Kanker Serviks; Temuan Kasus dan Kematian Tinggi

- Editor

Senin, 25 Mei 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanker serviks masih menjadi momok perempuan Indonesia. Setiap bulan, 600-750 perempuan dilaporkan meninggal akibat kanker serviks. Dengan kata lain, setiap jam satu perempuan meninggal karena penyakit itu.
”Kematian ibu akibat kanker serviks masih sangat tinggi,” kata Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin di Jakarta, Minggu (24/5). Perlu usaha bersama menyelamatkan perempuan Indonesia dari ancaman kanker serviks.

”Caranya, memberikan pelayanan kesehatan yang bagus dan yang terpenting memberikan pendidikan kesehatan. Penting memeriksakan diri sejak dini,” kata Zaenal.

Mengutip data, Zaenal menyebutkan, setiap hari penderita baru muncul 40-45 orang yang 20-25 orang di antaranya meninggal. Umumnya, penderita terdeteksi saat stadium lanjut sehingga peluang disembuhkan kecil. Padahal, kanker serviks dapat dideteksi sejak dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-107 Tahun 2015, IDI mengadakan deteksi dini kanker serviks. Kegiatan dipusatkan di Rumah Susun Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Selain di Jakarta, digelar juga di beberapa provinsi lain.

Di Rusun Tambora, dari 300 perempuan yang diperiksa, satu orang positif prakanker dan diberikan rujukan berobat ke rumah sakit. Pemeriksaan menggunakan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Metode IVA mudah dan murah. Kini, puskesmas dapat melayani.

Dalam tujuh menit hasil dapat diketahui dengan biaya sekitar Rp 25.000. Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), biaya ditanggung Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Informasi terbatas
Ibu-ibu di Rusun Tambora antusias memeriksa diri. Sejak pukul 09.00, mereka mengambil nomor antrean menunggu giliran. Pemeriksaan dilakukan tim IDI.

Mereka belum pernah memeriksa diri untuk mendeteksi kanker serviks. Keterbatasan informasi membuat mereka abai terhadap kesehatan diri.

Vera Handayani (25), Yanti (30), dan Ida Rosida (38) mengatakan baru mengetahui deteksi kanker serviks dapat dilakukan dengan mudah dan murah. ”Seumur hidup baru sekarang periksa. Hasilnya bersih kanker,” kata Ida Rosida, ibu tiga anak.

Pengurus Organisasi Aksi Solidartas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), Nining Indroyono Soesilo, mengatakan, tes IVA perlu dikampanyekan lebih serius agar semua perempuan Indonesia dapat memanfaatkannya.

”Ke depan, angka kematian perempuan karena kanker serviks harus dapat dikurangi,” katanya.

Menurut Nining, selain perempuan, suami juga berperan penting menjaga kesehatan perempuan anggota keluarga. Mereka hendaknya mendorong anggota keluarga untuk deteksi dini kanker serviks. (B04)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Mei 2015, di halaman 14 dengan judul “Temuan Kasus dan Kematian Tinggi”.

Informasi terkait

Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Berita ini 14 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Berita Terbaru

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB