Metode Spontan Hasilkan Minyak Kelapa Murni Tanpa Asam Lemak

- Editor

Sabtu, 28 April 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Ani Setyopratiwi, berhasil membuat ekstra VCO (virgin coconut oil/minyak kelapa murni) yang kaya protein, tanpa kandungan asam lemak bebas (free faty acid), dan tidak tengik.

Ekstra VCO tersebut didapat dengan menggunakan metode spontan tanpa melalui pemanasan maupun penambahan bahan tambahan.

“Dengan metode spontan ini menghasilkan ekstra VCO yang kaya protein, encer, jernih, dan baunya harum atau tidak tengik,” kata Ani, Jumat (27/4/2018), di Kantor Humas UGM, di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ani adalah dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengolahan VCO dengan metode spontan, lanjut Ani, juga menjaga kandungan vitamin E dalam kelapa tetap utuh saat diproses menjadi ekstra VCO. Selain itu, dengan kadar asam lemak bebas nol, ekstra VCO ini dapat mencuci pembuluh darah yang terkena lemak.

Ibarat deterjen, ekstra VCO akan mencuci lemak yang menempel di pembuluh darah dan mengeluarkannya lewat sistem sekresi.

Penelitian sejak lama
Keberhasilan dalam membuat ekstra VCO seperti ini tidak lepas dari penelitian yang dilakukan Ani sejak 28 tahun lalu. Ani menceritakan, saat dia diterima menjadi dosen pada 1989 di FMIPA UGM, tengah marak penelitian pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan sehingga dia pun terjun dalam riset tersebut dan menekuninya hingga kini.

“Ada banyak metode pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan yang dilakukan di UGM. Berbagai metode ini menghasilkan VCO yang tidak sama pula,” katanya.

HUMAS UGM/FIRSTO ADI PRASETYA–Ani Setyopratiwi, dosen Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Pada tahun 2006 sempat booming VCO, tetapi kebanyakan olahan para pengusaha mengeluarkan aroma tengik. Sementara dengan metode yang dikembangkannya mampu menghasilkan VCO yang tidak tengik.

Ani menyampaikan, kunci keberhasilan dalam pembuatan VCO ditentukan oleh dua hal. Pertama, bahan baku (kelapa) harus cukup tua, kering, tetapi masih dalam kondisi segar atau kering di pohon. Kedua, terletak pada metode pemisahan minyak dari santan.

“VCO di Indonesia tidak sama karena metode yang dipakai berbeda-beda. Ada yang menggunakan metode pancingan, pengasaman, penggaraman, elektoforesis, fermentasi, enzimatik, dan lainnya,” kata Ani.

Setelah melalui proses penelitian yang cukup panjang, Ani akhirnya berhasil menemukan metode pembuatan ekstra VCO secara spontan di tahun 2004.

Sederhana
Pembuatan ekstra VCO dengan metode spontan cukup sederhana. Awalnya, kelapa diparut lalu dibuat santan. Berikutnya, santan yang diperoleh didiamkan selama 4-5 jam hingga minyak kelapa pecah.

“Dari 1 butir kelapa Jawa bisa didapatkan ekstra VCO maksimal 125 mililiter, sementara dengan kelapa Sulawesi bisa sampai 200 mililiter,” ujar Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia ini.

Ketekunan Ani dalam meneliti minyak kelapa tidak hanya menghasilkan ekstrak VCO yang berkualitas. Saat ini dia juga mengembangkan produk olahan minyak kelapa dengan merek Heltico.

Setidaknya ada 25 jenis produk kosmetik dan kesehatan yang dihasilkan seperti minyak telon, baby lotion, penyubur rambut, krim pagi-malam, vitamin bibir dan lainnya yang sebentar lagi akan menembus pasar internasional. (*/IKA)

Sumber: Kompas, 28 April 2018

Informasi terkait

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB