Perguruan Tinggi Asing Diizinkan

- Editor

Selasa, 30 Januari 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perguruan tinggi di Indonesia terus diajak untuk menyiapkan diri menyambut globalisasi pendidikan dan revolusi industri keempat. Ada dua kebijakan pendidikan tinggi yang penting dan berdampak untuk memacu kualitas perguruan tinggi yang disiapkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mulai tahun ini.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, Senin (29/1), di Jakarta, mengatakan, pihaknya menyiapkan kebijakan baru tentang diizinkannya perguruan tinggi (PT) asing beroperasi di Indonesia. Kebijakan lainnya adalah pembukaan pendidikan jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang lebih masif.

”PT asing bukan ancaman, melainkan peluang untuk kemajuan PT di Indonesia. Tentu saja ada ketentuan-ketentuan khusus yang harus ditaati PT asing yang hendak beroperasi di Indonesia. Ketentuannya masih dalam pembahasan,” ujar Nasir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

–Kehadiran perguruan tinggi asing diharapkan memacu perguruan tinggi di Indonesia untuk membenahi mutu pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Menristek dan Dikti, PT asing yang diizinkan harus bekerja sama dengan PT di Indonesia. Program studi yang diizinkan untuk bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

”Lokasi beroperasinya PT asing juga dibatasi. Sebagai pilot project bisa satu di Jakarta dan satu di kota besar lain dulu sambil dikaji hasilnya. Nanti jumlahnya dibatasi, kira-kira 5-10 saja,” ujarnya.

Menurut Nasir, PT asing yang diizinkan beroperasi harus memiliki kualitas yang baik. Sejauh ini, PT asing yang berminat antara lain dari Australia dan Inggris.

Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo mengatakan, PT asing kelak tergolong PT swasta. Biaya kuliah tidak diatur pemerintah, tetapi disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa.

”Banyak mahasiswa Indonesia kuliah di luar negeri hingga puluhan ribu. Nanti ada peluang mereka bisa kuliah di PT asing idaman yang beroperasi di Indonesia,” katanya.

Menurut Patdono, PT negeri terus diperkuat untuk melayani mahasiswa Indonesia yang berpotensi. Biaya kuliah tetap dikontrol lewat uang kuliah tunggal.

”Kewajiban menyediakan kuota untuk minimal 20 persen mahasiswa miskin yang berpotensi juga harus dipenuhi,” ujar Patdono.

Era disrupsi
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mendorong terus bertambahnya PT negeri di Indonesia yang masuk dalam ranking 500 dunia (saat ini baru UI, ITB, dan UGM), termasuk pula mengejar akreditasi dan reputasi internasional.

”Perubahan yang terjadi pada era disrupsi teknologi, inovasi, dan revolusi industri 4.0 menuntut pembenahan dalam PT di Indonesia. Kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul karena kebutuhan tenaga kerja dengan kualitas tinggi semakin tinggi ke depannya,” ujar Nasir.

Terkait profesor asing, Kemristek dan Dikti mengupayakan agar tak diwajibkan mengantongi izin kerja. Mereka dikategorikan datang dalam rangka kolaborasi dengan PT Indonesia. Masa tinggal bisa disesuaikan, 2-3 tahun.

Bahkan, menurut Nasir, Presiden Joko Widodo meminta agar Indonesia membiayai seribu profesor asing untuk membantu peningkatan PT di Indonesia. Namun, untuk tahun ini direncanakan sekitar 200 orang. (ELN)

Sumber: Kompas, 30 Januari 2018

Informasi terkait

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Berita ini 46 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 20:13 WIB

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB

Artikel

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:13 WIB

Artikel

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:33 WIB

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB