Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

- Editor

Rabu, 3 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penguasaan teknologi penerbangan di masa depan adalah keniscayaan. Karena penerbangan akan menjadi jantung mobilitas manusia antar negara dan akan menghubungkan wilayah di sudut-sudut dunia yang tersembunyi.

Indonesia adalah negara yang sangat penting dalam peta industri penerbangan dunia. Wilayahnya yang luas dan terdiri dari banyak pulau akan menjadi pasar yang strategis bagi produsen pesawat dan teknologi penerbangan.

Indonesia juga pernah masuk dalam percaturan industri dirgantara. Saat itu Indonesia memiliki seorang pakar pesawat terbang yang juga pernah menjadi presiden Republik Indonesia, yaitu BJ Habibie. Habibie pernah memelopori pabrik pesawat terbang yaitu PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Meski pabrik pesawat tersebut belum berhasil menancapkan dalam industri penerbangan dunia, namun ketokohan Habibie telah menempatkan Indonesia dalam posisi terhormat. Teori tentang gejala keretakan pesawat yang dikenal dengan crackprogression yang merupakan temuan Habibie, telah membuat Indonesia menjadi sangat diperhitungkan dalam percaturan dunia dirgantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nah apabila generasi muda (generasi milenial atau generasi Z) dan generasi penerus tidak meneruskan kiprah Habibie untuk menguasai teknologinya dan tidak mau terlibat dalam pengembangan industri penerbangan, maka nisacaya Indonesia akan terus menjadi pasar dan konsumen bagi industri penerbangan.

Melihat situasi ini maka Red Walet Aeromodelling (RWA) berkeinginan kuat untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda milenial kepada dunia penerbangan. Red Walet Aeromodelling memberikan jasa pelayanan dan pelatihan di bidang aeromodelling atau pesawat model yang menjadi salah satu bagian di dunia penerbangan (aviation), sejak Tahun 2018.

Saat ini Red Walet Aeromodelling digawangi oleh praktisi dan profesional penerbangan yang sangat berpengalaman di bidangnya. RWA diinisiasi oleh Ronald Wahyu, teknisi pesawat yang masih aktif di maskapai penerbangan. RWA dikomandoi oleh Daneth Senopati, penggiat aero education, sekaligus drone-aeromodeller. Kemudian ada Susapto Basuki, instruktur senior aeromodelling. Berikutnya ada Lais Abid, praktisi komunikasi dan juga instruktur. Juga dibantu oleh beberapa isntruktur lain yang semuanya berpengalaman dalam dunia kedirgantaraan. RWA juga dibina langsung oleh Kol. Arh GTH Hasto Respatyo, ST., dari subdisbinfung litbang TNI AD. Selain itu RWA juga dibina oleh Bimo Hernowo, S.T, M.Eng, PGD, seorang akademisi Indonesia yang saat ini tinggal di Jerman.

Saat ini di Indonesia teknologi drone telah berkembang pesat. Banyak keperluan seperti pemetaan, foto udara, pengambilan video dilakukan menggunakan drone. Dasar teknologi drone adalah konsep-konsep yang dikembangkan dari teknik penerbangan. Jadi mempelajari aeromodelling adalah kunci untuk mempelajari dan menguasai teknologi drone yang lebih modern. Bahkan ilmu dan teknologi pesawat terbang yang semakin modern dan berkembang.

RWA aktif menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pembelajaran menggunakan miniatur atau model pesawat untuk berbagai tujuan. Kegiatan ini merupakan upaya penting untuk mendorong generasi muda memahami dan mencintai dunia penerbangan. Pada giliran berikutnya kecintaan generasi muda pada dunia dirgantara merupakan modal berharga bagi bangsa ini untuk menguasai teknologi industri penerbangan di masa depan.

RWA menyelenggarakan kegiatan ini dengan bekerjasama dengan berbagai sekolah, baik di tingkat sekolah dasar, maupun sekolah menengah. Dengan sylabus yang sudah disusun dengan cukup baik, terstruktur dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi penerbangan terkini.

Model pembelajaran yang diterapkan RWA dirancang agar generasi muda dan siswa-siswi di banyak sekolah yang terlibat menjadi asyik menyelami dunia dirgantara dengan menyenangkan.

RWA juga turut mendorong upaya-upaya pelestarian lingkungan. Karena bahan-bahan dan material sebagian adalah material bekas. Juga bahan-bahan yang merupakan produk dalam negeri. Sehingga Red Walet juga turut mendorong upaya pengarusutamaan pengembangan pelaku usaha dalam negeri.

Aeromodelling seringkali dikaitkan dengan olahraga, dikaitkan dengan hobby dan juga seni. Maka RWA pun berupaya mengemas pembelajaran aeromodelling dengan model kompetisi yang mengakomodir tiga aspek tersebut. Sehingga di tangan RWA, dunia kedirgantaraan adalah sebuah fenomena yang menarik dan mengasyikkan untuk dipelajari dan digeluti.

Bila institusi sekolah Anda atau komunitas Anda berkolaborasi dengan kami, maka akan semakin memiliki nilai tambah. Untuk informasi kemitraan, bisa menghubungi RWA melalui website: redwallet-aeromodelling.my.id.

@redwalletaeromodelling sowan ke pembina Aeromodelling red walet Aeromodelling. di Litbang TNI AD #aeromodelingindonesia #aeromodeling #dirgantara #lkssupport #fyp @Daneth Senopati ? suara asli – RedwaletAeromodelling

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
AS hingga Malaysia Kepincut, CN235 Pesawat Militer Buatan Anak Negeri juga Diakui China, Intip Spesifikasinya!
Indonesia Tak Punya CN235 Versi Tercanggih, Namun Justru Negara Ini yang Memilikinya
Padahal Tak Mampu Buat Pesawat, Malaysia Prihatin Langitnya Dijaga CN235 Produksi Indonesia
CN235 Malaysia Jadi Lebih Gahar Usai Diupgrade Indonesia
Bangga, CN235 Malaysia yang Dipoles PT DI Sudah Dikirim Lagi, Dirgantara Indonesia: Kami Tuntaskan Pekerjaan!
Luvena, Lulusan Madrasah Ini Dapat Beasiswa Kuliah Penerbangan Sipil di Moskow
Paragliding, Parasut Terbang yang Menakjubkan
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Selasa, 27 Juni 2023 - 11:34 WIB

AS hingga Malaysia Kepincut, CN235 Pesawat Militer Buatan Anak Negeri juga Diakui China, Intip Spesifikasinya!

Selasa, 27 Juni 2023 - 11:27 WIB

Indonesia Tak Punya CN235 Versi Tercanggih, Namun Justru Negara Ini yang Memilikinya

Selasa, 27 Juni 2023 - 11:19 WIB

Padahal Tak Mampu Buat Pesawat, Malaysia Prihatin Langitnya Dijaga CN235 Produksi Indonesia

Selasa, 27 Juni 2023 - 10:27 WIB

CN235 Malaysia Jadi Lebih Gahar Usai Diupgrade Indonesia

Senin, 26 Juni 2023 - 09:21 WIB

Bangga, CN235 Malaysia yang Dipoles PT DI Sudah Dikirim Lagi, Dirgantara Indonesia: Kami Tuntaskan Pekerjaan!

Minggu, 24 April 2022 - 15:08 WIB

Luvena, Lulusan Madrasah Ini Dapat Beasiswa Kuliah Penerbangan Sipil di Moskow

Selasa, 7 Desember 2021 - 12:38 WIB

Paragliding, Parasut Terbang yang Menakjubkan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB