Pembatasan Kantong Keresek Mulai Februari

- Editor

Sabtu, 9 Januari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembatasan pemakaian kantong plastik di ritel-ritel modern di kota-kota Indonesia dimulai pada Februari 2015, bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Itu diharapkan memulai gerakan mengurangi beban sampah dari bahan plastik yang sulit terurai dan membahayakan lingkungan.

Riset terbaru menunjukkan, Indonesia ada di urutan kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut (hasil riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan dari Universitas Georgia). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat, timbunan sampah kantong plastik terus naik 10 tahun terakhir.

Sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik dipakai warga Indonesia per tahun, hampir 95 persennya jadi sampah. “Kementerian LHK akan mengenalkan kebijakan kantong plastik berbayar kepada pemerintah daerah, dunia usaha, khususnya peritel modern, dan masyarakat,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK Tuti Hendrawati Mintarsih, Jumat (8/1) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan itu akan diluncurkan pada 21 Februari 2016 dalam Hari Peduli Sampah Nasional yang dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan. Penerapan kebijakan kantong plastik berbayar akan diikuti 17 kota di Indonesia, antara lain, DKI Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Tangerang, Solo, Surabaya, Denpasar, Medan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, dan Jayapura.

Regulasi itu akan dibahas dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bahkan, itu kemungkinan diatur dalam peraturan bersama dengan melibatkan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian. Keterlibatan lintas kementerian diperlukan karena mengatur soal harga kantong plastik.

Perkumpulan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik menyebut, Malaysia memungut 0,2 ringgit sejak 2009 dan itu mengurangi 5 juta kantong plastik di Selangor pada 4 bulan pertama. Pengurangan kantong plastik didukung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Kompas, 20 November 2015).

Menurut aktivis sampah, Mohammad Bijaksana Junerosano, Hari Peduli Sampah Nasional akan diikuti gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020, melibatkan warga dan berbagai organisasi. Tahun lalu, gerakan bebas sampah di 23 titik di 22 kota, melibatkan 61 organisasi. (ICH)
———————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Januari 2016, di halaman 13 dengan judul “Pembatasan Kantong Keresek Mulai Februari”.

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 12 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB