Home / Berita / PLTS Pegunungan Bintang Papua, Pembangkit Listrik Surya Tertinggi di Dunia

PLTS Pegunungan Bintang Papua, Pembangkit Listrik Surya Tertinggi di Dunia

PT PLN (Persero) mengklaim Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pegunungan Bintang, Oksibil, Papua merupakan yang tertinggi di dunia. PLTS berkapasitas 300 kiloWattpeak (kWp) ini memang dibangun di atas pegunungan berketinggian ribuan meter di atas permukaan laut (DPL).

“Letaknya di atas pegunungan Bintang dengan tinggi 3.000 meter dari permukaan laut,” kata Direktur Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga kepada detikFinance di Kantor Gubernur Papua di Kota Jayapura, Selasa (23/10/2012).

PLTS Oksibil adalah PLTS yang dibangun oleh PLN dengan biaya investasi sebesar Rp 14-18 miliar. PLTS ini akan dijual dengan harga per kwh (kilo watt hour) sebesar Rp 495.

“PLTS ini tinggi sekali, tertinggi didunia. Papua harus bangga punya PLTS ini,” tuturnya.

Teknologi yang digunakan untuk PLTS ini adalah kolaborasi antara teknologi Negeri Tirai Bambu (China) dan Selandia Baru. Vickner berpendapat teknologi China untuk PLTS lebih tinggi dan awet jika dibandingkan dengan negara lain.

“Kalau ditanya soal kualitas PLTS yang komponennya China tidak diragukan lagi. Bayangkan dengan keramik China, bagus dan awet kan, itu sama saja dengan komponen PLTS Oksibil yang banyak dari China. Bisa bertahan 25 tahun saya memperkirakan,” tandasnya. (wij/hen)

——————–

PLN Terangi Papua di Hari Listrik Nasional

Dalam rangka Hari Listrik Nasional ke 67 yang jatuh pada tanggal 27 Oktober 2012, beberapa hal akan dilakukan PLN Papua dan Papua Barat dalam pengembangan kelistrikan, demikian disampaikan General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat, Robert Sitorus, saat ditemui wartawan usai pertandingan persahabatan antara PLN dan Wartawan di Lapangan PLTD Waena, Jayapura, Sabtu (19/10).

“Pada tanggal 24 Oktober 2012 nanti Direktur Utama PT. PLN akan hadir di Jayapura untuk melakukan penandatanganan upgrading guru-guru SMK se-Indonesia, ini juga bentuk kecintaan Indonesia terhadap Papua sehingga penandatanganan itu dilakukan di Papua, dan penandatangan akan dilakukan antara Direktur Utama PT PLN dan Gubernur Papua, dalam kegiatan itu, kita juga mengundang seluruh Gubernur di Indonesia,” jelas Robert Sitorus.

Beberapa kegiatan lainnya juga akan dilakukan, antara lain, Penandatanganan Kompetensi Peningkatan Tehknik Elektro di Universitas Cenderawasih dan di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, kita berharap tidak ada perubahan untuk kegiatan tersebut,” tambahnya.

Dari sisi kelistrikan, Robert Sitorus menjelaskan,”Kami akan menyalakan PLTS Oksibil mulai tanggal 24 Oktober 2012, jadi PLTS Oksibil akan mulai berfungsi sejak tanggal 24 Oktober, walaupun nanti peresmiannya akan menyusul sambil menunggu kedatangan Direktur Operasi Indonesia Timur, jadi di Oksibil sedang kita usahakan agar pada tanggal 24 Oktober nanti akan terang dan dering, kita akan bekerjasama dengan pihak Telkom, jadi ada Listrik dan juga ada Telepon,” terangnya.

“Kami juga merencanakan PLTA Walesi 6 dan 7 akan beroperasi sehingga Wamena akan bebas BBM disiang hari, kita akan gunakan PLTA siang hari, dan mesin Diesel baru akan kita gunakan di malam hari,” kata Robert.

“Untuk Jayapura, saat ini kami sedang proses mendatangkan mesin 9 Mega Watt sebagai tambahan mesin yang ada disini, hal ini dilakukan agar di Jayapura bisa lebih aman kelistrikannya, sementara kami juga akan tetap mempertahankan dan memperbaiki mesin yang ada,” ujarnya lagi.

Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam mempersiapkan semua ini seperti kendala transportasi ke daerah pegunungan semacam Oksibil dan lain-lain,”Kendala ada, tetapi sejauh ini semua bisa kami atasi demi pelayanan dan bhakti kami kepada Tanah Papua yang kita cintai ini,” tegas Sitorus.

Sementara itu, Manager Bidang Teknik, Suhermanto, memberikan penjelasan terjadinya peningkatan beban dalam beberapa waktu belakangan,” Alhamdulillah Raimuna berjalan lancar tanpa kendala kelistrikan, memang ada sedikit peningkatan beban tetapi sudah berusaha untuk mengatasinya agar berjalan normal kembali, akhir-akhir ini ada sedikit peningkatan beban yang diakibatkan pada saat jelang Raimuna Kota Jayapura mempercantik diri, hampir seluruh lampu jalan diperbaiki dan dipasang yang baru, kemudian billboard yang bertebaran, semua itu untuk memberikan kesan yang baik bagi peserta Raimuna terhadap Kota Jayapura, tetapi semua itu berdampak pada beban kelistrikan, ini adalah konsekuensi, dan untuk mengantisipasi itu, kita mendatangkan mesin 9 Mega Watt, mudah-mudahan nanti di pertengahan atau akhir November semuanya bisa masuk system dan diharapkan nanti disaat hari besar keagamaan, yaitu Natal dan Tahun Baru kelistrikan kita tidak ada masalah, ini bisa bertahan lama karena kami juga sedang melakukan rehabilitasi untuk mesin yang ada saat ini, jadi kalau yang baru masuk tentu akan mempertahankan kelangsungan operasi,” jelas Suhermanto.

Ditambahkan Suhermanto,”Apalagi nanti kalau Holtekam menyala, berarti Jayapura akan lebih terang dan aman, apaplagi Jayapura ini sudah tersistem dari sentani sampai di Kota Jayapura,” pungkasnya, saat ini pendekatan PLN dan pemilik ulayat di Holtekam sudah berjalan sangat baik,”Kita di fasilitasi oleh Pemerintah Kota dalam hal ini Bapak Walikota Benhur Tommy Mano, ada beberapa kendala tetapi hanya komunikasi yang bersifat individual, jadi sejauh ini tidak ada masalah pelaksanaan dan pembangunan berjalan dengan baik, target untuk Holtekam adalah bulan Maret 2013,” tandas Suhermanto. (bom/bom/LO1)

Sumber: Bintangpapua.com, Senin, 22 Oktober 2012 05:39

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: