Aprindo: Peniadaan Kantong Plastik Bukan Soal

- Editor

Sabtu, 11 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo menyatakan, peniadaan kantong plastik belanja di toko-toko ritel tak akan jadi masalah. Itu karena kantong plastik selama ini diberikan sebagai layanan kepada konsumen, bukan dagangan utama.

Syaratnya, pemerintah menegaskan melalui dokumen peraturan dan berlaku nasional. “Jika dihilangkan, kami oke saja,” tutur Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey, Jumat (10/6), di Jakarta, saat Dialog Kantong Plastik: Gratis vs Bayar.

Selain Roy, ada Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan R Sudirman, Corporate Secretary Gramedia Yosef Adityo, pendiri Seasoldier Dinni S, dan Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata. Acara dimoderatori Nadia Mulya, juara kedua Putri Indonesia 2004 sekaligus relawan Diet Kantong Plastik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Roy mengatakan, ketetapan peniadaan total kantong plastik belanja di toko ritel secara nasional lebih baik daripada memberikan kewenangan pemda menentukan kebijakan sendiri. Saat ini, berdasarkan surat edaran KLHK terkait uji coba nasional tas plastik berbayar di toko ritel, pemda berwenang menetapkan harga kantong plastik lebih tinggi dari Rp 200. Bahkan, melarang.

Yosef menuturkan, meski sistem bisa diatur, energi industri ritel bakal terkuras hanya untuk membedakan sistem di toko jaringannya karena perbedaan kebijakan daerah. Saat uji coba pertama, Gramedia memilih tidak menggratiskan kantong plastik di semua toko di 46 kota agar tidak kesusahan mengatur sistem meski uji coba hanya di 23 kota. Harga kantong plastik Rp 200.

680b0dcf6c174228b51dec1f4503a744Peraturan dibutuhkan
Bisnis Gramedia juga tak akan terpengaruh jika kantong plastik ditiadakan. Namun, Yosef meminta pemerintah pusat memberikan landasan hukum agar konsumen mengerti, mengingat ada konsumen yang tidak terima saat uji coba sebelumnya. “Seorang konsumen pernah melempar buku di kasir dan memilih tidak membeli,” ujarnya.

Survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada Maret 2016 di 25 gerai dari 15 industri ritel di DKI Jakarta, saran utama konsumen (35,3 persen) ialah meniadakan kantong plastik. Sayangnya, 34 persen konsumen belum tahu tujuan kebijakan itu dan 33,7 persen merasa pengelolaan dana hasil penjualan kantong tidak jelas.

247a092ab9db4be5956c2d5871e835e5Sudirman mengatakan, melalui uji coba nasional, KLHK terus menampung masukan guna menyempurnakan peraturan menteri LHK tentang pembatasan penggunaan kantong plastik. Ia menjamin seluruh pihak, termasuk industri dan masyarakat, diajak diskusi publik sebelum penerbitan permen LHK itu.

Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan KLHK Ujang Solihin Sidik mengakui, sosialisasi KLHK masih lemah sehingga masih ada salah paham. (JOG)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 11 Juni 2016, di halaman 13 dengan judul “Aprindo: Peniadaan Bukan Soal”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 35 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB