Gempa dari Sesar Aktif di Muria dan Paser

- Editor

Jumat, 4 Mei 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa bumi melanda dua daerah yang selama ini jarang mengalami gempa, yaitu Semenanjung Muria di Jawa Tengah dan Kabupaten Paser di Kalimantan Timur, pada Kamis (3/5/2018). Sekalipun kekuatannya di bawah M 5, namun gempa ini menandai aktifnya zona tektonik di dua kawasan tersebut.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa di Semenanjung Muria terjadi pada pukul 05.47 WIB dengan kekuatan M 4,3. Pusat gempa berada di laut dengan jarak 36,6 kilometer (km) utara Kota Pati dan kedalaman 12 km. Gempa di Paser yang berkekuatan M 4,5 terjadi pukul 4.21 WIB. Pusat gempa sekitar 29 km arah barat daya Paser dengan kedalaman 10 km.

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA–Gempa terjadi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur berkekuatan M 4,5 pada Kamis (3/5/2018) pukul 04.21 WIB. Pusat gempa sekitar 29 kilometer arah barat daya Paser dengan kedalaman 10 kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kedua gempa ini tergolong dangkal dengan sumber dari sesar lokal yang aktif,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, di Jakarta.

Perlu mendapat perhatian
Menurut Daryono, gempa di Semenanjung Muria ini perlu mendapat perhatian, karena di zona ini akhir-akhir ini terpantau cukup aktif secara seismik. Gempa terpantau terjadi pada 23 Oktober 2015 dan 18 Iuli 2016. Secara historis,
di zona ini juga pernah terjadi gempa cukup besar pada 1890.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Fachri Radjab menyebutkan, guncangan gempa dirasakan di Kabupaten Paser dalam skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Beberapa warga merasakan guncangan gempa ini, dan dinding terasa bergetar hingga beberapa detik.

“Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempabumi yang terjadi,” kata dia.

Sekalipun Kalimantan dan Jawa Utara selama ini dianggap relatif aman gempa, tetapi kawasan ini ternyata memiliki zona sesar aktif.

Dalam Peta Nasional Gempa Bumi 2017, di Kalimantan telah dipetakan adanya sesar Tarakan, sesar Mangkalihat, dan sesar Meratus. Namun untuk gempa kali ini di Paser belum diidentifikasi terkait dengan sesar yang mana.

Sebagaimana diketahui, di zona jarang gempa juga dilanda gempa merusak, seperti terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah yang diguncang gempa M 4,4 pada 18 April lalu yang memicu dua korban tewas dan ratusan rumah rusak.

Kejadian ini mengingatkan nyaris tak ada zona aman gempa di Indonesia sehingga masyarakat seharusnya menerapkan bangunan tahan gempa.

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA–Gempa melanda Semenanjung Muria pada Kamis (3/5/2018) pukul 05.47 WIB dengan kekuatan M 4,3. Pusat gempa berada di laut dengan jarak 36,6 kilometer (km) utara Kota Pati dan kedalaman 12 km.

AHMAD ARIF

Sumber: Kompas, 4 Mei 2018

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 67 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB