Sejarah Singkat Perkembangan Nama Domain

- Editor

Selasa, 27 Oktober 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Telah menginjak usia seperempat abad.
Pada zaman digital, domain menjadi sebuah hal yang umumnya diakses oleh orang, baik melalui PC maupun perangkat mobile seperti handphone dan tablet.

Mengikuti perkembangan teknologi, nama domain juga berkembang. Dari awalnya hanya digunakan oleh kalangan perusahaan saja sampai kini sudah digunakan untuk nama domian individual. Bahkan, nama domain mulai berkembang menyesuaikan nama negara misalnya nama domian Indonesia berakhiran .id.

Layaknya sebuah alamat, domain menjadi akses untuk menggambarkan sesuatu. Bisa dikatakan ingin lebih tahu sesuatu maka gali informasi melalui nama domainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melansir Mashable, Senin 10 Maret 2013, domain mulai mengemuka pada 1985. Pada akhir tahun ini, tercatat hanya 6 domain saja yang teregistrasi di dunia. Kini jumlahnya telah berkembang menjadi lebih dari 265 juta nama domian yang terdaftar.

Berikut kilasan sejarah domain yang telah menginjak usia seperempat abad.

Domain awal (1985)

Pada 15 Maret 1985, muncul domian Symbolics.com, nama domain untuk Symbolics Inc, sebuah produsen komputer dari Massachusetts.

Perusahaan itu disebutkan sebagai perusahaan pertama yang mendaftarkan nama domain di dunia. Selama 25 tahun, pemilik Symlolics tetap sama, sebelum akhirnya pada 2009, perusahaan ini dijual secara rahasia oleh XF.com INvestments. Saat ini Symbolics.com melayani museum online dan ruang iklan.

Mulai berbayar (1995)

Sebelum 1995, tiap orang yang ingin membuat nama domain mendaftar secara gratis. Tapi kemudian berubah pada tahun ini, saat National Science Foundation menetapkan tarif tertentu untuk pendaftaran domain perusahaan konsultan teknologi, Network Solutions. Disebutkan harga domain itu mencapai US$100 untuk masa dua tahun.

Privatisasi nama domain (1998)

Mekanisme penamaan domain makin kompleks. Pada 1998, Departemen Perdagangan AS, mengeluarkan proposal privatisasi Sistem Nama Domian (DNS), yang belakangan dikendalikan oleh pemerintah AS.

Pada dokumen, yang dikenal dengan Green Paper, telah menciptakan tujuan baik untuk meningkatkan kompetisi di pasar maupun mendorong partisipasi yang lebih secara internasional.

Langkah ini diprotes pengkritik dengan mengarahkan pembuatan White Paper, yang meminta pembentukan ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) sebagai pengganti pemerintah AS dalam hal pengaturan internet.

UU Perlindungan nama domain (2003)

Seiring pertumbuhan potensial nama domain, muncul berbagai nama domian yang menipu, mengarahkan pengguna untuk menuju situs pornografi.

Untuk itu, pada tahun ini disatukan menuju UU Perlindungan 2003 AS. Undang-undang ini merupakan bagian dari aturan untuk menghukum pencipta nama domain menipu.

Tercatat Bobthebiulder.com dan Teltubbies.com tercatat sebagai penipu domain awal. Keduanya mengarahkan ke situs porno Hanky Panky College.

Nama domian termahal (2007)

Nama domian makin penting dan juga makin mahal. Ini menciptakan jual beli nama domain.

Tahukah Anda, nama domain yang termahal dalam sejarah yaitu domain Vacationrentals.com, US$35 juta setara Rp397,7 miliar. Uniknya, sang pembeli domain itu, Ben Sharples, mengaku membeli situs itu agar tak dipakai oleh kompetitornya, Expedia.

Nama domain populer lain yang tercatat dengan harga tinggi yaitu, sex.com, yang terjual mencapai US$ 13 juta setara Rp 147,7 miliar pada 2010 silam.

Sehari, hampir 15 ribu atau 14.962 nama domain didaftarkan (2012)

Pada April 2012, pertumbuhan domain makin tinggi. Mike Mann, sebuah spekulator domain mencatat dalam 24 jam, 14.962 nama domian didaftarkan.

Nama domain empat karakter (2013)

Nama domain yang lebih simpel menjadi tren. Pada Desember 2013 lalu, sebuah perusahaan rintisan (start up) analisis data domain, WhoAPI, mengungkapkan tren kombinasi nama domain empat karakter.

Mulai dari AAAA.com sampai ZZZZ.com, terdapat 456.976 kombinasi nama domain. Sedangkan kombinasi tiga karakter nama domain telah muncul sejak 1997.

Lebih dari 100 nama domain puncak (2014)

Nama rujukan huruf-huruf terakhir setelah tanda titik dalam sebuah nama domain atau generic top level domain (gLTD), misanya .com, .org, .edu, dan lainnya telah muncul menjadi 100 nama akhiran domain itu.

Hal ini membuka kemungkinan nantinya pengelola nama domian internet membuka akhiran nama domain misanya .car, .music serta menjajaki nama sesuai perusahaan misalnya .apple, .hyundai dan lainnya. (ren)

Oleh : Sandy Adam Mahaputra, Amal Nur Ngazis
Sumber: vivanews.com, Selasa, 11 Maret 2014

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 35 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB