TNI Maksimalkan Beragam Teknologi untuk Mencari KRI Nanggala-402

- Editor

Selasa, 12 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala-402 masih berlangsung hingga Jumat (23/4/2021). Pencarian KRI Nanggala-402 juga melibatkan kapal bantuan dari Polri dan Basarnas.

Sebanyak 21 kapal armada TNI Angkatan Laut dikerahkan mencari KRI Nanggala-402 hingga Jumat (23/4/2021). Bersama kapal dari berbagai pihak di dalam dan luar negeri, ragam teknologi yang dimiliki kapal-kapal itu akan dimaksimalkan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad di Pangkalan TNI Angkatan Udara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat, menerangkan, selain mengerahkan 21 kapal armada TNI Angkatan Laut, empat kapal Polri dan empat kapal Basarnas juga ikut membantu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Achmad Riad mengatakan, kapal yang dikerahkan mencari KRI Nanggala-402 diutamakan yang memiliki peralatan pendeteksi sonar. Pengerahan KRI Rigel, misalnya, untuk memverifikasi hasil deteksi kemagnetan yang ditemukan KRI Pulau Rimau dalam penyisiran, Kamis (22/4/2021).

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono menyebutkan, KRI Pulau Rimau menemukan jejak kemagnetan yang tinggi dalam suatu titik. Kedalamannya antara 50 meter dan 100 meter dalam kondisi melayang.

Selain itu, Achmad Riad menyatakan, tawaran bantuan dan dukungan upaya pencarian KRI Nanggala-402 juga datang dari Malaysia, Singapura, dan Australia. Malaysia mengirimkan kapal MV Mega Bakti, Singapura akan mengirimkan kapal MV Swift Rescue sementara Australia mengirimkan kapal HMAS Sirius.

Menurut Achmad Riad, pencarian KRI Nanggala-402 dimaksimalkan di perairan Bali utara. Dia menyatakan, status KRI Nanggala-402 sampai sekarang masih dalam isyarat kapal hilang, dan belum dinyatakan sebagai kapal tenggelam.

”Sesuai dengan penjelasan Kepala Staf TNI AL kemarin (Kamis), hingga saat ini harapannya masih sub-miss, masih hilang. Kami mohon doa agar (pencarian) bisa maksimal hari ini,” kata Achmad Riad.

Terkait informasi terkini, Achmad Riad menyatakan, TNI menyiapkan pos SAR di Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur. Sementara pos informasi media (media center) di Pangkalan TNI AU I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali.

Kepala Kantor SAR Denpasar Gede Darmada menyatakan, KN SAR Arjuna akan disiagakan di Banyuwangi bersama KN SAR Antasena yang bergerak dari Surabaya. Kapal itu dilengkapi dengan peralatan penyelamatan di wilayah perairan. KN SAR Arjuna yang membawa 21 personel dan anak buah kapal, berangkat dari Bali menuju Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021) malam.

Secara keseluruhan, Basarnas mengerahkan empat kapal SAR. Selain KN SAR Wisnu, KN Antasena, dan KN SAR Arjuna, Basarnas sudah menggerakkan KN SAR Kamajaya dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Oleh COKORDA YUDISTIRA

Editor: CORNELIUS HELMY HERLAMBANG

Sumber: Kompas, 23 April 2021

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 28 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru