Home / Berita / Zuckerberg: Jadikan Internet Lebih Terjangkau

Zuckerberg: Jadikan Internet Lebih Terjangkau

Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menyatakan, ketersediaan internet bagi penduduk dunia menghadapi sejumlah kendala, yakni kendala teknis, ekonomis, dan sosial. Hambatan itu harus diatasi untuk memaksimalkan internet bagi dunia.

Hambatan teknis terkait infrastruktur jaringan, ekonomis terkait internet yang masih mahal bagi sebagian kelompok, sedangkan sosial berupa rendahnya kesadaran pentingnya internet.

”Saat ini fokusnya hambatan ekonomis, bagaimana membuat internet jauh lebih terjangkau,” kata Zuckerberg yang hadir dalam lokakarya pengembang aplikasi untuk Internet.org di Jakarta, Senin (13/10).

Internet yang lebih efisien menjadi tujuan Internet.org, inisiatif yang melibatkan perusahaan bidang teknologi dan infrastruktur, seperti Ericsson, Mediatek, Opera Software, Samsung, Nokia, dan Qualcomm.

Terkait internet murah itu, Indonesia menjadi lokasi uji coba jangkauan aplikasi hemat yang dilakukan XL Axiata, Ericsson, dan Facebook. ”Bagi kami, studi itu dasar memperbaiki layanan dan meningkatkan kecepatan akses Facebook dari 6 detik menjadi 3 detik,” ujar CEO PT XL Axiata Hasnul Suhaimi.

Cara uji coba itu dengan menyebar pengguna aplikasi khusus media sosial Facebook di tiga lokasi: kawasan niaga, perumahan, dan pinggiran Ibu Kota. Di sana, setiap pengguna melakukan tes mengunduh sebuah foto dan beberapa foto, mengunggah foto untuk memastikan kualitas jaringan, lalu mencatat masalah.

Kesimpulannya, jaringan baik tidak selalu sama dengan kualitas layanan yang diterima pengguna karena lama membuka aplikasi.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia Sam Saba mengatakan, dari survei, 27 persen pengguna internet di Indonesia mementingkan performa jaringan sebagai dasar untuk setia terhadap satu merek.

Terkait fungsi internet, di Zambia, inisiatif Internet.org menghadirkan layanan dasar yang bisa diakses gratis melalui kerja sama dengan penyedia telekomunikasi lokal, yakni Airtel. Layanan-layanan itu seperti prakiraan cuaca, perpustakaan, Facebook, mesin pencari Google, situs lowongan pekerjaan, layanan percakapan, Wikipedia, dan layanan kesehatan ibu. (ELD)
————-
Miliarder Kelas Dunia ”Blusukan” ke Tanah Abang

Mark Zuckerberg Mengunjungi Pasar Tanah AbangKebiasaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo blusukan tersiar ke penjuru dunia. Walau bukan hal baru, pendekatan langsung ke rakyat ini menjadi ikon Jokowi yang kini berstatus presiden terpilih negara ini. Beberapa pejabat negara asing penasaran dengan model pendekatan itu. Kali ini pendiri media sosial Facebook, Mark Zuckerberg, pun penasaran.

Zuckerberg mengetahui informasi itu dari pemberitaan media. Saat bertemu Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (13/10), Zuckerberg menanyakan langsung. ”Apa istilah untuk menyebut aktivitas Bapak turun ke masyarakat?” tanya Zuckerberg kepada Jokowi dalam bahasa Inggris.

Jokowi menjelaskan aktivitas itu disebut dengan blusukan. ”Apa? Blesekan?” kata Zuckerberg. ”Bukan, blu-su-kan,” ujar Jokowi membenarkan.

Pria kelahiran White Plains, New York, Amerika Serikat, 30 tahun silam ini, makin penasaran. Dia menanyakan apa yang terjadi ketika blusukan, lalu apa yang dirasakan Jokowi. Apakah aktivitas seperti itu diperlukan dalam penyelenggaraan pemerintahan?

Tak sabar menjelaskan deretan pertanyaan Zuckerberg, Jokowi mengajak miliarder dunia itu langsung turun ke lapangan. Keduanya bersama-sama menumpang Toyota Innova B 1122 BH ke Blok A Pasar Tanah Abang. Jokowi memilih Tanah Abang karena berada di pusat kota. Pasar tersebut juga menjadi ikon wisata belanja Ibu Kota.

Walau spontan, tak ada persiapan dan perencanaan panjang, kunjungan kedua tokoh ini menyedot perhatian warga. Begitu turun dari kendaraan, Jokowi disambut salaman dan sapaan. Zuckerberg mengamati peristiwa itu.

Jokowi dan Zuckerberg bergerak ke lorong-lorong lapak pedagang. Di sana, Jokowi menjelaskan singkat tentang Pasar Tanah Abang. Beberapa kali Jokowi berhenti di kios pedagang, termasuk di kios Heni (24), pedagang pakaian Blok A Lantai LG Pasar Tanah Abang.

Heni tertawa senang saat Jokowi mampir ke kiosnya. Dia menyambut dengan salaman. Perempuan itu sama sekali tak memperhatikan lelaki berkulit putih di samping Jokowi. Heni mengira dia adalah tamu Jokowi dari luar negeri. Heni baru melongo ketika diberi tahu bahwa yang datang itu adalah pendiri Facebook.

”Haa? Aku pengguna Facebook. Itu yang punya? Masa sih?” Heni bertanya-tanya.

Melihat antusiasme warga, Zuckerberg terkagum. Pria yang pernah belajar di Universitas Harvard ini bertanya kepada Jokowi, apakah situasi seperti itu selalu terjadi saat dia blusukan. Udara gerah membuat bulir-bulir keringat meleleh di wajahnya.

Siang itu, tidak seperti biasa, Zuckerberg mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi. Biasanya, di banyak kesempatan, dia sering tampil mengenakan kaus oblong.

Zuckerberg menyatakan sengaja mengunjungi Indonesia karena dinilai sebagai negara potensial. Penetrasi pengguna internet sangat tinggi. Pengguna Facebook hampir menyentuh angka 70 juta akun. ”Negeri ini sangat menakjubkan. Saya sangat tertarik bekerja sama dan bermitra dengan pemimpin negeri ini untuk memperluas akses internet,” kata suami Priscilla Chan ini.

Tak ada yang gratis
Kepada Jokowi, Zuckerberg menawarkan kerja sama akses situs internet.org sebagai sarana penunjang program pemerintahan. Dia menawarkan kemudahan akses internet.org dengan menggratiskan semua aplikasi di sana. Situs itu bisa dipakai sebagai ruang komunikasi virtual antara pemerintah dan rakyat.

Jokowi menyambut positif tawaran itu. Memang, Jokowi berniat meningkatkan partisipasi publik lewat internet. Namun, dia belum memastikan platform yang akan dipakai menunjang rencana itu. Menurut Jokowi, tak ada makan siang yang gratis, tawaran Zuckerberg pasti ada konsekuensi berikutnya.

Jokowi lebih senang menjalin kerja sama dengan perusahaan serupa yang berbasis di Indonesia. Walau belum sebesar Facebook, dia yakin perusahaan dalam negeri mampu bersaing di sektor itu. Namun, memang perlu pengembangan layanan agar lebih menarik, lebih mudah, dan lebih kreatif.

”Dia menawarkan sejumlah aplikasi di Facebook yang dapat dipakai untuk menunjang kinerja di sejumlah kementerian. Tawaran dia masih kami kalkulasi lagi. Yang jelas kami ingin buka ruang partisipasi sebesar-besarnya, selain bertemu langsung, juga lewat media sosial. Ruang partisipasi seperti ini sangat dibutuhkan bagi kinerja pemerintahan,” kata Jokowi.

Versi www.forbes.com per 13 Oktober 2014, lelaki kelahiran 14 Mei 1984 itu memiliki kekayaan 32,2 miliar dollar AS, setara Rp 389,6 triliun (dengan kurs 1 dollar AS senilai Rp 12.100). Angka tersebut jauh di atas nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2014 sebesar Rp 72,9 triliun.

Zuckerberg datang ke Balai Kota Jakarta sekitar pukul 09.00. Dia didampingi lima orang dari kantor Facebook dan sejumlah pengawal berseragam sipil. Walau pengawalnya terlihat garang, Zuckerberg sangat ramah.

Sebelumnya beberapa pejabat asing pernah ikut Jokowi blusukan ke Tanah Abang, misalnya Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar. Adapun mantan Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel ikut blusukan ke Waduk Pluit, Jakarta Utara. (Andy Riza Hidayat)

Sumber: Kompas, 14 Oktober 2014

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim ...

%d blogger menyukai ini: