Pawai Bebas Plastik untuk Dorong Jakarta Keluarkan Aturan

- Editor

Senin, 22 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan warga, Minggu (21/7/2019) bergabung dalam Pawai Bebas Plastik di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) Jakarta. Dengan berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Monumen Nasional, mereka mengajak masyarakat membatasi penggunaan plastik sekali pakai yang berpotensi dapat mengotori laut. Pawai Bebas Plastik adalah gerakan bersama sekitar lebih dari 1.000an orang  yang mengajak masyarakat menunjukkan komitmennya untuk menolak plastik sekali pakai yang akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 21 Juli 2019 di Bundaran HI dan Lapangan Aspirasi Monas. Adapun agenda daripada  acara ini adalah Pawai, Orasi, Flashmob, Monster Plastik dan Pertunjukan Musik.
Pawai ini bertujuan untuk mengajak masyarakat mendeklarasikan komitmen yang akan mereka jalani dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya menolak kresek sekali pakai, menolak sedotan plastik, memilih curah ketimbang sachet, memilah sampah di rumah, dan membersihkan sampah plastik layak daur ulang sebelum membuangnya.
KOMPAS/ICHWAN SUSANTO (ICH)

Ribuan warga, Minggu (21/7/2019) bergabung dalam Pawai Bebas Plastik di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) Jakarta. Dengan berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Monumen Nasional, mereka mengajak masyarakat membatasi penggunaan plastik sekali pakai yang berpotensi dapat mengotori laut. Pawai Bebas Plastik adalah gerakan bersama sekitar lebih dari 1.000an orang yang mengajak masyarakat menunjukkan komitmennya untuk menolak plastik sekali pakai yang akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 21 Juli 2019 di Bundaran HI dan Lapangan Aspirasi Monas. Adapun agenda daripada acara ini adalah Pawai, Orasi, Flashmob, Monster Plastik dan Pertunjukan Musik. Pawai ini bertujuan untuk mengajak masyarakat mendeklarasikan komitmen yang akan mereka jalani dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya menolak kresek sekali pakai, menolak sedotan plastik, memilih curah ketimbang sachet, memilah sampah di rumah, dan membersihkan sampah plastik layak daur ulang sebelum membuangnya. KOMPAS/ICHWAN SUSANTO (ICH)

Dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, seribuan peserta Pawai Plastik berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Monumen Nasional, depan Istana Merdeka Jakarta.

KOMPAS/ICHWAN SUSANTO–Peserta Pawai Plastik untuk pengurangan sampah plastik sekali pakai, Minggu (21/7/2019), berjalan dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Monumen Nasional di Jakarta.

Kampanye Pawai Bebas Plastik menjadi perhatian utama peserta Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Minggu (21/7/2019), di Jakarta. Dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, seribuan peserta pawai berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Monumen Nasional, depan Istana Merdeka Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menyerukan dan mengajak masyarakat menghentikan pemakaian plastik sekali pakai, seperti kantong keresek, sedotan, kemasan, styrofoam, serta sendok dan garpu plastik. Aksi mereka ini juga untuk mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengeluarkan peraturan pembatasan plastik sekali pakai seperti telah dilakukan Pemprov Bali serta belasan pemerintah kabupaten/kota di Indonesia.

Robby dari grup musik Navicula mengatakan, datang dari Bali ke Jakarta membawa truk sampah pada 11 Juli 2019. Di sepanjang jalan Surabaya, Mojokerto, Yogyakarta, Cirebon, dan Jakarta mereka memungut sampah dan mendapatkan sekitar 500 kilogram sampah plastik.

”Sengaja kami bawa untuk oleh-oleh dari jalan untuk Jakarta,” katanya dalam kegiatan Pawai Bebas Plastik tersebut.

Ia berharap hal ini bisa mendorong Jakarta untuk tak ragu menerbitkan aturan pembatasan pemakaian plastik sekali pakai. Jakarta yang menghasilkan sampah 7.000 ton tiap hari sebagian di antaranya merupakan sampah sekali pakai. Ini dinilai telah menjadi permasalahan serius karena Jakarta hanya mengandalkan sistem pembuangan di Tempat Pemrosesan Akhir Bantargebang, Bekasi.

”Monster plastik”
Dalam Pawai Bebas Plastik tersebut, massa juga membawa ”monster plastik” yang terbuat dari sampah plastik sekali pakai yang dipungut di lingkungan. Bobot monster plastik berbentuk ikan lentera yang biasa hidup di laut dalam tersebut mencapai 500 kg.

Susi Pudjiastuti mengatakan, setiap hari laut di Jakarta tercemar oleh 500 monster plastik ini. Apabila hal ini tak distop, kata dia, tak heran pada tahun 2040 jumlah sampah plastik lebih banyak dari jumlah ikan di laut.
”Yang buang sampah sembarangan, tenggelamkan,” katanya.

KOMPAS/ICHWAN SUSANTO–Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, Minggu, 21 Juli 2019, di sela-sela Pawai Bevas Plastik di Hari Bebas Kendaraan Bermotor, di Jakarta.

Kaka Slank yang menyemarakkan Pawai Bebas Plastik mengajak masyarakat lebih bijak berperilaku. Misalnya, tidak lagi menggunakan sedotan plastik karena berakhir menjadi sampah yang masif di berbagai tempat.

Susi menambahkan, para perokok juga diminta tak membuang filter rokok sembarangan. ”Busa (filter) rokok itu juga terbuat dari plastik yang mengotori laut kalau dibuang sembarangan,” katanya.

Pawai Babas Plastik ini diikuti sekitar 40 organisasi dan komunitas dan masyarakat.

Oleh ICHWAN SUSANTO

Sumber: Kompas, 21 Juli 2019

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB