Suaka Badak Kalimantan Disiapkan

- Editor

Jumat, 11 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Temuan badak sumatera di Kutai Barat, Kalimantan Timur, ditindaklanjuti dengan rencana pembangunan suaka menggunakan hutan lindung setempat. Pemindahan badak disegerakan karena habitatnya terus terdesak dan potensi perburuan seiring informasi temuan sejak 2013.

Pembangunan suaka atau habitat semi-insitu buatan, seperti Sumatran Rhino Sanctuary di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, itu ditargetkan selesai dibangun tahun ini. “WWF siap membangun sanctuary di Kutai. Kami akan mengajukan permohonan kepada Gubernur agar lokasi itu bisa menjadi kawasan konservasi, kalau bisa taman nasional akan sempurna pengelolaannya,” kata Tachrir Fathoni, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (10/3), di Jakarta.

Ia baru pulang dari Kutai membahas penyelamatan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) di Kalimantan. Rekaman video/kamera tersembunyi yang dipasang di Blok I dan III meperlihatkan 15 badak individu berbeda. Dua blok lain dari total 160.000 hektar lanskap yang ditemukan jejak badak belum disurvei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan badak sumatera di Kalimantan awalnya hanya temuan jejak oleh tim survei BKSDA Kaltim, Universitas Mulawarman, WWF Indonesia, dan Pemkab Kutai Barat. Mereka menemukan jejak kotoran dan bekas puntiran dahan, khas cara makan badak.

Berdasarkan analisis pakar, keberadaan badak sumatera di Kalimantan itu dimungkinkan karena Sabah/Sarawak di Malaysia pernah menjadi habitat 50 badak sekitar 30 tahun lalu. Kini, badak sumatera di Malaysia itu punah.

Tachrir Fathoni mengatakan, kantong habitat badak itu berada di dekat area bekas tambang PT Kelian Equatorial Minning seluas 5.900 hektar yang selesai beroperasi dan direklamasi meski masa kontrak karya sampai 2022. Lahan itu diharapkan bisa dijadikan habitat badak.

Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia Nyoman Iswarayoga mengatakan, rencana pembangunan sanctuary bagi badak sumatera di Kalimantan dalam tahap desain. “Nanti dibangun bertahap. Sedang mencari lokasi aman, kemungkinan hutan lindung yang bisa dipakai.”

Ia mengatakan, kantong populasi badak di Kalimantan ini sekarang dikelilingi perkebunan hutan tanaman industri, sawit, dan tambang. Dari rekaman video tersembunyi, kata dia, temuan badak-badak itu didominasi betina. (ICH)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 11 Maret 2016, di halaman 14 dengan judul “Suaka Badak Kalimantan Disiapkan”.

Informasi terkait

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Berita ini 35 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Berita Terbaru

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB

Artikel

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:30 WIB

Artikel

Ketika Ijazah Analog Diperdebatkan di Dunia Digital

Senin, 27 Jul 2026 - 18:53 WIB

Berita

Terkubur untuk Hidup

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:20 WIB

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB