Home / Berita / Tempe Ikan hingga Tepung Singkong di Pameran Inovasi UKSW

Tempe Ikan hingga Tepung Singkong di Pameran Inovasi UKSW

Sebanyak 14 fakultas dan empat pusat studi meramaikan Pameran Hasil Inovasi Universitas Kristen Satya Wacana, di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (27/11/2018). Inovasi yang dipamerkan antara lain tempe ikan dan tepung berbahan dasar singkong mocavino.

Tempe ikan merupakan inovasi yang dikembangkan Dekan Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Lusiawati Dewi. Dengan tambahan ikan nila, maksimal 5 persen, kandungan protein pada tempe bertambah, begitu juga asam lemak tak jenuh. Diproses sejak 2015, paten tempe ikan atau tekan tersebut didapat pada 2018.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Tempe ikan dipamerkan dalam Pameran Inovasi dalam rangka Dies Natalis Ke-62 Universitas Kristen Satya Wacana di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (27/11/2018).

Menurut Lusiawati, produknya tersebut dapat menjadi pilihan bagi anak-anak yang tidak menyukai ikan. ”Dalam tempe ikan, rasa ikan tidak terasa, tetapi kandungan proteinnya lebih tinggi daripada tempe biasa. Untuk pasar, baru rekan-rekan saja. Selanjutnya, akan dijadikan waralaba,” tuturnya.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Dekan Fakultas Biologi UKSW Lusiawati Dewi, Selasa (27/11/2018) di Salatiga.

Ia menambahkan, dirinya akan terus mengembangkan varian tempe lainnya. Sudah dikembangkan juga varian tempe kunyit (tekun) dan tempe siput kunyit (sikun). Bahkan, dia juga menyiapkan tempe pelangi, yang berwarna-warni, dengan campuran sayuran sehingga cocok bagi vegetarian.

Selain tempe ikan, ada juga mocavino yang merupakan tepung dengan bahan dasar singkong. Mocav atau modified cassava flour sebenarnya sudah banyak beredar. Namun, mocavino menjamin 100 persen bebas gluten (tak ada kandungan terigu) dan memiliki daya kembang setara terigu.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Mocavino dipamerkan pada Pameran Inovasi dalam rangka Dies Natalis Ke-62 UKSW di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (27/11/2018).

Ketua Program Studi Kimia UKSW, yang juga Ketua Riset Mocavino, Yohanes Martono menuturkan, mocavino mendapat dukungan Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. ”Namun, untuk bisa diedarkan secara luas, pembentukan badan hukum masih dalam proses,” ujar Yohanes.

Kepala Biro Inovasi Riset UKSW Deddy Susilo mengemukakan, pameran inovasi diselenggarakan agar mahasiswa terdorong untuk terus mengeksplorasi berbagai hal secara kreatif sehingga dapat menghasilkan inovasi. Hal ini juga sebagai jalan untuk menjadi wirausaha.

Deddy menyebutkan, produk-produk hasil inovasi dari sivitas akademika UKSW sebenarnya lebih banyak dari yang dihadirkan di pameran. ”Namun, sebagian mahasiswa sudah lulus atau produknya sudah dibawa mahasiswa. Yang jelas, semangatnya tetap harus ditularkan kepada para mahasiswa,” ucapnya.

Di era revolusi industri 4.0, ujar Deddy, mahasiswa memiliki banyak sarana untuk mengakses informasi. Hal tersebut membuat mahasiswa lebih kritis. Apa yang disampaikan dosen tidak langsung ditelan mentah-mentah karena mereka dapat mencarinya di mesin pencari seperti Google.

Kendati demikian, informasi yang diterima mahasiswa kerap kali tidak valid atau hoaks. ”Karena itu, tugas universitas ialah meluruskan itu. Arus informasi jelas tak bisa dibendung. Di satu sisi, sikap kritis mahasiswa bagus, tetapi universitas harus mengingatkan mahasiswa untuk selalu mengujinya,” kata Deddy.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Suasana Pameran Inovasi dalam rangka Dies Natalis Ke-62 UKSW di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (27/11/2018). Selain memamerkan produk, pameran digelar untuk mendorong mahasiswa agar terus tergerak melakukan riset dan inovasi.

Lebih lanjut, Deddy menuturkan, Biro Inovasi Riset UKSW memilih hasil riset yang telah dilakukan dan dipublikasikan para dosen. Dicari hasil riset yang benar-benar cocok untuk dibuatkan produk serta dihilirisasi. Dilakukan juga branding hingga uji pasar hingga benar-benar diterima masyarakat.

Rektor UKSW Neil Samuel Rupidara menuturkan, riset-riset terapan terus didorong karena diharapkan mampu melahirkan elemen baru atau penelitian yang bernilai bagi masyarakat. ”Ini juga sebagai bentuk partisipasi dan dukungan UKSW demi meningkatkan daya saing bangsa,” kata Neil.–ADITYA PUTRA PERDANA

Sumber: Kompas, 27 November 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: