Home / Berita / Suaka Margasatwa untuk Badak Kutai Barat

Suaka Margasatwa untuk Badak Kutai Barat

Pertemuan Nasional Para Pihak untuk Upaya Konservasi Badak di Kalimantan dan Penyusunan Strategi Konservasi Badak di Balikpapan, Senin (21/9), merekomendasikan relokasi badak di Kalimantan ke suaka margasatwa. Keberadaan badak di hutan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, diketahui tahun 2013.

“Saat ini teridentifikasi 8-12 badak di salah satu hutan produksi di Kutai Barat (Kubar). Ini kabar gembira, sekaligus mengingatkan ada ancaman serius pelestarian badak,” kata Tachrir Fatoni, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hutan produksi 5.000 hektar di Kubar, habitat badak itu, tak bisa dianggap seterusnya aman. Areanya terkepung lahan bekas tambang dan perkebunan sawit. Keberadaan badak-badak itu juga rentan terlacak pemburu liar.

20120625Kelahiran-Badak-Sumatra-250612-MAR-2Salah satu opsi lokasi suaka margasatwa adalah mengambil sebagian Hutan Lindung Kelian Lestari. “Kami dukung itu. Setidaknya, suaka margasatwa itu bisa seluas 10.000 hektar atau lebih,” ujar Meril Elisa, Asisten II Pemkab Kubar.

Sebelumnya, banyak pihak yakin badak di Pulau Kalimantan sudah punah. Namun, badak kerap hadir dalam cerita masyarakat Dayak.

Perlahan, keyakinan keberadaan menguat. Salah satunya informasi tertabraknya seekor badak oleh truk pengangkut kayu tahun 2004. “Badaknya tak ketemu, tetapi info itu benar,” ujar Data Kusuma, Project Leader World Wildlife Fund (WWF).

Akhir 2013, sejumlah pihak mulai survei, antara lain KLHK, Pemkab Kubar dan Mahakam Ulu, Universitas Mulawarman, Yayasan Badak Indonesia, dan WWF. Mereka merekam keberadaan badak melalui kamera jebak yang cukup jelas.

Dari 50 kamera jebak yang dipasang, teridentifikasi 8-12 badak. Belum dipastikan jantan ataupun betinanya. Namun, setidaknya tiga badak betina. Satu badak betina juga terpantau bersama anaknya. Sejauh ini, badak-badak itu dilaporkan sehat.

Badak di Kubar untuk sementara dimasukkan jenis badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Pada pertemuan di Balikpapan yang bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, 22 September, beberapa foto hasil kamera jebak dan video keberadaan badak di Kubar ditampilkan.

“Di tingkat internasional, Indonesia dapat pengakuan untuk konservasi badak. Perlu strategi menyelamatkan badak di Kubar, yakni ditranslokasi ke suaka margasatwa,” kata Fatoni.

Dari lima jenis badak di dunia, dua di antaranya ada di Indonesia, yakni badak sumatera dan badak jawa (Rhinoceros sondaicus). Kedua jenis itu, populasi masing-masing diperkirakan di bawah 100 ekor. (PRA)
————————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 September 2015, di halaman 13 dengan judul “Suaka Margasatwa untuk Badak Kutai Barat”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim ...

%d blogger menyukai ini: