LIPI Expo 2014; Suka Mi Instan? Coba Mi Jagung Tanpa Pengawet Buatan LIPI Ini

- Editor

Jumat, 12 September 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi Anda penyuka mi, LIPI tengah mengembangkan jenis makanan tersebut dari bahan non-gandum termasuk jagung. Selain sebagai bentuk kearifan lokal, mi ini tidak mengandung pengawet dan tanpa pewarna buatan.

Seorang pengembang dari Pusbang Teknologi Tepat Guna LIPI Subang, Eni Solikah menjadikan mi non-gandum ini sebagai inovasinya. Ia memamerkan hasil pengembangannya itu di LIPI Expo 2014 yang digelar di gedung InaCC, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong Science Center, Jl. Raya Bogor Km. 46, Cibinong, Bogor, Jabar.

“Produknya mi kering, snack mi, mi pasta. Bahannya dari jagung, beras, mokaf (tepung singkong yang dimodifikasi), sagu, dan tapioka,” ungkap Eni kepada detikcom di lokasi, Kamis (11/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kearifan lokal menjadi salah satu alasan Eni memproduksi mi ini. Menurutnya mi instan yang beredar di pasaran umumnya terbuat dari gandum yang tidak bisa ditanam di Indonesia sehingga harus mengimpor dari luar negeri.

“Mi itu kan digemari, jadi biar masyarakat bisa menikmati terus tanpa harus mengimpor bahannya. Bahannya bisa diproduksi di Indonesia. Ini juga mendukung ketahanan pangan dan bisa dijadikan alternatif makanan pokok,” kata Eni.

“Kalau mi yang kita kembangkan tanpa pewarna sintentis dan pengawet, jadi sehat. Kalau yang mi jagung sudah asli kuning sendiri karena warna bahannya dan multi serat,” sambungnya.

miejagungelzadalamUntuk pemasaran sendiri Eni tidak menanganinya langsung karena LIPI bekerja hanya pada teknologinya. Rencananya produk ini ke depan akan dipasarkan oleh brand Javara yang bekerja sama dengan LIPI.

“Pernah diproduksi UKM, kerjasama dengan Bapeda Sumenep, dijual Rp 4.000/bungkus isi 100 gram untuk seporsi,” tutur Eni.

Pengembang lain dari tim Eni pun ada yang mengembangkan alat pengolah mi non-gandum untuk melengkapi hasil kerja Eni. Mi non-gandum sendiri menurut Eni tak bisa diolah dengan alat pengolah mi gandum.

“Kalau bahan non-gandum kan kering, nggak bisa langsung solid kaya gandum. Jadi butuh alat khusus supaya mi bisa lentur dan solid,” tutup Eni.

Bagi Anda pecinta mi harap sabar menunggu ya. Dalam waktu dekat, mi non-gandum ini disebut Eni akan dipasarkan melalui kemitraannya dengan Javara.

Elza Astari Retaduari – detikNews

Sumber: Detik.com, Kamis, 11/09/2014

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 25 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB