Pandi Lakukan Perubahan Tampilan Data Whois

- Editor

Sabtu, 26 Mei 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) melakukan perubahan tampilan data Whois terkait kebijakan perlindungan data pribadi yang berlaku sejak 24 Mei 2018. Whois merupakan suatu prosedur untuk mendapatkan informasi mengenai sebuah domain.

Ketua Pandi Andi Budimansyah di Jakarta, Kamis (24/5/2018), menyampaikan, perubahan tampilan data Whois tersebut merupakan wujud penyesuaian dengan perkembangan pembahasan terkait perlindungan data pribadi di Indonesia ataupun global.

”Pandi sebagai pengelola nama domain bertanggung jawab untuk melindungi data pribadi pengguna nama domain. Selain itu, Pandi juga bertanggung jawab dalam menangani dan mengelola data, terutama dalam menampilkan data Whois,” ujar Andi dalam rilis yang diterima Kompas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ELSA EMIRIA LEBA UNTUK KOMPAS–Acara Diskusi Publik ”Menanti RUU Perlindungan Data Pribadi: Urgensi dan Harapan Masyarakat” di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Perubahan ini tidak terlepas dari pemberlakuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dalam Pasal 26 Ayat 2 UU ITE, setiap orang yang dilanggar hak persetujuannya atas penggunaan data pribadinya dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan.

Aturan baru terkait perlindungan data tidak hanya diberlakukan di Indonesia, tetapi juga di Uni Eropa (UE). Aturan baru tersebut mencakup bagaimana organisasi di UE memproses data pribadi dan memperluas penerapannya pada organisasi di luar UE yang menawarkan barang atau jasa kepada orang-orang di UE.

KOMPAS/PRADIPTA PANDU MUSTIKA–Ketua Pandi Andi Budimansyah (kiri) dan General Manager Marketing Harian Kompas Titus Kitot saat menerima penghargaan dari Pandi di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Peraturan tersebut juga mengatur tentang perolehan, pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penyimpanan, penampilan, pengumuman, pengiriman, penyebarluasan dan pemusnahan data pribadi.

Penting bagi registran (pengguna nama domain) mengetahui dengan jelas bagaimana cara mendaftarkan nama domain dan tetap melindungi data pribadinya.

”Penting bagi registran (pengguna nama domain) mengetahui dengan jelas bagaimana cara mendaftarkan nama domain dan tetap melindungi data pribadinya,” kata Andi.

Andi berharap, dengan adanya perubahan tampilan Whois ini, maka Pandi telah ikut memajukan diskursus perlindungan data pribadi di Indonesia.–PRADIPTA PANDU MUSTIKA

Sumber: Kompas, 24 Mei 2018

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 30 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB