Home / Berita / Penggunaan Telepon Pintar Sekitar 5,5 Jam

Penggunaan Telepon Pintar Sekitar 5,5 Jam

Rata-rata pengguna menggunakan telepon pintar sekitar 5,5 jam per hari. Laman atau aplikasi e-dagang adalah fasilitas yang kerap digunakan pemilik telepon pintar. Akan tetapi, mesin pencari juga tetap digunakan.

Country Industry Head Google Incorporation Henky Prihatna, dalam diskusi “Kebiasaan Digital Masyarakat Perkotaan di Indonesia”, Kamis (3/9), di Jakarta, mengatakan, pihaknya bersama GfK melakukan sebuah survei dengan responden warga Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Hasilnya adalah sebanyak 61 persen responden mengaku menggunakan ponsel pintar selama rata-rata 5,5 jam per hari.

Responden menggunakan 16 aplikasi dan laman bergerak (mobile web) 46 kali setiap hari. Meski demikian, mereka selalu menggunakan mesin pencari untuk memudahkan referensi produk yang ditawarkan pemilik usaha e-dagang sebelum mereka masuk ke laman bergerak (mobile web) atau aplikasi tujuan.

Pola lainnya adalah pengguna aplikasi melakukan pencarian produk di aplikasi e-dagang. Ketika tidak puas, mereka kembali memanfaatkan mesin pencari guna menelusuri aplikasi e-dagang dari kompetitor usaha.

“Kami mengategorikan kebiasaan belanja konsumen di sektor industri perjalanan, pakaian, dan perawatan rambut. Kombinasi antara mesin pencari, situs ritel, dan aplikasi adalah sumber responden untuk belanja,” ujar Henky.

Vice President Elevenia Madeleine Ong berpendapat, kebiasaan digital ini sudah mulai dilihat Elevenia sejak setahun lalu. Situs e-dagang yang dimiliki PT XL Axiata Tbk dan SK Planet Korea Selatan ini telah mempunyai media penjualan melalui situs di perangkat PC, laman bergerak, dan aplikasi.

Besarnya penjualan melalui situs bergerak dan aplikasi berkisar ratusan ribu. Sebanyak satu juta orang telah mengunduh aplikasi Elevenia.

“Strategi pemasaran produk melalui situs bergerak dan aplikasi memiliki perbedaan. Untuk aplikasi, kami harus mengembangkan tampilan toko yang sederhana, menarik, dan ringan untuk diakses,” ujar Madeleine. Hal ini disebabkan gaya mereka berbelanja, yakni mencari, klik, dan beli produk.

Meski begitu, untuk menarik lebih banyak konsumen, perusahaan tetap perlu melakukan promosi tentang keberadaan aplikasi. Kesadaran masyarakat dinilai masih kurang.

Keamanan data
Manfaat berupa efisiensi dan peningkatan produktivitas yang didapatkan berkat teknologi seperti keberadaan perangkat bergerak atau perangkat yang terhubung ke internet juga memunculkan tantangan yang tidak kalah serius. Keamanan data menjadi hal penting mengingat makin banyak cara dan kanal untuk melancarkan serangan siber.

“Kasus yang tercatat di Indonesia belum signifikan secara global, salah satunya karena penetrasi internet yang mencapai 34 persen. Tetapi ini adalah persoalan waktu karena pasti akan terjadi,” kata Senior Vice President Symantec untuk Asia Pasifik dan Jepang Sanjay Rohatgi di Jakarta. (MED/ELD)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 September 2015, di halaman 20 dengan judul “Penggunaan Telepon Pintar Sekitar 5,5 Jam”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: