Purwarupa Pesawat N-219 Ditampilkan November

- Editor

Kamis, 29 Oktober 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwarupa pesawat N-219, pesawat komuter yang didesain anak- anak bangsa dan dibuat PT Dirgantara Indonesia, akan siap ditampilkan pada November 2015. Pembuatan pesawat N-219 akan membangkitkan kembali industri kedirgantaraan Indonesia.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Gunawan Setyo Prabowo mengatakan, purwarupa dari pesawat N-219 direncanakan akan ditampilkan di Bandung pada 10 November mendatang.

“Insya Allah, PA1 (purwarupa pesawat N-219) mulai bisa dilihat pada 10 November di Bandung oleh Presiden,” kata Gunawan seusai pembukaan forum Seminar Internasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dirgantara (International Seminar on Aerospace Science and Technology/ISAST) di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (28/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gunawan menambahkan, pesawat contoh dari N-219 akan diujiterbangkan pada Maret atau April 2016. “Pesawat direncanakan akan masuk ke pasar pada 2017,” ujarnya.

Menghidupkan kembali
Pesawat N-219 adalah wujud dari program pengembangan pesawat transportasi nasional.

Lapan bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia membangun pesawat angkut ringan, yang berkapasitas 19 orang. Nota kesepahaman pembuatan pesawat komuter N-219 antara Lapan dan PTDI ditandatangani September 2014.

Menurut Gunawan, pembuatan pesawat N-219 bekerja sama dengan PTDI akan menghidupkan kembali industri dan manufaktur kedirgantaraan Indonesia setelah produksi pesawat N-250.

Pesawat N-219 dirancang memakai banyak komponen lokal sehingga akan banyak menggunakan produk dalam negeri dan karya anak bangsa.

“Sudah dibentuk pula Asosiasi Manufaktur Komponen Pesawat, yakni Inacom (Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association),” kata Gunawan.

Program pengembangan pesawat nasional itu juga menjadi proses alih pengetahuan dan teknologi serta pengalaman di kalangan teknisi penerbangan dalam negeri.

1396422339815422951Gunawan mengatakan, sekitar 150 tenaga teknisi muda direkrut dalam program pembuatan pesawat N-219 itu. “Akan ada transformasi pengetahuan dan pengalaman dari engineer senior ke engineer yunior,” ujarnya.

Memelihara kemampuan
Staf ahli bidang infrastruktur Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Hari Purwanto mengatakan, produksi pesawat N-219 menjadi upaya pemerintah memelihara kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi kedirgantaraan. Pemerintah mengalokasikan dana pengembangan pesawat nasional.

“Kita harus berupaya mewujudkan kemandirian bangsa agar tidak sepenuhnya tergantung pada produk luar,” kata Hari di Badung, Bali, kemarin. (COK)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 Oktober 2015, di halaman 19 dengan judul “Purwarupa Pesawat N-219 Ditampilkan November”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB