Home / Berita / Windroid 9G Plus, Komputer Dua Kepribadian

Windroid 9G Plus, Komputer Dua Kepribadian

Jika komputer diibaratkan manusia sementara sistem operasi adalah kepribadian mereka, Windroid 9G Plus dari Axioo adalah komputer dengan dua kepribadian karena memiliki dua sistem operasi yang terpasang secara otomatis di setiap unitnya. Manfaat dari dua dunia yang berbeda pun bisa dinikmati, dukungan terhadap produktivitas berkat sistem operasi Windows, sementara sistem operasi Android menawarkan peluang untuk hiburan dari permainan ataupun layanan dari ekosistem yang dihadirkan Google.

Windroid adalah lini produk komputer jinjing dari Axioo yang memiliki dua sistem operasi yang terpasang di dalamnya. Pengguna bisa langsung memilih untuk menggunakan sistem operasi yang dia butuhkan begitu menekan tombol daya. Salah satu ajakan yang mereka gaungkan, tidak perlu membeli dua perangkat yang berbeda untuk menikmati manfaat yang ditawarkan sistem operasi yang berbeda ini.

Seri 9G Plus sendiri adalah komputer jinjing yang diperkenalkan sebagai versi pembaruan dari seri 9G, menggunakan prosesor empat inti dari Intel berteknologi Baytrail dengan kecepatan 1,3 gigahertz yang dipadu layar sentuh dengan resolusi 1.280 x 800 piksel.

Ditawarkan dengan harga Rp 3 juta, peningkatan yang dilakukan Axioo kepada Windroid 9G Plus dibandingkan versi sebelumnya tergolong minimalis, yakni pada kapasitas RAM. Namun, perangkat tersebut mampu memberikan pengalaman yang utuh bagi pengguna yang ingin memanfaatkan sesuai kebutuhan.

Salah satu peningkatan dibandingkan versi 9G adalah RAM yang lebih besar, yakni dari 1 gigabit menjadi 2 gigabit. Penyimpanan internal perangkat ini terbilang kecil, yakni 32 gigabit, itu pun tidak maksimal bisa dipergunakan karena harus dipartisi untuk masing-masing sistem operasi dengan alokasi sekitar 5 gigabit untuk Android.

Beruntung Axioo menyiapkan dua lubang USB untuk bisa dipergunakan agar bisa terhubung dengan perangkat penyimpanan eksternal, seperti flashdisk atau hardisk eksternal. Perangkat ini juga menggunakan colokan USB untuk mengisi daya, berarti memudahkan pengguna yang tidak harus membawa pengisi daya khusus, colokan tersebut juga bisa disambungkan dengan perangkat USB atau USB on the go.

6d60f6dc77a94a2d8370178fbb645ffeKOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Axioo Windroid 9G Plus adalah komputer jinjing yang memiliki dua sistem operasi sekaligus di dalamnya, yakni Windows dan Android. Diluncurkan dengan harga Rp 3 juta, pembuatnya mengharapkan agar konsumen tidak perlu memiliki dua perangkat terpisah untuk tetap produktif sekaligus bisa mendapatkan hiburan.

9G Plus juga memiliki fitur seperti komputer dua dalam satu (2 in 1), yakni bagian layar yang bisa dipisahkan dari papan tuts. Fitur ini mendukung tren penggunaan Windows yang kian memasukkan input sentuhan ke layar, begitu pula pengguna yang leluasa mengoperasikan perangkat ini layaknya sabak elektronik dengan sistem operasi Android.

Utuh
Kompas berkesempatan mempergunakan perangkat ini selama beberapa minggu. Kesimpulan sementara yang didapatkan adalah perangkat ini cukup praktis untuk dibawa dan dipergunakan dalam waktu singkat karena bentuknya yang ringkas dan ringan. Hanya dengan panjang 23 sentimeter dan lebar 15 sentimeter, perangkat ini muat dimasukkan ke tas berukuran sedang.

Lubang kartu SIM membuat Windroid 9G Plus bisa terhubung dengan internet secara mandiri tanpa bergantung pada koneksi Wi-Fi. Salah satu harga yang harus dibayar dari ukuran Windroid 9G Plus yang kecil adalah absennya colokan kabel LAN sehingga sulit dihubungkan dengan jaringan internet yang tersedia di kantor atau hotel.

Sewaktu diterima pertama kali, sistem operasi yang masih digunakan masih Windows 8.1, sementara Android menggunakan versi 4.4 atau Kitkat. Perangkat tersebut ternyata mampu untuk menangani peningkatan versi menjadi Windows 10 dan bisa dijalankan dengan baik. Sebaliknya, belum ada kabar terkini soal rencana pembaruan versi Android.

dce886d7a09b4ad784b5371567b3cbc0KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Axioo Windroid 9G Plus, komputer jinjing yang memiliki dua sistem operasi sekaligus di dalamnya, yakni Windows dan Android.

Untuk bekerja dengan produktif dan tanpa gangguan, menghidupkan perangkat ini dengan sistem operasi Windows sangat membantu misalnya mengolah dokumen dengan layanan Microsoft Office. Begitu beralih ke Android, dengan mudah pengguna terhubung dengan jaringan pertemanan dari media sosial ataupun menikmati suguhan multimedia dari video daring atau musik secara streaming.

Yang menarik, pengguna tidak perlu membiasakan diri saat mengoperasikan sabak elektronik Android dengan papan tuts. Beberapa tombol pintasan yang biasa ditemui dalam Windows juga bisa dilakukan di sana seperti menyalin dan memotong teks, serta beralih ke aplikasi lain dengan cepat. Termasuk pula saat menggunakan tetikus yang juga bisa dilakukan untuk sistem operasi ini, dan hal tersebut ternyata menghasilkan pengalaman yang unik.

Seperti diutarakan sebelumnya, Windroid 9G Plus memiliki catatan, yakni harus berbagi penyimpanan internal antarsistem operasi. Masalah itu menjadi lebih serius saat pengguna setuju untuk meningkatkan versinya menjadi Windows 10, sisa penyimpanan internal yang tersedia makin sedikit dan hal tersebut cukup mengganggu jika ingin memasang banyak aplikasi.

Dengan demikian, satu-satunya kiat untuk menyiasati keterbatasan penyimpanan adalah memanfaatkan perangkat eksternal, seperti hardisk eksternal atau layanan di awan.

Perangkat yang ringkas dan mampu dioperasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dari penggunanya itulah yang dirasakan sewaktu menggunakan Windroid 9G Plus. Dengan satu catatan, bukan untuk pekerjaan yang berat, seperti menyunting video atau grafis yang membutuhkan prosesor, RAM, ataupun dukungan kartu grafis. Selebihnya, ini adalah perangkat yang serba bisa.

DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sumber: Kompas Siang | 22 Desember 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Tiktok dan ”Techno-nationalism”

Bytedance-Oracle-Walmart sepakat untuk membuat perusahaan baru yang akan menangani Tiktok di AS dan juga seluruh ...

%d blogger menyukai ini: