”Untunglah di tengah zaman yang membuat orang mudah digelincirkan oleh kemudahan teknologi masih banyak orang—penulis, seniman, dan ilmuwan—yang masih suka melakukan pekerjaan orisinal.” (Sarah Wilensky, mahasiswa senior di Universitas Indiana, seperti dikutip Trip Gabriel, ”International Herald Tribune”, 3/8/2010)
Read the full story »Di Pameran Kedirgantaraan Singapura, awal Februari 2010, presiden dan CEO perusahaan kedirgantaraan Eropa Airbus, Tom Enders, menegaskan, Asia Pasifik merupakan kunci bagi masa depan Airbus. Ketika perekonomian dunia sedang surut karena krisis, Airbus masih menerima 310 pesanan pesawat komersial dari berbagai jenis (228 A-320, 78 A-330/A-340/A-350, dan 4 pesanan baru untuk jet superjumbo A-380) (Singapore Airshow News, 2/2).
Dalam diskusi di milis, ada topik yang mengutarakan dibukanya kembali impor komputer bekas karena dapat dimanfaatkan kalangan pendidikan yang dinilai belum mampu membeli komputer. Berbagai tindakan pencegahan impor komputer bekas dilakukan oleh pengurus Apkomindo sejak awal tahun 2000-an. Impor komputer bekas dinilai bisa membawa Indonesia menjadi tempat pembuangan limbah elektronik dan bila terus dibiarkan bisa merusak lingkungan Indonesia.
Ramadhan memasuki hari ke-15 dan Bulan pun telah purnama. Saat menyongsong Ramadhan, kita berbincang tentang jarak yang jauh. Tak usah ke planet atau bintang yang jauh. Meninjau tiga benda langit yang terkait Ramadhan pun (Bulan, Bumi, Matahari) kita telah berhadapan dengan jarak ratusan ribu bahkan jutaan kilometer. Jarak Bumi-Bulan sekitar 385.000 kilometer, Bumi-Matahari 150 juta kilometer.
Politeknik Elektronika Negeri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, kembali mengirimkan robot ke ajang kontes robot international di Mesir, 20 September mendatang.
Endra Pitowarno, dosen pembimbing, mengatakan robot yang akan diikutkan dalam kontes kali ini diberi nama Mio rEi. Robot karya mahasiswa politeknik ini berhak mewakili Indonesia karena mereka menjadi juara satu dalam Kontes Robot Indonesia 2010, setelah mengalahkan robot TRUI dan Universitas Indonesia dengan skor telak 120-0.
Menengok sejarah industri Indonesia, sejak merdeka sampai kini, didapati tidak sedikit kisah kegagalan. Beberapa megaproyek ada yang salah sejak survei. Ada juga proyek yang gagal karena ditipu oleh mereka yang mengaku ahli dari luar negeri. Ada yang gagal karena masalah sosial. Ada juga proyek yang sebenarnya salah survei, tetapi dipaksakan tetap beroperasi.
Ada yang unik pada Indonesia Robotic Olympiad yang digelar di Jakarta, Sabtu (14/8/2010). Terdapat robot yang ingin memperkenalkan keunikan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Contohnya robot berbentuk cendrawasih, ondel-ondel, jam gadang, komodo, monas dan masih banyak lainnya. Robot yang dibuat oleh tim Robotic Education Centre, Jakarta ini mengangkat tema “Tour the Indonesia”.
”Untunglah di tengah zaman yang membuat orang mudah digelincirkan oleh kemudahan teknologi masih banyak orang—penulis, seniman, dan ilmuwan—yang masih suka melakukan pekerjaan orisinal.” (Sarah Wilensky, mahasiswa senior di Universitas Indiana, seperti dikutip Trip Gabriel, ”International Herald Tribune”, 3/8/2010)