Kehadiran Dosen Asing Dibutuhkan

- Editor

Selasa, 17 April 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kehadiran dosen asing di Indonesia dibutuhkan jika Indonesia ingin mengembangkan perguruan tinggi berkelas dunia. Hadirnya dosen asing bermutu yang bereputasi internasional diharapkan dapat mendongkrak mutu perguruan tinggi di dalam negeri.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir seusai kunjungan ke Universitas Terbuka di Tangerang Selatan, Senin (16/4/2018), mengatakan, adanya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang baru terbit menjadi peluang untuk mendatangkan dosen asing yang dibutuhkan perguruan tinggi.

”Dalam perankingan perguruan tinggi berkelas dunia, ada indikator dosen dan mahasiswa internasional. Di perguruan tinggi harus ada dosen dan mahasiswa asing, serta dosen dan mahasiswa Indonesia juga ke perguruan tinggi luar negeri,” kata Nasir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan ancaman
Nasir mengatakan, masuknya dosen asing jangan dilihat sebagai ancaman. Hal itu justru sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi dalam negeri.

Ia menambahkan, dengan aturan baru, diharapkan dosen asing bisa satu-dua tahun mendampingi pengembangan kualitas PT di Indonesia. Untuk itu, dosen asing yang diundang harus memiliki reputasi internasional agar mampu membantu peningkatan publikasi ilmiah internasional dan jaringan kerja sama internasional.

Menurut Nasir, kerja sama dengan dosen asing terbukti mampu mendongkrak publikasi ilmiah internasional Indonesia. Salah satunya lewat program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul, publikasi internasional bersama antara dosen asing dan mahasiswa meningkat.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kemristek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti, menjelaskan di Asia Tenggara, jumlah dosen Indonesia terbilang banyak. Namun, kualitasnya masih tertinggal. Dari sekitar 265.000 disen di 4.538 perguruan tinggi, dosen yang bergelar doktor sebanyak 37.543 orang. Adapun yang bergelar magister sebanyak 189.651 orang, sisanya bergelar S1.

“Yang profesor sebanyak 5.350 orang. Produktivitas publikasinya pun belum sesuai yang diharapkan,” kata Ghufron.

Menurut Ghufron, kemitraan dengan dosen asing, terutama yang profesor dan peraih nobel, diyakini bermanfaat untuk mendongkrak mutu pendidikan tinggi. Selama ini, dikembangkan sejumlah kerja sama dengan profesor bereputasi internasional, baik profesor asing maupun diaspora.

Sementara itu, Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono mengatakan, dosen asing yang ada di UGM mengajar untuk jangka waktu tertentu dengan dana dari sponsor mitra luar negeri. Hal ini bisa diwujudkan karena UGM memiliki kerja sama dengan mitra luar negeri untuk kegiatan pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, penelitian bersama, bahkan menerima mahasiswa asing yang ikut kuliah kerja nyata bersama mahasiswa UGM.
Keberadaan dosen asing bukan sebagai dosen tetap di UGM, melainkan mereka mengajar dalam kurun waktu tertentu. (ELN)–ESTER LINCE NAPITUPULU

Sumber: Kompas, 17 April 2018

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 28 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB