FK Berbenah untuk Capai Akreditasi Baik

- Editor

Selasa, 14 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moratorium pendidikan kedokteran baru dimanfaatkan oleh fakultas- fakultas kedokteran yang sudah ada untuk berbenah sekaligus meningkatkan akreditasi. Targetnya, pada 2017, semua pendidikan kedokteran berakreditasi minimal B.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir yang sementara menutup kesempatan pengajuan izin pendirian pendidikan kedokteran. Akan tetapi, program yang mendapat izin pada 2016 tetap lanjut dibuka karena pengajuan izin sudah dilakukan sejak sebelum 2016 (Kompas, 13/6).

Salah satu pendidikan kedokteran yang berhasil naik ke akreditasi lebih tinggi adalah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG Unibraw) di Malang, Jawa Timur. “Kami berakreditasi B sejak Januari 2016,” kata Dekan FKG Unibraw Setyohadi ketika dihubungi di Malang, Senin (13/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses peningkatan akreditasi dilakukan melalui pengisian borang-borang akreditasi yang dikirim kepada Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PT Kes). Menurut Setyohadi, setelah menerima dokumen, asesor dari LAM PT-Kes mendatangi FKG Unibraw untuk verifikasi lapangan.

Mereka kemudian menilai sarana dan prasarana yang ada. Dari situ, muncul nilai akreditasi. “LAM-PT Kes tidak memberikan saran ataupun masukan. Dari nilai yang mereka berikan pada setiap aspek, kami mengetahui bahwa hal tersebut harus diperbaiki,” ujar Setyohadi. Skor tertinggi yang diberikan untuk setiap aspek adalah 4.

Setyohadi menuturkan, tidak ada pembinaan dari pihak lain dalam proses peningkatan akreditasi. Unibraw melakukan perbaikan dan pemenuhan syarat beserta prasyarat peningkatan akreditasi secara mandiri.

Masalah dosen
Salah satu hal yang mereka lakukan adalah merekrut dosen- dosen baru guna memenuhi rasio dosen dengan mahasiswa. “Selain itu, dosen juga dimotivasi untuk melakukan penelitian demi meningkatkan kapasitas,” ujarnya.

Secara terpisah, Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis mengatakan bahwa FK UI masih melakukan pembinaan kepada FK Universitas Papua di Sorong, Papua Barat. FK ini merupakan salah satu dari delapan FK yang mendapat izin pendirian pada 2016. “Dosen FK UI tetap ada yang mendampingi,” katanya. (DNE)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 Juni 2016, di halaman 12 dengan judul “FK Berbenah untuk Capai Akreditasi Baik”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 33 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB