Home / Berita / Ekonomi / Instagram untuk Fitur Korporasi

Instagram untuk Fitur Korporasi

Inovasi teknologi informasi komunikasi berdampak terhadap keragaman media untuk beriklan. Salah satunya adalah pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari promosi produk.

Setelah Twitter dan Facebook mengeluarkan layanan fitur beriklan, ?perusahaan aplikasi media sosial untuk berbagi foto dan video, Instagram, meluncurkan fitur layanan Iklan Instagram bagi pasar Indonesia. Fitur layanan ini menyasar pengguna aplikasi segmen perusahaan.

Brand Development Lead Instagram for Asia Pacific Paul Webster, melalui sambungan konferensi video, Rabu (9/9), di Jakarta, mengatakan, Indonesia memiliki karakteristik pasar yang unik. Sebagai negara yang tengah bertumbuh, jumlah pengguna telepon seluler sudah banyak. Pembangunan jaringan telekomunikasi seluler juga terus dilakukan.

“Komunitas pengguna Instagram di Indonesia merupakan anak muda yang mempunyai ketertarikan terhadap merek produk lokal dan global. Mereka memiliki pengalaman lebih baik sebagai konsumen dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara lainnya,” ujar Paul.

Sebelumnya Iklan Instagram atau Instagram Ads telah diperkenalkan di delapan negara antara lain Amerika Serikat pada 2014. Tujuan peluncuran adalah mengembangkan pemasaran produk berdasarkan pengalaman konsumen. Di delapan negara itu, Iklan Instagram dimanfaatkan oleh kalangan pengusaha mode.

Sejak 9 September 2015, fitur layanan tersebut dapat digunakan di 29 negara, selain Indonesia. Sebanyak 29 negara tersebut, antara lain Australia dan Selandia Baru.

Paul menyebutkan, Iklan Instagram dibagi menjadi tiga bentuk layanan, yaitu link ads, video ads, dan carosule ads. Link ads adalah pemberian alamat laman di setiap foto iklan yang diunggah di akun perusahaan.

Video ads merupakan iklan dengan format video. Adapun carosule ads berbentuk kolase atau kumpulan foto yang membentuk gambar tertentu.

Secara terpisah, Marketing Officer Lazada Indonesia Sebastian Sieber ?mengatakan, Lazada Indonesia mulai menggunakan Instagram sejak 2013. Pemanfaatan Instagram bertujuan untuk memproduksi konten promosi yang melengkapi iklan di media sosial lainnya seperti Twitter.

“Beriklan melalui Twitter memiliki keterbatasan jumlah karakter promosi. Sebaliknya, di Instagram, kami bisa memublikasikan produk, kegiatan perusahaan, dan promosi dengan menggunakan visual kreatif,” ujar Sebastian.(MED)
———————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 September 2015, di halaman 19 dengan judul “Instagram untuk Fitur Korporasi”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Pembangunan Ramah Lingkungan Belum Tampak Berjalan

Gangguan ekonomi akibat pandemi Covid-19 belum dimanfaatkan sebagai momen untuk menjalankan pembangunan ramah lingkungan yang ...

%d blogger menyukai ini: