Prof Herry Suhardiyanto Terpilih Kembali Sebagai Rektor IPB

- Editor

Jumat, 22 Februari 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto terpilih lagi sebagai Rektor baru Institut Pertanian Bogor (IPB). Prof. Herry terpilih setelah meraih suara 75,4% dari suara anggota MWA.
Herry terpilih dalam dalam Sidang Paripurna Majelis Wali Amanah (MWA) IPB, Kamis (29/11/2012) malam di Jakarta. Hasil penghitungan, urutan kedua ditempati Dr. Asep Saefudin dengan 17,4 % dan urutan ketiga ditempati Prof. Zairin Junior dengan memperoleh 3,6 % suara. Demikian siaran pers dari MWA yang diterima detikcom Jumat (30/11/2012).

Herry lahir di Banjarnegara tanggal 10 September 1959, menamatkan pendidikan sarjana teknologi pertanian dari IIPB, pendidikan Master di Kochi University, Jepang, dan Doktor di Ehime University of, Jepang tahun 1994.

Dengan terpilihnya Herry, dia melanjutkan tugasnya sebagai Rektor periode 2012-2017, setelah sebelumnya menjabat Rektor tahun 2007-2012. Di bawah kepemimpinan Herry, dalam empat tahun terakhir jumlah karya inovatif  IPB diakui tertinggi dibandingkan perguruan tinggi lain di Indonesia, versi Kemenristek RI, sehingga IPB dinobatkan sebagai kampus paling inovatif di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sidang Paripurna MWA IPB dihadiri oleh seluruh anggota MWA IPB yang dipimpin oleh Prof. M. Chozin sebagai Ketua, Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Wakil Ketua, dan Prof Rizal Syarief, Sekretaris.

Mendikbud, Prof. Muhammad Nuh yang memiliki suara pemerintah sebesar 35% suara MWA juga hadir dalam Sidang Paripurna tersebut. Hadir anggota MWA lain, antara lain Dr. Suswono, Dr. Sugiharto, Prof. Didik J. Rachbini, Ahmad Heryawan, Dr. Zaim Ukhrowi, dan sejumlah Guru Besar IPB anggota MWA.

Pada hari Selasa (27/11), ketiga calon Rektor bertemu dan menyatakan komitmen untuk saling bersinergi pasca pemilihan pada sebuah forum silaturahmi dengan pimpinan MWA.

Pada pertemuan tersebut, Prof. Herry menyatakan, “Lahan pengabdian akademik begitu luas, sebab ilmu-ilmu pertanian yang ditekuni para dosen dan mahasiswa IPB sangat strategis. IPB adalah kumpulan insan akademis yang ingin melakukan ikhtiar terbaik bagi almamater dan bangsanya. Jabatan Rektor adalah amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya”.

Herry menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan semua calon Rektor. “Kami bertiga siap bersinergi agenda memajukan IPB, sebab berbagai persoalan pangan, energi, lingkungan, pembangunan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan yang jadi tantangan bangsa ini relevan dengan kompetensi utama IPB sebagai tempat bersemainya sains, teknologi, dan inovasi serta lulusan yang berkarakter kewirausahaan untuk menjawab tantangan bangsa tersebut,” ujarnya.

Sidang Paripurna terbuka berlangsung dengan agenda Pemilihan Rektor dilaksanakan di Kampus IPB Darmaga Bogor yang melibatkan tanya jawab anggota MWA dan panel ahli yang beranggotakan para mantan Rektor. Sedangkan, Mendikbud yang memiliki hak suara sebesar 35% menghadiri Sidang Tertutup malam harinya.

Ketua MWA, Prof. Chozin menyampaikan apresiasi kepada seluruh Panitia Pemilihan Rektor yang dipimpin Prof. Toto Toharmat dan sivitas akademika IPB yang telah terlibat dalam proses pemilihan Rektor yang berjalan dinamis dan konstruktif.

“Yang terpenting, dalam proses pemilihan Rektor ini adalah menguatnya kesadaran akan pentingnya semua unsur sivitas akademika untuk bersatu dan berbagi peran dalam mengembalikan peran IPB dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang berbasis pertanian dan bahari di negeri ini,” ujar Chozin mengakhiri. (asy/nrl-Arifin Asydhad – detikNews)

Sumber: detik.com,  Jumat, 30/11/2012 10:16 WIB

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 0 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB