Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

- Editor

Rabu, 24 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengirimkan 17 rektor perguruan tinggi di Indonesia untuk mengikuti pelatihan di Seoul National University (SNU) selama tujuh hari.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Perguruan Tinggi (PKKPT) untuk Rektor Tahun 2024. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan para rektor dalam mewujudkan kampusnya menjadi World Class University.

“Tantangan perguruan tinggi ini sangat besar sekali, bagaimana sebagai academic leader rektor harus memberikan teladan dan menjalankan fungsinya sebagai pengelola perguruan tinggi dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Dirjen Diktiristek, Abdul Haris pada laman Kemdikbud, dikutip Selasa (23/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, program ini diadakan untuk melatih kepemimpinan rektor lewat pendekatan berkelanjutan good corporate governance, kolaborasi dengan berbagai pihak, penelitian, kontribusi terhadap masyarakat hingga penelitian.

Cetak Academic Leader & Entrepreneur
PKKPT juga merupakan bentuk usaha Kemendikbudristek dalam memperkuat kepemimpinan para rektor sebagai academic leader dan entrepreneur. Tak bisa dipungkiri saat ini perguruan tinggi memerlukan pendapatan besar untuk terus berinovasi.

“Tantangan ke depan semakin dinamis, pemerintah terus mendorong agar PTN semua bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH). Harapannya, dengan berstatus badan hukum maka PTN bisa lebih mandiri dan fleksibel dalam menjalankan berbagai program yang sesuai dengan kemampuan dan potensi sumber daya (resource) yang mengarah pada meningkatnya reputasi dan pendapatan,” jelas Haris.

Selama di SNU, para rektor akan mendapatkan pelatihan, seminar, lokakarya, studi kasus, self placed learning. Mereka juga diberi kesempatan untuk menjejaring dengan industri dan kampus yang ada di Negeri Ginseng tersebut.

“Saya harap, pelaksanaan PKKPT ini, menambah manfaat dan keberkahan dari berbagai program yang telah kita jalankan sebelumnya sehingga setiap perguruan tinggi bisa berkiprah dan berkontribusi sesuai dengan center of excellent masing-masing,” kata Direktur Sumber Daya Kemendikbudristek, M Sofwan.

Daftar Rektor Peserta PKKPT di SNU Korea:

  1. Agus Rubiyanto (Institut Teknologi Kalimantan)
  2. Anter Venus (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta)
  3. Baharuddin (Universitas Negeri Medan)
  4. Efa Yonnedi (Universitas Andalas)
  5. Fatah Sulaiman (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)
  6. Febri Yulikas (Institut Seni Indonesia Padang Panjang)
  7. I Nyoman Pugeg Aryantha (Institut Teknologi Sumatera)
  8. Irwandi (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
  9. Ishak (Universitas Teuku Umar)
  10. Lusmeilia Afrianid (Universitas Lampung)
  11. Marwan (Universitas Syiah Kuala)
  12. Muryanto Amin (Universitas Sumatera Utara)
  13. Nur Ihsan (Universitas Sembilan Belas November Kolaka)
  14. Oktovian Berty A. Sompie (Universitas Sam Ratulangi)
  15. Salampak (Universitas Palangka Raya)
  16. Sugiyanto (Universitas Tidar)
  17. Wildan (Institut Seni Budaya Indonesia Aceh)

Cicin Yulianti

Sumber: detikEdu, Selasa, 23 Apr 2024 11:00 WIB

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB