Home / Berita / Uji Coba Diet Kantong Plastik Berlanjut secara Nasional

Uji Coba Diet Kantong Plastik Berlanjut secara Nasional

Uji coba kantong plastik tak gratis yang selesai 30 Mei 2016 akan dilanjutkan dalam skala lebih luas. Program yang semula berlaku hanya di 23 kota diperluas ke seluruh Indonesia serta melibatkan semua ritel modern.

Perpanjangan uji coba dilakukan setelah hasil evaluasi dan survei Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan program yang berlangsung sejak 21 Februari 2016 ini mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. Program ini mengubah perilaku warga dengan memilih membawa kantong sendiri.

“Uji coba diperluas, secepatnya. Awal Juni (surat edaran) bisa keluar lagi,” kata R Sudirman, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Jumat (27/5), di Jakarta. Uji coba pertama melibatkan anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) di 23 kota, juga yang sukarela melakukan di beberapa kota lain, dan ritel modern non-anggota Aprindo, berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya serta kesepakatan antara kepala daerah dan Aprindo.

Sudirman mengatakan, pihaknya mendapat dorongan dari Aprindo, anggota DPR, Ombudsman Republik Indonesia, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia agar program diperluas melibatkan ritel-ritel non-Aprindo serta pasar tradisional. Ia mengatakan, pada awalnya, sebagai uji coba, lebih mudah melibatkan ritel modern, termasuk ritel di pusat perbelanjaan. Untuk pasar tradisional dan toko kelontong, kata dia, akan menyusul.

Ia mengatakan, sebagian besar warga yang disurvei KLHK (91 persen) bisa mengerti program dan manfaat program pengurangan kantong plastik ini.

SK wali kota
Sudirman juga menyambut baik Wali Kota Banjarmasin yang mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang berisi perintah mulai 1 Juni 2016, ritel modern tak lagi menyediakan kantong plastik.

“Ini terobosan luar biasa dari wali kota. KLHK tak pernah memerintahkan untuk tidak menggunakan kantong plastik, tapi kalau ada komitmen seperti ini, saya apresiasi,” kata Sudirman.

Ujang Solihin Sidik, Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan KLHK, mengatakan, pihaknya mengundang 23 wali kota peserta uji coba pertama untuk memaparkan hasil evaluasi. Hasil evaluasi ini menjadi bahan pertimbangan untuk menyelesaikan peraturan menteri LHK terkait pengurangan penggunaan kantong plastik melalui program plastik tak lagi gratis.

Laporan awal menunjukkan, meski KLHK memberikan patokan harga plastik per lembar minimal Rp 200, pelaksanaan di lapangan, ada wali kota menetapkan harga lebih tinggi. Di Ambon, kantong plastik dipatok Rp 2.500-Rp 5.000, Balikpapan Rp 1.500, dan Surabaya Rp 200-Rp 1.500.

“Temuan di lapangan, toko/ritel anggota Aprindo semuanya menetapkan harga kantong plastik yang sama, yaitu Rp 200,” kata Sudirman. (ICH)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Mei 2016, di halaman 14 dengan judul “Uji Coba Berlanjut secara Nasional”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: