[ 18 Jun 2017 | No Comment | 518 views]

Adalah Nobel bidang kimia tahun 1988 ini dimenangkan oleh tiga ilmuwan Jerman yaitu Johann Diesenhofer (45), Robert Huber (51) dan Hartmut Michel (42) atas keberhasilannya menemukan struktur tiga dimensi protein yang digunakan tumbuhan dan bakteri tertentu untuk mengubah energi matahari menjadi energi kimia (Kompas, 21 Oktober 1988).

Share
Read the full story »
Berita
Artikel
Profil Ilmuwan
Wawancara
Headline

Berita, Penerbangan, teknologi, transportasi »

[ 18 Aug 2017 | No Comment | 9 views]

Langit biru dan hangatnya mentari pagi menyelimuti Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Rabu (16/8).
Ratusan karyawan PT Dirgantara Indonesia berdiri berjajar di depan Hanggar Fixed Wing dan tepi landas pacu. Wajah mereka bersemangat dan penuh kebahagian meski ada pula ketegangan.

Sosok »

[ 16 Aug 2017 | No Comment | 14 views]

Ia menciptakan kincir penghasil listrik dari tenaga angin berkecepatan rendah.
Di pedalaman Tasikmalaya, di Lentera Bumi Nusantara yang dipimpin Ricky Elson, Sony Dwi Setiawan asyik berdiskusi dengan 12 orang kawannya. Komputer menyala di depan mereka. Sony, mahasiswa berusia 20 tahun, mengajak teman-temannya membicarakan generator dan baterai. Istilah kelistrikan mendominasi perbincangan. Mereka berdiskusi di ruangan berukuran 2 x 3 meter.

Profil Ilmuwan »

[ 16 Aug 2017 | No Comment | 7 views]

Biota laut berpotensi besar jadi sumber pengobatan masa depan.
Ketekunan Ratih Pangestuti, 33 tahun, meng geluti bidang bioteknologi kelautan berbuah sukses. Doktor biokimia kelautan dari Pukyong National University, Korea Selatan, ini berhasil menemukan potensi kuda laut sebagai obat alzheimer dan mema tenkannya. “Sumber daya laut masih jarang dimanfaatkan. Padahal lebih dari 70 persen wilayah Indonesia adalah lautan,” Ratih mengungkapkan alasannya tertarik pada penelitian kelautan. Selain itu, organisme laut sangat unik karena mampu hidup dalam lingkungan ekstrem. “Mereka harus beradaptasi supaya bisa hidup, disertai modi?kasi jalur metabolisme untuk menyintesis material fungsional.”

Berita, inovasi, teknologi »

[ 16 Aug 2017 | No Comment | 72 views]

Memberikan inspirasi merupakan salah satu cara yang ampuh untuk memotivasi siswa agar maju dan memiliki cita-cita. Oleh karena itu, siswa yang berada di wilayah terpencil Nusantara membutuhkan idola ataupun contoh yang bisa menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi apa pun.

Berita, Lingkungan, Pangan »

[ 15 Aug 2017 | No Comment | 72 views]

Meski memiliki garis pantai terpanjang kedua dunia, Indonesia masih bergantung pada garam industri negara lain. Selain pragmatisnya industri garam dan lemahnya dukungan negara terhadap industri garam, kondisi geografis, terbatasnya luasan tambak garam, hingga budaya petani garam menjadi penyebabnya.

Berita, teknologi »

[ 12 Aug 2017 | No Comment | 99 views]

Perempuan dalam populasi menempati 49 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Akan tetapi, kiprah mereka dalam pengembangan teknologi dinilai masih minim. Dibutuhkan pembelajaran dan literasi teknologi yang lebih intensif.

Berita »

[ 6 Aug 2017 | No Comment | 76 views]

Ilmu arsitektur kini tidak lagi identik dengan hanya membangun infrastruktur ataupun monumen. Segala produknya harus memiliki makna, pemanfaatan yang inklusif oleh masyarakat, dan ramah lingkungan.

Berita, penelitian »

[ 25 Jul 2017 | No Comment | 384 views]

Apa yang dicari ahli fisika fundamental saat ini hingga negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris atau Swiss mengeluarkan dana puluhan atau ratusan milyar dollar AS membangun dan mengoperasikan akselerator besar seperti CERN di Geneva, DESY di Hamburg, atau SLAC di California?

Artikel, Astronomi, Featured »

[ 23 Jul 2017 | No Comment | 668 views]

Pengamatan kosmologi modern menyimpulkan bahwa kosmos lahir sekitar lima belas milyar tahun lalu melalui Ledakan Besar (Big Bang). Pada peristiwa itu suatu keadaan energi tak berhingga ‘meledak’ dan memuai ke segala arah. Pemuaian menyebabkan suhu yang luar biasa tinggi menurun sehingga memungkinkan pembentukan materi cikal bakal galaksi, bintang dan planet bahkan mahluk hidup. Peninggalan era Ledakan Besar (LB) yang maha mampat dan panas itu dapat kita amati melalui radiasi gelombang mikro bersuhu 3°K (-270°C) yang sampai sekarang membanjiri kosmos.