Pengembangan Pengetahuan Staf Penting untuk Kolaborasi

- Editor

Selasa, 30 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berupaya meningkatkan peringkat perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia, hingga masuk jajaran kelas dunia. Salah satunya dengan mendorong staff mobility atau sarana pengembangan pengetahuan staf ke luar negeri.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, di sela-sela pelantikan Rektor Universitas Diponegoro Periode 2019-2024 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019), mengatakan, dosen dalam negeri didorong ke luar negeri atau sebaliknya, lalu kemudian melakukan kolaborasi.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Suasana pelantikan Rektor Universitas Diponegoro Periode 2019-2024 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nasir menuturkan, output dari staff mobility tersebut ialah riset dan inovasi. “Apabila staff mobility sudah masif maka riset akan semakin banyak. Terkait pendanaan, kami sudah mengajukan ke Presiden, yakni dana pengembangan pendidikan tinggi untuk menuju kelas dunia,” kata Nasir.

Ia menambahkan, student mobility bagi mahasiswa juga perlu terus didorong. Terkait ini, mahasiswa asing bisa ke Indonesia, karena urusan terkait visa tuntas, yakni dengan visa pelajar. Sementara untuk dosen yang hendak melakukan penelitian, tengah diupayakan dipermudah, dengan melibatkan sejumlah kementerian.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memberi pernyataan terkati keberlangsungan perkuliahan di daerah terdampak bencana, di kampus Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/10/2018). Kemenristek Dikti akan menyiapkan beasiswa.

Berdasarkan QS World University Ranking, UI kini menduduki peringkat ke-292 dunia, disusul ITB (359), UGM (391), Unpad (651-700), IPB (701-750), Unair (751-800), Undip (801- 1.000), dan ITS (801-1.000). UI, ITB, dan UGM diharapkan masuk 200 besar dan PTN-BH lainnya masuk 500 besar.

“Tiga perguruan tinggi ini (UI, ITB, dan UGM) didorong untuk masuk 200 besar. Sementara yang lain, seperti Undip, misalnya yang kini di angka 800, didorong untuk masuk 500 besar,” ujar Nasir.

Rektor Undip dilantik
Pada Jumat, Majelis Wali Amanat Undip melantik Yos Johan Utama sebagai Rektor Undip periode 2019-2024. Ini merupakan periode kedua Yos dalam memimpin Undip. Adapun dalam pemilihan rektor Undip kali ini, Yos, yang merupakan mantan Dekan Fakultas Hukum Undip, merupakan calon tunggal.

Yos menuturkan, pada 2015, Undip menempati urutan 10 pada pemeringkatan perguruan tinggi oleh Kemristekdikti. Lalu pada 2018 meningkat menjadi urutan 5. “Lima tahun mendatang menjadi tahun-tahun strategis untuk menentukan apakah Undip akan masuk daftar universitas kelas dunia,” ujarnya.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Rektor Universitas Diponegoro Periode 2019-2024, Yos Johan Utama (kanan) dilantik di kampus Undip, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019).

Penatakelolaan kampus
Menurutnya, sejumlah hal yang perlu ditingkatkan antara lain jumlah lektor kepala, mahasiswa asing, dan infrastruktur. Guna mewujudkan itu, diperlukan penata kelolaan universitas yang andal dan mapan serta ketersediaan sistem informasi. Selain itu, juga perencanaan anggaran yang semakin baik.

Ketua Majelis Wali Amanat Undip, Muliaman Hadad, mengatakan, untuk menjadi universitas berkelas dunia, penelitian dan pemikiran yang ada di Undip diharapkan tetap konsisten pada ciri dan kekhasan selama ini. Yakni, pengembangan lingkungan wilayah tropis, pantai pesisir, serta pengolahan sumber daya laut dan kemaritiman.

Salah satu contoh yakni penelitian yang telah dilakukan di bidang perencanaan kota, yang kemudian menyediakan perumahan layak huni di wilayah pesisir di Kabupaten Kendal. “Ini karena ada komitmen, dedikasi, dan sinergi antara pembuat kebijakan, penyandang dana, dan pengembang. Ini menjadi proyek percontohan di Indonesia,” katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, hilirisasi menjadi hal penting, sehingga hasil riset dan inovasi dapat lebih banyak dimanfaatkan masyarakat. Lebih jauh, bersama perguruan tinggi lainnya, mudah-mudahan ini menjadi kompetisi yang baik, untuk berkolaborasi membangun kemanusiaan.–ADITYA PUTRA PERDANA

Editor AGNES PANDIA

Sumber: Kompas, 29 April 2019

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 14 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB