Home / Berita / Peluang Terbuka Lebar, Keahlian Pengelasan dan Otomasi Dipacu

Peluang Terbuka Lebar, Keahlian Pengelasan dan Otomasi Dipacu

Seiring perkembangan zaman, teknologi, dan pembangunan infrastruktur, tenaga ahli tersertifikasi di berbagai bidang, termasuk teknik pengelasan dan otomasi industri, akan banyak dibutuhkan. Lewat pendidikan vokasi, peluang tersebut coba ditangkap.

Hal tersebut antara lain terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang terus mengembangkan pendidikan vokasi, melalui sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK). Itu juga tak terlepas dari pembinaan pihak swasta, termasuk Djarum Foundation pada SMK-SMK di Kudus. Saat ini, Djarum memiliki 16 SMK binaan di Kudus.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Suasana gedung pengelasan (welding shop) di SMK NU Maarif di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2018). Welding shop yang kemarin diresmikan merupakan buah kerja sama Djarum Foundation serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dalam upaya mencetak tenaga ahli pengelasan yang diakui internasional.

Terbaru, Djarum Bakti Pendidikan Foundation, bersama Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) serta Kampuh Welding Indonesia memberikan dukungan untuk mencetak tenaga ahli pengelasan dan otomasi. Pada Selasa (22/1/2019), sarana pendukung pendidikan vokasi diresmikan di SMK NU Maarif Kudus.

Bupati Kudus Tamzil mengatakan, dengan digagas oleh swasta, pihaknya mendorong agar upaya serta fasilitas serupa diduplikasi di sekolah-sekolah lain. ”Dengan demikian bisa menyebar. Ini lompatan besar untuk mencetak SDM yang memiliki daya saing,” ujar Tamzil.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Penandatanganan kerja sama di sela-sela peresmian gedung pengelasan (welding shop) di SMK NU Maarif di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2018). Welding shop yang kemarin diresmikan merupakan buah kerja sama Djarum Foundation serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dalam upaya mencetak tenaga ahli pengelasan yang diakui internasional.

Ia menambahkan, berkembangnya kebutuhan dunia industri, sejumlah jurusan atau paket keahlian yang spesifik memiliki peluang lebih besar. SDM bersertifikasi dari pendidikan vokasi bukan lagi mencari kerja, tetapi dicari industri.

Pada Selasa, gedung pengelasan, yang dilengkapi mesin-mesin canggih diresmikan di SMK NU Maarif Kudus, seperti mesin bending, shearing, dan pemotong pelat baja. Selain itu, diresmikan juga laboratorium otomasi untuk keahlian teknik otomasi industri.

Country Representative Asian Welding Federation (AWF) M Moenir mengatakan, saat ini ada sekitar 500.000 tenaga pengelasan di Indonesia. Namun, hanya 10 persen yang memiliki sertifikasi dan diakui dunia internasional. Padahal, kebutuhan tenaga ahli cukup tinggi.

”Dengan laju pertumbuhan proyek infrastruktur yang masif saat ini, masih dibutuhkan 50.000 tenaga ahli pengelasan yang tersertifikasi,” ujar Moenir. Adapun sejumlah proyek yang membutuhkan SDM di bidang itu antara lain pembangkit listrik 35.000 megawatt, kilang minyak lepas pantai, dan pembangunan galangan kapal.

Dengan laju pertumbuhan proyek infrastruktur yang masif saat ini, masih dibutuhkan 50.000 tenaga ahli pengelasan yang tersertifikasi.

Kualitas SDM
Presiden Direktur PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Kazuhisa Miyagawa menuturkan, dukungan diberikan dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. Pemberian keterampilan teknis (vokasi) kepada para siswa SMK pun terus digencarkan.

Ia berharap, hal tersebut akan meningkatkan pengalaman belajar para siswa, dan memberi kesempatan untuk bekerja dengan peralatan canggih. ”Dengan demikian, keterampilan yang dimiliki relevan di dunia kerja. Ini penting dalam pengembangan generasi muda,” ujar Kazuhisa.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Para siswa SMK NU Maarif Kudus bersiap mengelas di gedung pengelasan (welding shop) sekolah tersebut di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2018). Welding shop yang kemarin diresmikan merupakan buah kerja sama Djarum Foundation serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dalam upaya mencetak tenaga ahli pengelasan yang diakui internasional.

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi Serad menjelaskan, kolaborasi antara pihaknya, SMBC, dan Kampuh Welding merupakan contoh bagaimana dunia industri turut membantu kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia.

Diharapkan, akan lahir banyak tenaga ahli pengelasan sebagai fondasi kuat bagi Indonesia menuju negara yang berdaya saing tinggi dalam perekonomian dunia. ”Tenaga ahli seperti ini (pengelasan dan otomasi) masih jarang, tetapi dibutuhkan Indonesia dan dunia,” ujar Primadi.

Pada paket keahlian teknik pengelasan di SMK NU Maarif Kudus, siswa yang telah mengenyam pendidikan selama tiga tahun akan mendapat sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi Indonesia (BNSP) dan Nippon Kaiji Kyokai (Class NK) dari Jepang.

Kepala SMK NU Maarif Kudus Akhmad Nadlib menuturkan, saat ini, teknik pengelasan sudah memiliki tiga angkatan, yang masing-masing terdiri dari 36 siswa. ”Kami membuka jurusan ini, juga otomasi industri, karena melihat peluang yang luas, berdasarkan permintaan dari industri,” ujar Nadlib.–ADITYA PUTRA PERDANA

Editor GREGORIUS FINESSO

Sumber: Kompas, 22 Januari 2019

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: