Sekolah kejuruan; Indonesia-Tiongkok Berkolaborasi

- Editor

Senin, 9 Juni 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi penyelenggaraan pendidikan kejuruan atau vokasi bidang teknologi sekolah menengah kejuruan antara Indonesia dan Tiongkok difasilitasi Organisasi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara Bidang Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (SEAMOLEC).

Sebanyak 40 kepala sekolah menengah kejuruan beserta beberapa dari perguruan tinggi, Minggu (8/6), tiba di Beijing, Tiongkok, guna menjajaki peluang kolaborasi dengan beberapa lembaga terkait.

”Orientasinya pada perluasan lapangan kerja di Indonesia yang harus dimulai dari pendidikan vokasi di SMK (sekolah menengah kejuruan). Kolaborasi dengan Tiongkok membuka peluang itu,” kata Direktur SEAMOLEC Gatot Hari Priowirjanto, di Beijing, kemarin, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Nawa Tunggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa lembaga terkait di Tiongkok meliputi Beijing Institute of Technology, Nanjing Institute of Railways Technology, Jiangsu Agrianimal Husbandry University, Jiangsu Institute of Commerce, dan Wuxi Institute of Technology. Kunjungan ini berlangsung hingga 13 Juni 2014 nanti.

Produk-produk Tiongkok saat ini hampir menguasai pasar Indonesia dan negara-negara lain di dunia. Menurut Gatot, setidaknya melalui kolaborasi pendidikan vokasi, sebagian rantai produksi Tiongkok dapat dialihkan di Indonesia.

Ahli Pengembang Bisnis SEAMOLEC, Joko Sutrisno, mengatakan, belum lama ini sudah dimulai kolaborasi pendidikan dengan Tiongkok yang melibatkan 200 SMK di Indonesia. Pendidikannya berupa perakitan komputer jinjing.

”Selama ini hanya Tiongkok yang bersedia terbuka untuk kolaborasi pendidikan vokasi teknologi. Kerja sama seperti ini tidak mudah dijalin dengan negara-negara produsen teknologi lainnya, seperti Jepang, Korea, ataupun Eropa dan Amerika Serikat,” kata Joko.

Turunkan harga
Kemampuan perakitan laptop atau notebook, menurut Joko, ditargetkan untuk menurunkan harga sampai Rp 1,5 juta per unit. Ini terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan peserta pendidikan vokasi sehingga bisa tercapai setiap siswa memiliki laptop.

”Penggunaan komputer sangat memudahkan proses pendidikan vokasi,” kata Joko.

Kepala SMK Negeri 2 Malang, Jawa Timur, Bagus Gunawan, mengatakan, SEAMOLEC dalam setahun terakhir sudah memfasilitasi proses digitalisasi bahan ajar untuk pendidikan vokasi kesehatan dan keperawatan. Fasilitas komputer bagi setiap peserta pendidikan memang masih perlu ditingkatkan.

Sumber: Kompas, 9 Juni 2014

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 27 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB