[ 18 Jun 2017 | No Comment | 438 views]

Adalah Nobel bidang kimia tahun 1988 ini dimenangkan oleh tiga ilmuwan Jerman yaitu Johann Diesenhofer (45), Robert Huber (51) dan Hartmut Michel (42) atas keberhasilannya menemukan struktur tiga dimensi protein yang digunakan tumbuhan dan bakteri tertentu untuk mengubah energi matahari menjadi energi kimia (Kompas, 21 Oktober 1988).

Share
Read the full story »
Berita
Artikel
Profil Ilmuwan
Wawancara
Headline

Berita, Penghargaan »

[ 22 Jun 2017 | No Comment | 24 views]

Pelajar Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Tiga tim yang berkompetisi pada ajang Genius Olympiad 2017 bidang sains di Oswego, New York, Amerika Serikat, meraih 1 medali emas dan 1 medali perunggu.

Artikel, penelitian »

[ 18 Jun 2017 | No Comment | 210 views]

Antibodi atau yang biasa disebut imunoglobulin merupakan protein yang dihasilkan oleh sel limposit (sel darah putih). Apabila ada zat asing (antigen) maka sel limposit ini akan menghasilkan zat (antibodi) yang akan mengenali zat asing tersebut. Ada beberapa macam antibodi namun semuanya memiliki bentuk struktur yang sama yaitu seperti huruf Y. Kedua ujung antibodi (diandaikan di bagian atas huruf Y itu) yang berperan sebagai pengikat terhadap zat asing.

Artikel, Pangan »

[ 18 Jun 2017 | No Comment | 390 views]

Apabila kita membeli buah tomat, tentu memilih tomat yang sudah matang, berwarna merah, tidak lembek dan tidak berkerut-kerut. Demikian pula bagi petani dan pedagang tomat, mereka pun ingin agar tomat yang dipetik maupun yang diperdagangkan itu tetap segar, tahan lama dan tidak mudah busuk.

Artikel, Biologi, Headline, Kimia »

[ 18 Jun 2017 | No Comment | 438 views]

Adalah Nobel bidang kimia tahun 1988 ini dimenangkan oleh tiga ilmuwan Jerman yaitu Johann Diesenhofer (45), Robert Huber (51) dan Hartmut Michel (42) atas keberhasilannya menemukan struktur tiga dimensi protein yang digunakan tumbuhan dan bakteri tertentu untuk mengubah energi matahari menjadi energi kimia (Kompas, 21 Oktober 1988).

Artikel, Biologi, kesehatan »

[ 18 Jun 2017 | No Comment | 211 views]

PENYAKIT mad cow yang banyak diberitakan di media massa akhir-akhir ini digolongkan sebagai penyakit yang misterius. Misterius karena penyakit itu disebabkan oleh suatu protein tanpa asam nukleat, yang disebut prion. Sampai saat ini belum diketahui dengan jelas bagaimana protein itu dapat memperbanyak diri tanpa melibatkan bahan genetik konvensional asam nukleat DNA atau RNA.

Berita, inovasi, otomotif, teknologi, transportasi »

[ 14 Jun 2017 | No Comment | 271 views]

Diluncurkannya mobil listik tenaga surya (MLTS) karya tim peneliti mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) hari Minggu lalu (Kompas, 20/11) membuat industri mobil di tanah air mendapat angin segar. Walau karya ini mungkin tidak sepenuhnya orisinal, kualitas dan keuletan mahasiswa harus dihargai. Karena ini bisa memacu semangat kaum muda Indonesia lainnya untuk berkreasi di bidang teknologi. Sedangkan penghargaan itu akan timbul bila kita mengenal karya mereka.

Berita, Pendidikan Tinggi »

[ 13 Jun 2017 | No Comment | 60 views]

Penerimaan mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Tahun ini, 148.066 orang di 85 perguruan tinggi negeri diterima masuk lewat jalur tes tertulis. Mahasiswa yang diterima tersebut mencapai 14,36 persen dari total pendaftar sebanyak 797.738 orang.

Berita, Biologi, penelitian »

[ 9 Jun 2017 | No Comment | 147 views]

Belantara Papua seolah tak pernah habis dieksplorasi dan memunculkan spesies baru flora dan fauna. Beberapa waktu lalu, William J Baker dan John Dransfield, peneliti senior di Royal Botanical Gardens di Kew, Inggris, menemukan 10 spesies rotan baru dari genus Calamus yang hidup di Pulau Niugini.

Artikel, Astronomi »

[ 8 Jun 2017 | No Comment | 53 views]

Pada harian Kompas tanggal 13 Februari diulas masalah kalender Hijriah. Pada kedua topik pembahasan tersebut yang diulas hanya mengenai dasar perhitungan atau metoda yang dipakai untuk menentukan tata cara menentukan awal puasa atau penetuan 1 Syawal, tetapi tidak menyinggung sama sekali mengenai batas tanggal internasionalnya.

Artikel, Astronomi »

[ 7 Jun 2017 | No Comment | 52 views]

BERPUASALAH karena rukyat (melihat) hilal dan berbukalah karena melihatnya pula, jika tertutup hilal (Ramadhan) atasmu, maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban 30 hari. (H B. Bukhary dan Muslim)