Jual-Beli Akun Marak

- Editor

Selasa, 28 Juli 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pebisnis Pemula Mengaku Terbantu Pemasaran Via Media Sosial
Usaha kecil yang baru mulai berbisnis mengaku terbantu dengan keberadaan media sosial. Produk mereka makin dikenal lebih cepat dibandingkan dengan pemasaran konvensional. Hal ini ditunjang oleh pembelian akun media sosial yang telah memiliki banyak pengikut.

Fenomena ini setidaknya terpantau dari perbincangan Kompas, Minggu (26/7), dan juga pencarian melalui beberapa situs dan juga media sosial yang menjual akun seperti akun Twitter dan akun Instagram.

Harga yang ditawarkan sangat bervariasi, antara Rp 600.000 hingga Rp 6 juta, bergantung jenis media sosial dan juga pengikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk usaha pemula memang paling mudah membeli akun yang sudah ada pengikutnya,” kata Albertus, salah seorang pembeli akun Twitter dengan harga sekitar Rp 600.000 dengan jumlah pengikut sekitar 600. Setelah membeli, ia membersihkan konten akun itu dan mengganti nama akun menjadi nama usahanya. Dengan cara ini, ia mengakui mudah mendapat pembeli untuk produk makanannya.

98d4ab29d6c44cb5b417d728ddba83b3Jual-beli akun di media sosial kian marak. Sejumlah orang menggunakannya untuk sarana berjualan meski ada kemungkinan penggunaan untuk tujuan negatif.–KOMPAS/AGUS SUSANTO

Di beberapa media sosial, penjualan dilakukan secara perorangan, tetapi di salah satu laman internet, penjual akun dioperasikan seperti perusahaan. Laman ini menjual berbagai jenis akun berikut tarif dan jumlah pengikut.

Berbagai kalangan mengakui media jejaring sosial, seperti Twitter, Facebook, BlackBerry Messenger (BBM), dan belakangan Instagram, masih tetap dipercaya sebagai sarana berjualan yang ampuh.

Karin Eka, pemilik akun Instagram Garage Sale Kediri, mengaku berjualan melalui media sosial tidak mudah.

Dia sempat menerima tawaran layanan jual-beli pengikut BBM ataupun Instagram. Tawaran itu tetap menjadi primadona di kalangan pedagang e-dagang.

Menurut Karin, tawaran jasa itu mengkhawatirkan. Ada peluang pemilik jasa melakukan penipuan, seperti mencuri data.

Pengalaman serupa diungkapkan oleh Anggita Puspitasari, salah satu penjual sepatu kulit asal Bandung.

Dia mengawali usaha pada 2011 dan promosi melalui media jejaring sosial, seperti Twitter dan BBM sejak 2012.

Tawaran promosi melalui media jejaring sosial dinilai ampuh sebab langsung kepada pengguna media. Apabila ingin laku keras, menurut dia, pengusaha harus pandai memasarkan ke forum jual-beli secara elektronik yang ada di setiap jenis media jejaring sosial.

Pemerhati media jejaring sosial Enda Nasution menyampaikan, fenomena tersebut sebagai bagian dari usaha memperoleh popularitas secara instan. Jika di Twitter, layanan ini digunakan oleh sekelompok orang, baik politisi maupun pengusaha, guna mendongkrak keterkenalan.

Menurut Enda, fenomena tersebut melanggar nilai-nilai sosial. Sejak awal mula mendaftar akun jejaring sosial, perusahaan pemilik telah menyertakan persyaratan rinci. Dari segi hukum, aparat baru bisa menegaskan aturan apabila ada penipuan menjurus kriminalitas. (MED/MAR)
————————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 27 Juli 2015, di halaman 18 dengan judul “Jual-Beli Akun Marak”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 32 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB