Home / Berita / Selamat Ulang Tahun ke-10 Android

Selamat Ulang Tahun ke-10 Android

Boleh jadi smartphone yang kamu genggam saat ini mengusung sistem operasi (OS) Android. Nah, tahukah kamu kalau Android baru berulang tahun ke-10?

Android, sistem operasi besutan Google, sebenarnya diperkenalkan pada tahun 2007. Tapi baru pada tanggal 23 September 2008-lah Android resmi lahir seiring dengan pengumuman rilis perangkat komersial pertama berbasis OS tersebut.

Menilik sejarahnya, sistem operasi ini pada awalnya dikembangkan oleh Android Inc. Kisah itu bermula pada Oktober 2003, ketika kuartet Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White mendirikan Android Inc. di Palo Alto, California.

Tujuan awal Android Inc. ini sebenarnya justru mengembangkan sebuah sistem operasi canggih buat kamera digital. Hal itu pula yang menjadi “jualan” awal mereka ke para investor pada April 2004.

Baru lima bulan kemudian Android Inc. merasa pasar kamera digital kurang cukup besar buat mewadahi ambisi mereka. Android Inc. pun mengalihkan fokusnya: Android sebagai sistem operasi untuk menyaingi Symbian dan Microsoft Windows Mobile — yang mendominasi era tersebut.

Pada Juli 2005, Google mengakuisisi Android Inc. dengan nilai yang kabarnya mencapai USD 50 juta. Proses pengembangaan, dengan dipimpin Rubin, terus dilakukan dalam membidani kelahiran Android.

Pada 5 November 2007, Google secara resmi mengumumkan sistem operasi Android. Setelah spekulasi panjang, pada 23 September 2008 meluncurlah HTC Dream, atau dikenal juga dengan T-Mobile G1. Tanggal inilah yang lantas “disepakati” untuk menandai hari lahirnya Android, versi modifikasi dari kernel Linux dan piranti lunak open source lain, sebagai sistem operasi.

Pada awalnya Android dirancang dengan fokus ke perangkat mobile berlayar sentuh seperti smartphone dan tablet. Dalam perjalanan waktu, Google juga mengembangkannya menjadi Android TV untuk televisi, Android Auto buat mobil, dan Wear OS di arloji. Selain itu varian dan modifikasi dari Android kini juga sudah diadopsi oleh konsol game, kamera digital, PC, dan perangkat elektronik lain.

Dalam prosesnya, selama 10 tahun eksistensi Android sebagai sistem operasi, sejumlah rilis besar sudah dilakukan Google. Android Pie (versi 9.0) menjadi yang teranyar setelah diperkenalkan pada 7 Maret 2018 lalu.

Dalam data Statista.com, sampai dengan Q2 2017 lalu Android mendominasi sistem operasi pada perangkat mobile — dalam aspek penjualan kepada para pengguna.

Q2 2017
Android 87,8 persen
iOS 12,1 persen
dan lain-lain 0,1 persen

Sebagai perbandingan, dalam data yang sama, Android cuma memiliki porsi 1,9 persen pada Q1 2009 lampau alias ketika di masa-masa awal era kelahirannya. Saat itu pasar masih dikuasai sistem operasi Symbian yang sangat dominan.

Q1 2009
Symbian 48,8 persen
RIM 20,6 persen
iOS 10,5 persen
Microsoft 10,1 persen
Android 1,9 persen

(krs/afr)

Kris Fathoni W – detikInet, Senin, 24 Sep 2018
————
Tentang Bugdroid, Robot Hijau Logo Android

Tahukah kamu kalau sosok robot hijau logo Android punya nama (tak resmi)? Siapa pula yang mengkreasikan kelahirannya? Berikut kisah tentang si robot hijau.

Android baru saja berulang tahun ke-10. Dalam perkembangan satu dekade itu pula Android sudah menjadi sistem operasi terpopuler.

Perjalanan Android setia diiringi kehadiran sesosok robot hijau, sebuah droid atau android, yang punya dua antena di kepala.

Secara resmi, si robot hijau tak bernama. Itu mengapa tak sedikit yang awalnya menduga si robot hijau bernama Andy si Android.

Rupanya tim Android di Google punya nama panggilan khusus buat si robot hijau. Bugdroid, demikian ia biasa disebut walaupun.

Neatorama.com yang dikutip detikINET menduga itu karena para programmer Google rutin berurusan dengan kutu ini-itu (bug) dalam kerjaannya. Bisa jadi pula antena di kepala si robot hijau membuatnya dianggap jadi mirip-mirip serangga — yang juga bisa dimaknai bug.

Nah, Bugdroid ini kabarnya lahir pada 5 November 2007. Iriana Blok, yang saat itu menjadi bagian dari tim Komunikasi dan Pemasaran Google, adalah kreatornya.

Dikisahkan, Irina saat itu sudah dikejar-kejar tenggat waktu untuk menciptakan logo sebelum Google mengumumkan sistem operasi barunya. Konon Irina, pada prosesnya, cuma butuh 5 menit melahirkan Bugdroid usai terinspirasi simbol pria dan wanita yang ada di pintu toilet sebuah bandara.

Dalam sebuah wawancara dengan NYTimes pada Oktober 2013, Irina mengungkap bahwa walaupun dirinya berada di balik penciptaan logo yang ngetop itu, dirinya tak serta-merta ikut kondang.

Irina bahkan cuma bisa mengingat satu kejadian ketika dirinya menjadi pusat perhatian berkat hasil rancangannya itu. Ini terjadi di sebuah bioskop pada tahun 2010, saat ia dan putrinya (yang saat itu berumur 6 tahun), hendak nonton film ‘Alice in Wonderland’. Sebelum film dimulai, logo Android muncul di layar dan membuat putri Irina spontan berseru lantang.

“Itu bikinan ibuku!” ucapnya menirukan teriakan sang putri, yang membuat seluruh penonton di barisan depan bioskop itu langsung menoleh ke arah asal suara sehingga Irina pun beringsut dalam-dalam ke kursi seraya menutupi wajahnya di balik camilan popcorn.

Masih dalam wawancaranya dengan NYTimes, Irina mengibaratkan penciptaan logo tersebut dengan membesarkan anak. “Anda memberi kehidupan ke hal tertentu dan kemudian mereka tumbuh dan memiliki kehidupannya sendiri.”(krs/rns)–Kris Fathoni W –

Sumber: detikInet, Selasa, 25 Sep 2018
————–
Lima Fitur yang Masih Awet di 10 Tahun Android

Sepuluh tahun sepak terjang Android di industri smartphone berlangsung, sejak dikomersialkan untuk pertama kalinya pada 23 September 2008. Berbagai ponsel dari berbagai dunia mulai dari Samsung hingga HTC pun sudah mencicipinya.

Ponsel yang mengadopsinya boleh saja beragam dari tahun ke tahun. Walau begitu, sistem operasi besutan Andy Rubin, Mich Miner, Nick Sears, dan Chris White ini ternyata tetap mempertahankan lima fitur di dalamnya. Apa saja itu?

1. Android Market atau Google Play Store
Apa jadinya jika perangkat Android tidak dilengkapi dengan toko aplikasi. Itulah mengapa Android Market dihadirkan pada HTC Dream, atau T-Mobile G1, ponsel pertama yang mengadopsi OS tersebut.

Dulu, di awal kemunculannya itu, Android Market hanya memiliki 13 aplikasi saja. Sampai akhir 2008 pun, jumlahnya masih berkisar di angka 200 aplikasi.

Lalu, pada 2012, Google menggabungkan Android Market dengan Google Music dan Google eBookstore. Penggabungan itu pun mengubah nama toko aplikasi tersebut menjadi Google Play Store, sebagaimana detikINET kutip dari Android Authority, Senin (24/9/2018).

2. Sinkronisasi
Pada Android 1.0, aplikasi sinkronisasi sudah memainkan perannya, berdampingan dengan Google Contacts, Gmail, dan Google Calendar. Jika penggunanya menambahkan agenda di Google Calendar versi smartphone, maka agenda tersebut akan tersinkronisasi pada Google Calendar versi web.

3. Pengorganisasian Aplikasi
Salah satu yang menjadi pembeda antara Android dengan iOS kala itu. Android 1.0 memiliki kemampuan dalam memberikan penggunanya keleluasaan dalam mengorganisir letak aplikasi, sedangkan iOS tidak.

Selain itu, ada juga pilihan untuk mengurutkannya berdasarkan abjad, maupun menempatkannya ke dalam folder sesuai kategori masing-masing. Beberapa aplikasi pun menyediakan widget yang bisa ditampilkan di halaman muka ponsel.

4. SMS dan MMS
Duo layanan berbagi pesan ini sudah sangat akrab di kalangan pengguna ponsel sebelum kedatangan Android 1.0. Maka tak heran jika sistem operasi tersebut menghadirkan SMS dan MMS ke dalamnya.

Menariknya, iOS tidak secepat Android dalam menghadirkan MMS ke perangkat yang menjalankannya. Baru pada 2009, lewat kemunculan iPhone 3GS, Apple menanamkan fitur tersebut ke dalam ponselnya.

Baca juga: Kisah Android yang Dulu Dihina Nokia

5. Notifikasi
Android sukses menghadirkan notifikasi yang beda dari lainnya. Sejak kemunculan Android 1.0, di dalamnya sudah tersedia status bar dan pengelompokan notifikasi yang bisa dilihat dengan mengusap layar dari atas ke bawah.

Menarik untuk ditunggu apakah fitur-fitur ini akan tetap dipertahankan di masa depan oleh Android. Terutama bagi SMS dan MMS yang sudah digempur oleh penyedia layanan berbagi pesan instan semacam WhatsApp.(mon/krs)–Muhamad Imron Rosyadi –

Sumber: detikInet, Senin, 24 Sep 2018
————–
Android Diramal Jadi Smartphone Terpopuler

Prediksi bahwa smartphone berbasis Android akan menyongsong masa depan cerah kian menguat seiring pertumbuhan pangsa pasarnya yang terus meningkat. Bahkan, smartphone Android diprediksi akan menjadi yang paling populer pada 2015.

Seperti diketahui, kepopuleran Android kerap menjadi topik hangat yang menghiasi pemberitaan media. Prestasi ini bahkan disebut-sebut mulai mengikis kekuasaan iPhone dan BlackBerry yang menjadi kompetitornya.

Analis dari Informa, Malik Kamal-Saadi memprediksi, akan ada lebih dari satu miliar konsumen yang berlangganan layanan smartphone di 2013 dan lima tahun kedepan setengah miliar orang akan memakai perangkat berbasis Android.

“Pertumbuhan ini dipicu oleh kompetisi yang kian ketat di antara para vendor papan atas seperti Google, Research In Motion (RIM), Apple dan Microsoft yang berlomba menciptakan pengalaman terbaik bagi pengguna dengan harga terjangkau,” kata Kamal-Saadi.

Seperti dilansir detikINET dari Telegraph, Selasa (21/9/2010), Kamal-Saadi juga mengatakan Nokia, yang pernah berjaya sebagai vendor ponsel terpopuler asal Finlandia, tergerus dari tren ini. Para analis di Informa memperkirakan pangsa pasar Symbian dari total pengguna smartphone akan menurun signifikan dari 53 persen di 2009 menjadi 32 persen pada 2015.

“Dalam hal penjualan, smartphone berbasis Android akan lebih dini meninggalkan smartphone Symbian, yakni pada 2012,” ujarnya.

Dia menambahkan, Nokia akan terus ditekan untuk mengubah strategi mereka jika tidak ada inovasi yang terwujud pada platform Symbian.(rns/ash)

Sumber: detikinet, Selasa, 21 Sep 2010

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Penggunaan Aplikasi Permudah Monitoring Mangrove

LIPI menggunakan penginderaan jauh dan teknologi untuk menghasilkan buku panduan monitoring, spreadsheet template, dan aplikasi ...

%d blogger menyukai ini: