Kanker Serviks Bisa Dicegah

- Editor

Selasa, 3 Januari 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanker mulut rahim atau serviks bisa dicegah dengan vaksinasi. Untuk itu, pemerintah terus memperluas program pencegahan kanker serviks pada anak sekolah dasar dengan vaksinasi ke Daerah Istimewa Yogyakarta setelah tahun lalu dilakukan di DKI Jakarta. Harapannya, banyak perempuan terhindar dari kanker serviks.

Dalam temu media memperingati Hari Kanker Dunia, di Jakarta, Kamis (2/2), dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Fara Vitantri Diah, mengatakan, kanker serviks bisa dicegah dengan vaksinasi. Namun, banyak orangtua lebih percaya berita keliru di dunia maya daripada penjelasan kesehatan.

Di salah satu sekolah dasar di Jakarta Selatan, misalnya, banyak orangtua berpendidikan tinggi menolak anaknya divaksinasi kanker serviks. Mereka percaya informasi keliru bahwa vaksinasi memicu anak menopause dini. “Mereka tak bisa memilah informasi benar dan salah. Setelah dijelaskan panjang lebar, baru mereka paham,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanker serviks ialah kanker yang terjadi di leher rahim (serviks) akibat human papillomavirus (HPV). Selain menyebabkan kanker serviks, HPV menyebabkan beberapa penyakit, antara lain, kutil kelamin, kanker vagina, dan kanker vulva. Perlu waktu 3-20 tahun untuk terjadi kanker serviks. HPV adalah virus yang mudah ditularkan, mayoritas (85 persen) ditularkan melalui hubungan seksual.

Tak bergejala
Sejauh ini, kanker serviks termasuk jenis kanker terbanyak terjadi pada perempuan di Asia, termasuk Indonesia, setelah kanker payudara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Institut Català D’Oncologia (ICO) Information Center on HPV and Cervical Cancer, pada 2010, tiap 4 menit seorang perempuan di Asia Tenggara meninggal karena kanker serviks.

Fara memaparkan, 80 persen kanker serviks disebabkan HPV tipe 16 dan 18 yang ganas. Adapun HPV tak ganas menyebabkan kutil kelamin. Di fase awal, jaringan kanker tak bergejala sehingga sulit mendeteksi dini kanker serviks. Akibatnya, mayoritas pasien terdeteksi saat stadium lanjut (IIB). “Jika kerap keputihan berbau dan tak sembuh setelah diobati atau perdarahan setelah berhubungan seksual, dicurigai ada kanker,” ucapnya.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh, pemerintah melakukan program promotif dan preventif dengan pemberian vaksin HPV kepada anak sekolah berusia 9 tahun. Pada 2016, program itu dilakukan di DKI Jakarta dan pada 2017 akan dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejak 2008, pemerintah menerapkan program deteksi dini dengan inspeksi visual asam asetat dan terapi krioterapi bagi IVA positif dan pap smear. Itu terintegrasi dengan layanan infeksi menular seksual dan keluarga berencana. Sasarannya, perempuan berusia 30-50 tahun. Dalam deteksi dini pada 2007-2016, ada 1,9 juta orang diperiksa. (ADH)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 Februari 2017, di halaman 14 dengan judul “Kanker Serviks Bisa Dicegah”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma
Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa
Cerpen: Lagu dari Koloni Senyap
Di Balik Lembar Jawaban: Ketika Psikotes Menentukan Jalan — Antara Harapan, Risiko, dan Tanggung Jawab
Tabel Periodik: Peta Rahasia Kehidupan
Kincir Angin: Dari Ladang Belanda Hingga Pesisir Nusantara
Surat Panjang dari Pinggir Tata Surya
Berita ini 1 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 19 November 2025 - 16:44 WIB

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami

Rabu, 12 November 2025 - 20:57 WIB

Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma

Sabtu, 1 November 2025 - 13:01 WIB

Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa

Kamis, 2 Oktober 2025 - 16:30 WIB

Di Balik Lembar Jawaban: Ketika Psikotes Menentukan Jalan — Antara Harapan, Risiko, dan Tanggung Jawab

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:43 WIB

Tabel Periodik: Peta Rahasia Kehidupan

Berita Terbaru

Berita

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami

Rabu, 19 Nov 2025 - 16:44 WIB

Artikel

Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma

Rabu, 12 Nov 2025 - 20:57 WIB

Fiksi Ilmiah

Cerpen: Tarian Terakhir Merpati Hutan

Sabtu, 18 Okt 2025 - 13:23 WIB

Fiksi Ilmiah

Cerpen: Hutan yang Menolak Mati

Sabtu, 18 Okt 2025 - 12:10 WIB