalami masa di mana hasil penelitiannya tidak sesuai ekspektasi. Dia pun mengaku sempat mengalami burnout saat menjalani pendidikan S3 nya ini.

“Kalau lagi burnout, aku berhenti sejenak untuk beristirahat, jika dipaksakan hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya dalam laman ITB, Kamis (28/3/2024).

Meski mengalami kendala, Maya tidak ragu untuk meminta bantuan atau berdiskusi dengan supervisor, dosen ahli di bidangnya, serta teman-temannya.

Tips Belajar
Meraih gelar doktor di usia muda tentu perlu usaha ekstra. Dalam proses belajarnya, Maya memberikan tips belajar yang selalu dia terapkan selama ini. Cek di bawah ini:

  1. Motivasi Kuat
    Maya menekankan motivasi yang kuat dalam belajar. Menurutnya, motivasi ini penting agar tidak mudah menyerah.
  2. Fokus Tujuan
    Selanjutnya, seseorang harus fokus pada tujuan. Maya juga menekankan pentingnya tidak menyia-nyiakan waktu dengan menunda tugas.
  3. Lingkungan yang Suportif
    Lingkungan yang suportif akan membantu dalam masa perkuliahan. Maya menyarankan agar mahasiswa bisa mencari lingkungan dan teman yang suportif.
  4. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain
    Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Tetapi, bandingkan diri sendiri dengan diri kita kemarin.
  5. Banyak Berdoa
    Terakhir, perbanyaklah berdoa agar urusan dipermudah.

Maya berpesan agar para mahasiswa terus semangat dan jangan menyerah. Terkhusus untuk para perempuan, Maya berpesan bahwa jangan takut untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin dan selalu berusaha fokus meningkatkan value diri.

“Walaupun banyak yang bilang kalau perempuan tidak perlu sekolah tinggi bila ujungnya hanya mengurus rumah. Perempuan berpendidikan tinggi itu keren karena anaknya akan dididik oleh orang yang luar biasa,” pungkasnya.

Nikita Rosa

Sumber: detikEdu, Kamis, 28 Mar 2024

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 98 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru