Internet untuk Benda Ubah Pengelolaan Bisnis

- Editor

Jumat, 29 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tren perkembangan internet untuk segala benda atau internet of things akan mentransformasikan model dan pengelolaan bisnis perusahaan. Bagi industri telekomunikasi, misalnya, perkembangan tersebut menuntut mereka menyediakan ragam produk digital yang harus diikuti peningkatan kualitas infrastruktur jaringan.

Telecom, Media, and Technology Consulting Leader PricewaterhouseCoopers untuk Australia, ASEAN, dan Selandia Baru Mohamad Chowdhury, dalam temu media, Kamis (28/4), di Jakarta, menyampaikan, tren produk dan layanan berbasis internet of things (IoT) menyasar mulai dari sektor logistik, pertanian, peternakan, kesehatan, dan kebutuhan kota cerdas.

Menurut Chowdhury, penerapan IoT ke sektor-sektor itu sudah disampaikan para pelaku industri teknologi di ajang World Mobile Congress pada Februari 2016. Mengacu data Business Monitor International, sekitar 14 miliar IoT terkoneksi dengan perangkat sampai akhir tahun 2014.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sejumlah negara, seperti Tiongkok, Jepang, India, dan Jerman, implementasinya mulai masif. Cara kerja produk umumnya melibatkan kartu nomor telepon (SIM card) yang ditanamkan di perangkat tertentu.

“Di Indonesia, pemanfaatan IoT lebih banyak menggunakan model bisnis ke bisnis (B2B). Itu pun umumnya dilakukan pengusaha besar. Padahal, IoT memungkinkan pengelolaan semua jenis dan skala bisnis kian efisien,” ujar Chowdhury.

Dia lantas mencontohkan IoT untuk tata kelola peternakan, irigasi, pengaturan lalu lintas perkotaan, dan ketersediaan air.

Mengutip ICT Facts and Figures, The World in 2015, baru 10,8 per 100 rumah tangga di dunia adalah pelanggan jaringan tetap dan 46,8 per 100 rumah tangga tersambung internet.

Secara terpisah, Vice President Network Planning PT XL Axiata Tbk Budi Harjono dalam Forum Teknologi Indonesia mengungkapkan, tuntutan layanan telekomunikasi sekarang imbang, baik dari segmen konsumen individual maupun perusahaan. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur jaringan tetap ditingkatkan. Soal inovasi aplikasi dan IoT, katanya, pengembangannya memungkinkan XL bekerja sama dengan pengembang lokal.(MED)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 April 2016, di halaman 17 dengan judul “Internet untuk Benda Ubah Pengelolaan Bisnis”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 8 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB