Home / Berita / LIPI Expo 2014; Kloset Ajaib LIPI, Habis Pup Langsung Jadi Pupuk

LIPI Expo 2014; Kloset Ajaib LIPI, Habis Pup Langsung Jadi Pupuk

Tim dari Pusat Penelitian Fisika Serpong LIPI membuat kloset portable yang bisa langsung mengolah kotoran menjadi pupuk. Pemakaian toilet yang dipamerkan di LIPI Expo 2014 ini tidak menggunakan air seperti toilet pada umumnya.

“Sistemnya kotoran langsung diolah di tempat. Jadi di sini di dalamnya sudah ada serbuk gergaji. Kotoran yang sudah tercampur dengan serbuk gergaji bisa dijadikan pupuk,” jelas salah seorang anggota tim, Ifa di lokasi expo, gedung InaCC, Cibinong Science Center, Bogor, Jabar, Kamis (11/9/2014).

Selain sebagai bahan campuran untuk menjadikan kotoran sebagai pupuk, serbuk gergaji berguna untuk menetralkan bau. Serbuk gergaji pun harus diganti tiap minggunya.

Di bagian bawah kloset terdapat tempat untuk menampung kotoran di mana serbuk gergaji diletakan di dalamnya. Selain itu juga terdapat penampung khusus untuk urine.

“Dalamnya ada pipa-pipa. Ada saluran khusus untuk urine atau kotoran cair. Itu fungsinya seperti pispot, setiap hari bisa dibuang ke tanah untuk unsur hara. Ini (kloset) juga pakai bahan khusus supaya kotoran tidak menempel,” kata Ifa.

klosetportabelelzadalamUntuk membersihkan diri setelah selesai membuang kotoran, Ifa dan tim juga menambahkan pipa yang bisa mengeluarkan air. Kloset ini mengadopsi sistem kloset modern yang hemat air.

“Ini baru selesai di design dan rencana ini mau diberikan ke bagian kebencanaan, untuk penanggulangan bencana. Ketika di tempat pengungsian sulit cari air bersih bisa pakai ini,” tutur Ifa.

“Untuk pemasaran belum. Sementara fokus untuk daerah bencana dulu. Kalau di lempar ke pasar sepertinya untuk opsi berikutnya. Kami juga masih dalam proses pengembangan,” tutup perempuan ayu berjilbab itu.

Elza Astari Retaduari – detikNews

Sumber: detik.com,  Kamis, 11/09/2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim ...

%d blogger menyukai ini: