Siswi SMA Yogya Buat Gelang Anti Penculikan

- Editor

Rabu, 27 November 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak berjauhan dari orang tua, alarm di gelang akan berbunyi.

Siswa dan pengajar memajang karya andalannya dalam ajang Kompetisi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang digelar pada 14-15 November 2013

Salah satunya adalah karya dari Nurina Zahra dan Tri Ayu Lestari, siswi SMAN 6 Yogyakarta yang menciptakan Gelang Anti Penculikan (GAP) dengan Sensor Alarm Otomatis. Karyanya ini masuk ke dalam jajaran finalis National Young Inventor Award (NYIA) tahun 2013.

Ide ini tercetus ketika mereka berdua melihat masih maraknya kasus penculikan terhadap anak-anak di Indonesia. Selain itu, masih banyak orang tua yang kehilangan anaknya ketika di keramaian, seperti di pasar, tempat wisata, dan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gelang ini dirancang khsusus untuk mengontrol anak atau bayi jika berada jauh dari jangkauan orang tuanya. Apabila si anak sudah berada jauh dari orang tuanya, maka alarm yang ada gelang orang tuanya akan berbunyi,” kata Nurina kepada VIVAnews, di Jakarta, 14 November 2013.

Dia menjelaskan, mekanisme dari Gelang Anti Penculikan ini adalah gelang yang dipakai oleh anak sudah berisi transmitter yang akan mengirimkan sinyal RX radio ke gelang milik orang tua.

“Sinyal yang diterima oleh RX Radio akan masuk ke mikro kontroler lalu kemudian dikeluarkan oleh alat buzzer berupa bunyi alarm,” jelas Nurina.

Sementara rekan setimnya, Tri Ayu Lestari mengungkapkan saat ini alarm akan berbunyi ketika  orang tua dan anak berjarak 3 meter. Tapi, kedepannya  akan ditambah jaraknya supaya lebih jauh.

“Selain, menambahkan jaraknya. Saya dan tim akan menambahkan fitur GPS untuk melihat lokasi anak ketika sudah berada jauh dari orang tuanya. Fitur GPS itu akan memudahkan orang tua untuk mengetahui lokasi anak ketika benar-benar diculik,” kata Tri.

Tri juga berharap agar Gelang Anti Penculikan ini bisa diproduksi secara massal. Tujuannya mulia. “Mudah-mudahan alat ini bisa mengurangi kasus hilang atau diculiknya anak oleh orang-orang jahat,” ujarnya. (eh-Denny Armandhanu, Tommy Adi Wibowo)

Sumber: Vivanews.com, Kamis, 14 November 2013, 20:13
——————-
229544_nurina-zahra-dan-tri-ayu-lestari--siswi-sman-6-yogyakarta_663_382Gelang Anti-Penculikan

Suara nyaring mirip alarm langsung terdengar saat Nurina Zahra Rahmati beranjak menjauhi temannya, Tri Ayu Lestari. Suara alarm putus-putus berganti menjadi lengkingan panjang ketika dua siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Yogyakarta itu makin memperlebar jarak hingga lebih dari dari tiga meter. Lengkingan baru berhenti sekitar tiga detik setelah Nurina dan Tri saling mendekatkan rangkaian panel eletronik mungil yang digenggamnya.

“Selisih jarak dua meter sudah bunyi tapi masih putus-putus, kalau sampai delapan meter langsung bunyi panjang. Dari situ si ibu bisa tahu posisi anak yang sebelumnya mungkin lepas dari pengawasannya,” kata Nurina kepada Tempo dalam pameran National Young Inventor Award ke-6 yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jumat, 15 November 2013.

Kasus anak hilang di tempat umum sampai adanya penculikan bocah jadi alasan utama Nurina dan Tri untuk mengembangkan sistem peringatan dini. Dua siswi kelas XII tersebut memutuskan untuk membuat gelang yang dilengkapi dengan sensor, alarm, dan lampu light-emitting diode (LED). “Pakai gelang karet karena mudah dipakai, modelnya macam-macam. Jadi selain untuk keamanan, bisa buat gaya juga,” kata Nurina.

Tempo.co, Jum’at, 15 November 2013 | 21:50 WIB

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 56 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru