Home / Berita / Gempa dari Sesar Aktif di Muria dan Paser

Gempa dari Sesar Aktif di Muria dan Paser

Gempa bumi melanda dua daerah yang selama ini jarang mengalami gempa, yaitu Semenanjung Muria di Jawa Tengah dan Kabupaten Paser di Kalimantan Timur, pada Kamis (3/5/2018). Sekalipun kekuatannya di bawah M 5, namun gempa ini menandai aktifnya zona tektonik di dua kawasan tersebut.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa di Semenanjung Muria terjadi pada pukul 05.47 WIB dengan kekuatan M 4,3. Pusat gempa berada di laut dengan jarak 36,6 kilometer (km) utara Kota Pati dan kedalaman 12 km. Gempa di Paser yang berkekuatan M 4,5 terjadi pukul 4.21 WIB. Pusat gempa sekitar 29 km arah barat daya Paser dengan kedalaman 10 km.

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA–Gempa terjadi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur berkekuatan M 4,5 pada Kamis (3/5/2018) pukul 04.21 WIB. Pusat gempa sekitar 29 kilometer arah barat daya Paser dengan kedalaman 10 kilometer.

“Kedua gempa ini tergolong dangkal dengan sumber dari sesar lokal yang aktif,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, di Jakarta.

Perlu mendapat perhatian
Menurut Daryono, gempa di Semenanjung Muria ini perlu mendapat perhatian, karena di zona ini akhir-akhir ini terpantau cukup aktif secara seismik. Gempa terpantau terjadi pada 23 Oktober 2015 dan 18 Iuli 2016. Secara historis,
di zona ini juga pernah terjadi gempa cukup besar pada 1890.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Fachri Radjab menyebutkan, guncangan gempa dirasakan di Kabupaten Paser dalam skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Beberapa warga merasakan guncangan gempa ini, dan dinding terasa bergetar hingga beberapa detik.

“Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempabumi yang terjadi,” kata dia.

Sekalipun Kalimantan dan Jawa Utara selama ini dianggap relatif aman gempa, tetapi kawasan ini ternyata memiliki zona sesar aktif.

Dalam Peta Nasional Gempa Bumi 2017, di Kalimantan telah dipetakan adanya sesar Tarakan, sesar Mangkalihat, dan sesar Meratus. Namun untuk gempa kali ini di Paser belum diidentifikasi terkait dengan sesar yang mana.

Sebagaimana diketahui, di zona jarang gempa juga dilanda gempa merusak, seperti terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah yang diguncang gempa M 4,4 pada 18 April lalu yang memicu dua korban tewas dan ratusan rumah rusak.

Kejadian ini mengingatkan nyaris tak ada zona aman gempa di Indonesia sehingga masyarakat seharusnya menerapkan bangunan tahan gempa.

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA–Gempa melanda Semenanjung Muria pada Kamis (3/5/2018) pukul 05.47 WIB dengan kekuatan M 4,3. Pusat gempa berada di laut dengan jarak 36,6 kilometer (km) utara Kota Pati dan kedalaman 12 km.

AHMAD ARIF

Sumber: Kompas, 4 Mei 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

INKA dan Politeknik Negeri Madiun Terapkan Model Sistem Pendidikan Ganda

PT INKA (Persero) dan Politeknik Negeri Madiun telah menerapkan model pendidikan sistem ganda. Kerja sama ...

%d blogger menyukai ini: