Home / Berita / Baterai, Penyimpan Listrik Berenergi Kimia

Baterai, Penyimpan Listrik Berenergi Kimia

BATERAI merupakan bagian vital dalam mobil. Ia bertugas menyediakan listrik untuk pengapian, menghidupkan lampu dan peralatan listrik lain. Baterai menyimpan tenaga listrik dalam bentuk energi kimia.

KARENA itu benda berbentuk kotak yang sering juga disebut aki ini mempunyai fungsi yang amat penting. Ia harus menyediakan sejumlah arus untuk komponen-komponen kelistrikan mobil seperti untuk starter motor maupun untuk lampu-lampu.

Baterai menyediakan listrik bagi semua kelengkapan listrik dengan perubahan ke bentuk energi listrik (membuang). Setelah listrik terpakai, baterai dapat diisi listrik lagi, yang dihasilkan oleh alternator (”pembangkit listrik” yang bertugas mengisi aki). Karena itu, baterai akan kosong bila pemakaian listrik lebih besar dari yang dihasilkan alternator, misalnya pada saat mesin mati. Istilah yang umum terjadi, baterai tekor.

Baterai sendiri umumnya terdiri dari tiga macam, yaitu yang berkekuatan enam volt (untuk motor), 12 volt untuk mobil-mobil bermesin bensin, dan baterai berkekuatan 24 volt untuk mobil bermesin diesel.

Korosif
Zaman dulu, baterai mobil yang beredar umumnya berwarna gelap, sehingga sulit memantau cairan yang dibutuhkan. Kini, baterai yang beredar umumnya tidak berwarna gelap lagi (hitam), tetapi sudah transparan, dilengkapi dengan penunjuk cairan upper level dan lower level. Dengan demikian, kita akan mudah mengetahui seberapa jauh ketinggian air aki yang ada dalam baterai.

Cukup dengan menggoyang bodi mobil, maka air aki yang ada di dalamya akan ikut bergerak, sehingga bisa diketahui tinggi rendahnya air aki. Tinggi-rendahnya air aki, jelas akan berpengaruh pada penyimpanan listrik dalam baterai.

Bila air aki yang ada dalam baterai itu di bawah garis lower level, Anda cukup menambahnya sampai tanda upper level. Tetapi ingat, jangan berlebihan. Pengisian air aki (elektrolit) yang berlebihan (melewati tanda upper level) bisa berbahaya. Pada saat pengisian listrik berlangsung, cairan air aki akan meningkat dan membentuk uap. Kalau tidak segera dibersihkan, uap ini bisa menimbulkan korosi pada kap mesin mobil.

Perlu diketahui, air aki (elektrolit) merupakan campuran air sulingan (65 persen) dan asam sulfat atau (H2SO4) (35 persen) dengan sifat korosif. Karena itu baterai perlu penanganan hati-hati, agar elektrolit tidak terkena kulit, baju atau permukaan baja, terutama pada waktu pengisian.

Elektrolit
Mengenai air aki (elektrolit) sendiri, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius. Ketika baterai kekurangan air aki, disarankan untuk tidak menambahnya dengan air biasa. Cara ini akan mengurangi kemampuan dan umur baterai akibat kotoran dalam air.

Selain itu, apabila permukaan melebihi ketentuan (melebihi upper level), buanglah kelebihannya. Terlalu banyak cairan air aki bisa menyebabkan tumpah yang pada akhirnya bisa menyebabkan karat pada bagian mobil yang terkena.

Perlu diketahui, elektrolit mengandung asam sulfur yang amat membahayakan kulit dan bisa menimbulkan karat pada bagian mobil yang terkena karena oksidasi. Bila elektrolit terkena kulit atau baju, cuci sampai bersih segera dengan air. Bila elektrolit sampai kena mata, bersihkan dengan air dan segera minta pertolongan dokter.

Untuk mengukur berat jenis elektrolit tidak bisa dilakukan ketika baterai baru saja diisi dengan air suling. Untuk mengukur berat jenis elektrolit, perlu ditunggu beberapa saat, setelah pengisian dan terjadi pencampuran. Untu mengukurnya digunakan alat, hydrometer. Bila berat jenis elektrolit kurang dari 1,23; isilah baterai sesuai prosedur yang dijelaskan dalam mengisi baterai.

Berat jenis elektrolit menunjukkan kekuatan listrik dalam baterai. Berat jenis elektrolit akan berubah 0,0007 setiap perbedaan temperatur 1 derajat.

Pada umumnya, berat jenis elektrolit ditunjukkan pada temperatur 20 derajat C. Karena itu, pembacaan pada hydrometer harus diperhitungkan bila pengukuran amat dingin atau pada temperatur panas, misalnya sehabis diisi. Kebanyakan, hydrometer dilengkapi dengan temperatur compensater, sehingga dengan menggunakan hydrometer tidak diperlukan lagi pengaturan.

Konstruksi
Baterai untuk motor, mobil berbahan bakar bensin maupun diesel yang dinyatakan dengan variasi voltase, juga mempunyai kapasitas (ampere jam). Namun, semua baterai mempunyai konstruksi dasar yang sama. Unit baterai umumnya terdiri dari beberapa buah sel atau elemen. Setiap sel baterai berisi lempengan timah hitam (Pb) yang dipisahkan oleh lempengan plastik atau karet sebagai pemisah. Komponen ini direndam dalam cairan elektrolit.

Sel-sel baterai itu biasanya dirangkai secara ”seri”. Terminal positif sel pertama disambung dengan terminal negatif sel kedua, begitu seterusnya sampai sel terakhir. Dengan sambungan seri, voltase aki merupakan jumlah voltase masing-masing sel. Voltase tiap-tiap sel adalah dua volt. Dengan demikian, bila baterai mobil berkekuatan 12 volt, akan terdiri dari enam sel yang masing-masing terdiri dari 11buah plat dengan kapasitas 70 Ampere jam. Kapasitas ini dapat diartikan, baterai dapat dipakai selama 20 jam dengan kekuatan 840 watt. (ton)

Sumber: Kompas, 18 Mei 1995

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Penggunaan Aplikasi Permudah Monitoring Mangrove

LIPI menggunakan penginderaan jauh dan teknologi untuk menghasilkan buku panduan monitoring, spreadsheet template, dan aplikasi ...

%d blogger menyukai ini: