Publisitas via Jejaring Sosial

- Editor

Rabu, 18 Mei 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BRIPTU Norman Kamaru menjadi top news dalam dua minggu terakhir
setelah videonya diunggah di Youtube. Nyanyian lipsync anggota Brimob Polda Gorontalo itu mampu mengangkat namanya menjadi selebritas internet dadakan.

Polisi yang semula hanya dikenal di daerahnya itu berubah jadi figur publik. Bahkan para artis pun membicarakan. Keterkenalannya tak lepas dari peran media jejaring sosial.

Beberapa waktu lalu, Sinta-Jojo juga menghebohkan masyarakat Indonesia melalui lipsync ’’Keong Racun’’ yang juga diunggah di Youtube. Seperti Norman, popularitas Sinta-Jojo tak lepas dari peran media jejaring sosial. Keterkenalan Norman dan Sinta-Jojo jadi bukti media jejaring sosial berkekuatan luar biasa dalam membangun citra dan nama besar seseorang atau sebaliknya. Bahkan tak tertutup kemungkinan menghancurkan nama baik seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekuatan memersuasi itu juga bisa dilihat dari penggalangan aksi demo besar-besaran menuntut Hosni Mubarak di Mesir mundur, beberapa waktu lalu. Aktivis dan kubu oposisi memobilisasi masa dan mengoordinasikan gerakan unjuk rasa melalui akun facebook dan twitter (Adi Ekopriyono, Suara Merdeka, 4/2/11).

Selain kekuatan besar dalam memersuasi masyarakat, media jejaring sosial dapat digunakan sebagai alat publisitas. Melalui publisitas, pencitraan individu atau lembaga dapat dilakukan dengan efektif.

Dalam pandangan Dennis McQuail, kekuatan media jejaring sosial dalam melakukan publisitas, pencitraan, dan memersuasi masyarakat disebabkan oleh kelebihan media baru itu dibandingkan dengan media lama (konvensional).

McQuail menyatakan sebagai media baru, jejaring sosial memiliki beberapa kelebihan. Pertama, interactivity, kemampuan sifat interaktif yang hampir sama dengan kemampuan interaktif komunikasi antarpersonal. Kedua, social presence (sociability), yaitu berperanan besar membangun sense of personal contact dengan partisipan komunikasi lain.

Ketiga, media richness, yaitu menjadi jembatan bila terjadi perbedaan kerangka referensi, mengurangi ambiguitas, memberikan isyarat-isyarat, serta lebih peka dan lebih personal.

Keempat, autonomy, yaitu memberikan kebebasan tinggi bagi pengguna untuk mengendalikan isi dan penggunaannya. Melalui new media itu, peserta komunikasi dapat bersikap independen terhadap sumber komunikasi. Kelima, playfulness, yaitu sebagai hiburan dan kenikmatan. Keenam, privacy, yaitu fasilitas yang bisa membuat peserta komunikasi menggunakan media dan isi sesuai dengan kebutuhan. Ketujuh, personalization. Kelebihan terakhir itu menekankan bahwa isi pesan dalam komunikasi dan penggunaannya bersifat personal dan unik.

Peluang Baru

Beberapa kelebihan itu membuat media jejaring sosial punya kekuatan persuasif sangat tinggi. Pendekatan secara individual yang sesuai dengan kebutuhan pengguna membuat mereka merasa istimewa, sehingga mudah memercayai pesan yang disampaikan partisipan komunikasi lain melalui media yang sama. Terlebih ketika komunikasi bersifat interaktif, dan situasi itu dapat membangkitkan persuatif sangat tinggi.

Kekuatan media jejaring sosial dalam melakukan publisitas, pencitraan, dan memersuasi masyarakat itu bisa ditangkap sebagai peluang baru bagi setiap individu atau lembaga. Dengan menggunakan pendekatan interaktif dan lebih personal itu, proses persuasi ke masyarakat dapat dilakukan lebih efektif dan dengan biaya jauh lebih murah ketimbang menggunakan media tradisional.
Apakah kita masih mempertahankan menggunakan media lama dalam melakukan publisitas dan pencitraan? Masihkah kita bertahan menggunakan brosur, pin, atau gantungan kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat?

Cara itu memang tak salah. Namun rasanya sudah tak efektif lagi digunakan pada era teknologi informasi saat ini. Kini, saatnya beralih menggunakan media baru, media jejaring sosial, untuk melakukan publisitas dan pencitraan. (10)

Rini Darmastuti SSos MSi, Ketua Program Studi Public Relations Fakultas Teknologi Informasi UKSW Salatiga

Sumber: Suara Merdeka, 18 Mei 2011

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Menghapus Joki Scopus
Kubah Masjid dari Ferosemen
Paradigma Baru Pengendalian Hama Terpadu
Misteri “Java Man”
Empat Tahap Transformasi
Carlo Rubbia, Raja Pemecah Atom
Gelar Sarjana
Gelombang Radio
Berita ini 1 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 20 Agustus 2023 - 09:08 WIB

Menghapus Joki Scopus

Senin, 15 Mei 2023 - 11:28 WIB

Kubah Masjid dari Ferosemen

Jumat, 2 Desember 2022 - 15:13 WIB

Paradigma Baru Pengendalian Hama Terpadu

Jumat, 2 Desember 2022 - 14:59 WIB

Misteri “Java Man”

Kamis, 19 Mei 2022 - 23:15 WIB

Empat Tahap Transformasi

Kamis, 19 Mei 2022 - 23:13 WIB

Carlo Rubbia, Raja Pemecah Atom

Rabu, 23 Maret 2022 - 08:48 WIB

Gelar Sarjana

Minggu, 13 Maret 2022 - 17:24 WIB

Gelombang Radio

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB