Kemunculannya di Gorontalo Diteliti

- Editor

Selasa, 12 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah peneliti meneliti kemunculan sejumlah ikan hiu paus di Perairan Bone Pesisir, Gorontalo. Uji genetika dan kajian perilaku fauna laut dilindungi itu diperlukan guna mengetahui kekerabatan populasi dan migrasinya.

“Kami punya data (hiu paus) di Luwu yang akan dibandingkan dengan data di Gorontalo. Kalau genetika sama, berarti satu populasi,” kata Mahardika Rizqi Himawan dari Whale Shark Indonesia dan peneliti hiu paus di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Senin (11/4), di Bogor.

Selasa ini, ia bergabung dengan sejumlah peneliti yang telah berada di Gorontalo. Di lokasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menurunkan tim peneliti yang dipimpin Prof Krismono dari Badan Penelitian dan Pengembangan KKP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kajian keberadaan hiu paus di Gorontalo itu bisa mengetahui kekerabatan atau relasi hiu paus di Teluk Tomini dengan hiu paus di Filipina yang telah menjadi destinasi wisata khusus. Jenis ikan terbesar di laut itu dikenal sebagai penjelajah samudra.

Di Gorontalo, hiu berkulit keras dan bertotol-totol putih sejak beberapa hari terakhir ini menjadi daya tarik wisatawan. Sayangnya, atraksi itu masih disuguhkan massal. Minggu kemarin, menurut Verrianto Madjowa, Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia di Gorontalo, sekitar 50 kapal wisata memadati areal itu.

“Hiu paus yang seminggu terakhir sering terlihat di Perairan Bone Pesisir, Teluk Tomini, sangat membutuhkan perhatian dari sisi ekologi, bukan wisata saja,” katanya. Wisata massal seperti itu akan sangat mengganggu kehidupan hiu paus.

Penelitian di Oslo-Cebu, Filipina, pada 2012, menunjukkan, pemberian makan menyebabkan hiu paus mengasosiasikan manusia dengan sumber makanan sehingga mereka akan cenderung berenang mendekati manusia. “Ini yang terjadi di Botubarani. Hiu paus mendekati perahu dari lokasi pemberian makan. Mulutnya yang besar langsung dibuka didekat perahu,” katanya.

Mahardika mengatakan, keberadaan munggiango hulalo, nama lokal hiu paus di Gorontalo tersebut, istimewa. Sebab, lokasinya hanya 30 menit dari Kota Gorontalo dan sangat dekat dengan pantai. Ini menjadikannya wisata massal yang akan sulit dikendalikan jika terlambat penanganannya.

Di Indonesia, kemunculan hiu paus telah dikenal di Teluk Cenderawasih (Papua) dan Probolinggo (Jawa Timur). Akhir-akhir ini, hiu paus pun muncul di Talisayang (Berau, Kaltim) dan Pulau Weh Sabang (Aceh). (ICH)
——————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 April 2016, di halaman 14 dengan judul “Kemunculannya di Gorontalo Diteliti”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB