Paus Pembunuh Keluyuran di Perairan Anambas, Kepulauan Riau

- Editor

Sabtu, 25 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang nelayan merekam kemunculan paus pembunuh atau orca di sekitar Taman Wisata Perairan Anambas, Kepulauan Riau. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan membenarkan kabar itu.

ALDI PRATAMA—Paus pembunuh atau orca, mamalia laut yang biasa ditemukan di perairan subtropis, terekam juga muncul di perairan tropis, tepatnya perairan Anambas, Kepulauan Riau. Gambar ini diambil dari video yang direkam Aldi Pratama, nelayan Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas pada 30 Maret 2020.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan membenarkan informasi terkait kemunculan paus pembunuh atau orca di sekitar Taman Wisata Perairan Anambas, Kepulauan Riau. Ini menambah sederet kemunculan mamalia laut yang sebelumnya diketahui hanya muncul di perairan subtropis. Di Indonesia, paus ini pernah dilaporkan muncul di perairan Gorontalo dan Raja Ampat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena langka yang terekam video di sekitar TWP Anambas tersebut terbilang langka. Video tersebut direkam dari kamera ponsel Aldi Pratama, nelayan Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada 30 Maret 2020. Unggahan ini sempat viral dan menjadi perbincangan di media sosial.

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru kemudian menelusuri kebernaran informasi tersebut. Setelah mengecek ke Aldi Pratama, LKKPN Pekanbaru membenarkan keaslian video yang beredar di media sosial. Ia mengaku merekamnya sekitar pukul 12.00 dan terlihat tujuh ekor orca.

Dalam siaran pers KKP, Jumat (24/4/2020), Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono menjelaskan kemunculan orca di sekitar TWP Anambas yang memiliki luas 1,2 juta ha tersebut mengindikasikan wilayah setempat memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi. ”Sangat tepat bila wilayah ini perlu dilindungi dan dijadikan kawasan konservasi dengan fokus pengembangan konservasi berbasis ekowisata di belahan barat NKRI, ini menjadi peluang bagi Pemerintah,” kata dia.

Dengan pertimbangan ini, ia mendorong agar Provinsi Kepulauan Riau mengalokasikan sebagian ruangnya untuk konservasi. Ini bisa dilakukan pemda setempat dengan menuangkannya dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).

KKP menyatakan kemunculan orca di perairan Anambas perlu mendapat perhatian dan didukung dengan penelitian lebih lanjut karena merupakan fenomena yang langka dan dapat memperkaya data konservasi perairan Indonesia. ”Munculnya orca di perairan Anambas bisa menjadi indikasi bahwa wilayah perairan tersebut subur, banyak sumber makanan yang pada gilirannya dapat meningkatkan sumberdaya perikanan sebagai sumber pangan. Sesuai dengan target SDGs 14 artinya Indonesia memiliki asset pangan yang baik,” tutur Aryo.

ALDI PRATAMA–Paus pembunuh atau orca, mamalia laut yang biasa ditemukan di perairan subtropis, terekam juga muncul di perairan tropis, tepatnya perairan Anambas, Kepulauan Riau. Gambar ini diambil dari video yang direkam Aldi Pratama, nelayan Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas pada 30 Maret 2020.

Penghargaan untuk nelayan perekam
Fajar Kurniawan, Kepala LKKPN Pekanbaru, menyampaikan bahwa ke depan, pihaknya akan membuat data spasial seluruh informasi dan laporan masyarakat yang telah terverifikasi. Ia pun berencana memberikan sertifikat penghargaan terhadap Aldi atas perannya dalam memberikan data dan informasi yang memperkaya informasi konservasi di TWP Anambas.

Orca atau disebut juga paus pembunuh merupakan jenis mamalia laut yang masih berkerabat dengan lumba-lumba dalam keluarga Delphinidae. Hewan berwarna hitam putih ini tumbuh hingga mencapai 9,8 meter dengan berat 11 ton. Saat ini Orca masih masuk dalam kategori Data Deficient (Informasi Kurang) dalam daftar merah International Union of Conservation Nature (IUCN).

Orca banyak ditemukan pada perairan yang lebih dingin. Namun, kemunculan Orca di Indonesia sempat tercatat juga di Gorontalo (2019), Maratua (Derawan, Kalimantan Timur, 2018), Selat Makassar (2014), serta terlihat setiap tahun di Bali, Maluku, Raja Ampat (Papua Barat), dan Laut Sawut (Nusa Tenggara).

Secara terpisah, Dharmadi, peneliti pada Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP menduga pengaruh iklim global menyebabkan orca mengalami disorientasi. Selain itu perairan Indonesia juga diketahui memiliki kelimpahan sumber daya ikan sehingga membuat orca bermigrasi untuk mencari makan ke perairan tropis. Kejadian perilaku Orca mencari makan di perairan Indonesia juga tercatat pada penelitian yang berlokasi di Laut Sawu pada bulan Juli dan Desember 2019.

Dari sudut pandang oseanografi, Widodo Pranowo peneliti bidang oseanografi BRSDM KKP menjelaskan bahwa ikan yang menjadi mangsa orca memerlukan daya dukung hidup, seperti plankton yang melimpah. Namun konsentrasi khlorofil sesaat Laut Kepulauan Anambas pada tanggal 1-6 April 2020 diprediksi hanya sekitar 0,2 – 0,4 miligram per meter kubik. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi khlorofil secara realita di Perairan Laut Anambas hanya menyediakan 20 persen dari teori yang ada.

Oleh ICHWAN SUSANTO

Editor: ILHAM KHOIRI

Sumber: Kompas, 24 April 2020

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 17 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB