Home / Berita / M Nasir, Rektor Baru Universitas Diponegoro

M Nasir, Rektor Baru Universitas Diponegoro

Menumbuhkan budaya akademik di kalangan dosen dan mahasiswa menjadi tantangan Universitas Diponegoro. Hal itu dikemukakan Rektor Undip, Semarang, Sudharto P Hadi dan rektor terpilih Undip Mohammad Nasir di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/9).

Sudharto akan mengakhiri jabatannya pada 18 Desember 2014. M Nasir juga menargetkan semakin tingginya kegiatan penelitian di kalangan dosen dan mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan peringkat Undip di Indonesia ataupun di dunia semakin meningkat. Selain Undip, Universitas Negeri Semarang (Unnes) juga telah memilih rektor baru, yang merupakan rektor yang menjabat saat ini, yaitu Fathur Rokhman. Fathur mengatakan, Unnes sebagai lembaga pendidikan tinggi harus membuat inovasi dalam pembelajaran. (UTI)

Sumber: Kompas, 30 September 2014
————
Undip dan Unnes Punya Rektor Baru

Dua perguruan tinggi negeri ternama di Semarang, yakni Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (29/9), miliki rektor baru.

Undip akan dipimpin Profesor M Nasir dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) yang terpilih sebagai Rektor Universitas Diponegoro Semarang periode 2014–2018.

Prof Nasir terpilih melalui voting dengan mengumpulkan suara terbanyak yakni 148 suara, disusul Prof M Syarifuddin dari FEB (36 suara), dan Prof Purwanto dari Magister Ilmu Lingkungan (14 suara).

Sekretaris Senat Undip Prof Sunarso mengatakan, dalam pemilihan, senat memiliki porsi suara sebesar 65 persen, sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memiliki porsi suara sebesar 35 persen.

Total suara sebanyak 205 suara dengan pembagian 133 suara dari anggota senat Undip dan 72 suara dari Mendikbud yang diwakilkan Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud Patdono Suwignyo.

“Total suara untuk pilrek itu diperoleh dengan penghitungan melalui rumus 100:65 dikali 133 total pemilih ketemu 205. Dari 205 itu dikurangi 133 jadi porsi untuk Mendikbud sebanyak 72 suara,” kata Sunarso.

Rektor Undip Prof. Sudharto P. Hadi mengucapkan selamat atas terpilihnya Prof Nasir dan siap membantu melancarkan transisi kepemimpinan.

“Saya mengharapkan budaya akademik Undip ke depan di bawah kepemimpinan Pak Nasir makin meningkat, baik dosen maupun mahasiswa, terutama karya yang dipublikasi di tingkat internasional,” ujar Prof Sudharto.

Sementara itu, Prof Fathur Rokhman MHum terpilih menjadi Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) periode 2014-2018, setelah memperoleh 59 suara dari 107 suara senat dan kementerian.

Dua calon rektor lain yaitu Prof Dr Masrukhi MPd dan Dr Edy Cahyono MSi masing-masing memperoleh 34 dan 14 suara.

Dalam pemilihan yang digelar di Rektorat Kampus Sekaran, anggota senat yang hadir adalah 68 dari 73. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) berhak atas 35 persen suara atau 39.

prof. nasir2Sekretaris Ditjen Dikti Ir Patdono Suwignyo PhD yang bertindak sebagai utusan Mendikbud mengungkapkan, Rektor Unnes terpilih memiliki tantangan besar berkaitan dengan peningkatan mutu, akses, daya saing dan perbaikan tata kelola perguruan tinggi.

“Renstra Dikti 2015-2019 yang mengemuka adalah perguruan tinggi dapat melakukan inovasi demi daya saing bangsa. Maka, perguran tinggi harus terus berbenah,” katanya.

Fathur mengungkapkan, proses pemilihan belum selesai. Setelah ini, Senat akan mengirimkan laporan kepada Kementerian. Kementerian yang akan menentukan jadwal pelantikan.

“Izinkan saya untuk menyelesaikan masa kepemimpinan 2010-2014 yang sedang saya emban. Program di periode mendatang harus didasarkan pada keberhasilan periode ini,” tegasnya.

Sumber: beritasatu,  Senin, 29 September 2014
—————-
Prof. Nasir Nahkoda Undip yang Baru

Pemilihan Rektor baru Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memasuki tahap akhir. Melalui pemilihan langsung dalam rapat senat tertutup, Prof.Drs.M. Nasir, M.Si, PhD pun terpilih sebagai pemimpin baru Undip hingga empat tahun ke depan yakni perode 2014-2018.

Pada pemilihan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Prof.Drs. M. Nasir, M.Si, PhD terpilih sebagai rektor dengan jumlah suara sebanyak  148 dari dua kandidat lainnya. Sementara kandidat lain, yakni Prof. Dr .M .Syafruddin,Msi,Akt, meraih  36 suara dan Prof .Dr.Ir.Purwanto, DEA  mendapatkan 14 suara dan ada 7 anggota senat yang tidak hadir atau memberikan suaranya sehingga total jumlah suara 198 suara.

Seperti yang telah diberitakan ketiga  calon rektor Undip, telah diajukan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. ketiga calon rektor tersebut yakni Prof.Drs. M. Nasir, M.Si, PhD, Dr M Syafruddin,Msi,Akt,, dan dan Prof Dr.Ir.Purwanto, DEA dalam proses tersebut, sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 33 Tahun 2012 Pasal 7 huruf e tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor, menteri memiliki hak suara sebanyak 35 persen dan senat universitas 65 persen dalam memilih rektor.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undip Prof . Sunarso  menyampaikan, keseluruhan jumlah suara dalam pemilihan tersebut berjumlah 205 yang  terdiri dari 133 suara anggota senat universitas dan 72 suara dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh atau 35 persen dari total suara. Pelantikan rektor baru akan dilakukan bertepatan berakhirnya masa jabatan rektor saat ini, yakni bulan Desember pada tanggal 18 Desember 2014 bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan rektor periode 2010-2014,” ujarnya.

Sebagai Rektor Undip yang terpilih,  Prof. Nasir menyatakan akan menjalankan semua tugas sesuai aturan yang ada. “Pengembangan Undip untuk menuju universitas riset diantaranya adalah dengan meningkatkan budaya akademik, baik dosen maupun mahasiswa, juga mewujudkan Good University Governance, dimana Undip menjadi salah satu diantara beberapa PTN yang dipersiapkan menjadi PTN BH” terangnya. “Sedangkan pengembangan kemahasiswaan salah satunya ada komunitas-komunitas penelitian mahasiswa” lanjutnya. “Jabatan merupakan amanah tetapi yang terpenting adalah bagaimana upaya kita untuk meningkatkan riset dan pengembangan institusi untuk bisa divisitasi dunia” harapnya.

Sumber: undip.ac.id, 29 September 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: