“Biodigester” Diterapkan di Sentra Pakan Ikan

- Editor

Selasa, 17 Maret 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembuatan pakan ikan selama ini masih menyisakan limbah cair sisa pengolahan ikan sebagai bahan bakunya. Limbah cair yang mencemari lingkungan kini telah dapat diatasi dengan menerapkan sistem bak pengurai limbah secara biologis atau biodigester.

“Uji coba biodigester dilakukan di zona pembuatan tepung ikan Pelabuhan Perikanan Tegalsari, Tegal,” kata pakar teknologi pakan dan nutrisi ikan Mas Tri Djoko Sunarno dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Minggu (15/3).

Pengurai limbah secara biologis terdiri atas tiga bak yang masing-masing berkapasitas 1 ton. Penguraian secara biologis tersebut dilakukan dengan cara limbah cair hasil pengolahan ikan dicampur dengan larutan biakan mikroba sebanyak 0,5 liter. Lalu, campuran cairan tersebut dimasukkan ke dalam bak. “Dalam empat hari, bau menyengatnya sudah hilang,” ujar Tri Djoko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

biodigesterHasil penguraian oleh mikroba yang diisolasi dari tanah tersebut berupa sisa protein yang mengendap di dasar bak. Endapan itu dapat digunakan sebagai pupuk padat, sedangkan air yang terurai dapat dibuang langsung ke lingkungan.

Meski demikian, menurut Tri Djoko, sistem pengolahan itu masih perlu dikembangkan lebih lanjut. “Sebab, air hasil penguraian mikroba di-digester masih mengandung kadar garam yang tinggi,” lanjutnya.

Oleh karena itu, untuk menurunkan salinitas air, akan digunakan mikroba hasil isolasi dari kawasan air payau. Penelitian dan pengembangan penguraian limbah industri pakan ikan secara biologis akan dilanjutkan tahun 2015.

Penerapan penguraian secara biologis tersebut terkait dengan program nasional pengembangan sentra tepung ikan di 11 lokasi di Indonesia, antara lain di Kampar (Riau), Tegal (Jawa Tengah), Gunung Kidul (Yogyakarta), hingga Sorong (Papua Barat). Program itu akan berjalan selama lima tahun.

Terbengkalai
Pengoperasian unit pengolah limbah di Pelabuhan Perikanan Tegalsari setelah uji coba tahun 2013 telah diserahkan kepada kelompok pengolah ikan Sari Ulam. Namun, pada kunjungan Catur Pramono Adi, Kepala Bidang Pelayanan Teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, biodigester dalam keadaan terbengkalai.

Kondisi itu disayangkan karena untuk pembangunan unit biodigester mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah. Selain itu, penyediaan sistem pengolah tersebut untuk memenuhi peraturan daerah Wali Kota Tegal yang akan mengenakan sanksi penutupan kepada industri tepung ikan yang masih mencemari lingkungan.

Menurut Ketua Kelompok Sari Ulam Budi, para pengolah tidak lagi menggunakan bak pengolah tersebut karena dianggap tidak efisien. Pada pembuatan tepung ikan, cacahan ikan tidak dipres lagi untuk mengeluarkan cairan, tetapi langsung dimasukkan oven hingga kering. Cara tersebut tak menimbulkan cairan limbah.

Menanggapi praktik yang dilakukan para pengolah tepung itu, Tri Djoko menilai cara tersebut tidak memenuhi standar produk tepung ikan. Hal itu karena pada pembakaran langsung akan menghasilkan kadar abu yang tinggi dan kandungan asam amino yang tidak memenuhi standar. (YUN)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 Maret 2015, di halaman 14 dengan judul “”Biodigester” Diterapkan di Sentra Pakan Ikan”.

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 131 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB