Home / Berita / Paus Pembunuh Terekam di Gorontalo

Paus Pembunuh Terekam di Gorontalo

Orca (Orcinus orca)atau paus pembunuh yang dikenal lewat film Free Willy ternyata juga menghuni perairan Indonesia, khususnya Gorontalo. Keberadaannya dibuktikan lewat video yang direkam nelayan setempat.

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, predator bagi fauna besar di lautan itu terperangkap jaring nelayan. Ketika menyadari paus sepanjang 8 meter atau berusia dewasa ini tersangkut jaring, beberapa nelayan tradisional turun ke laut untuk membebaskannya.

Video yang beredar di media sosial itu diambil Yunus Besi (17), nelayan Bone Bolango, di Gorontalo pada 20 November 2016. File itu awalnya tersimpan rapi di ponselnya karena sang tuan kapal melarang untuk menyebarkannya. Hingga kemudian koleganya di Manado, Sulawesi Utara, meminta file video itu dan mengunggahnya di media sosial tiga hari lalu.

“Saya awalnya larang video disebar karena takut ada masalah dengan Polairud,” kata Ansar Rahman, pemilik kapal, Selasa (21/2), di Kabila Bone, Bone Bolango.

Ia menuturkan, saat itu seperti hari-hari biasa, sekitar pukul 06.00, nelayan-nelayannya menggelar jaring perangkap ikan ochi/kembung dan cakalang di perairan sekitar 20 kilometer dari Botubarani ke arah Pantai Olele. Saat menarik jaring, baru terlihat paus itu tersangkut. “Saya ditelepon kapten kapal ada paus tersangkut. Saya bilang agar lepaskan hidup-hidup. Potong saja jaringnya,” kata Ansar.

Dalam fanpage Facebook, Whalestranding Indonesia ikut mengunggah video ini sejak 19 Februari 2017. Hingga semalam, video itu dilihat 97.000 pengunjung. Banyak apresiasi dan pujian dilayangkan karena nelayan Gorontalo tampak berjibaku melepas kembali paus itu.

Putu Liza Mustika, Koordinator Whalestranding Indonesia, mengatakan, keberadaan Orca di Gorontalo ataupun di Teluk Tomini minim informasi. Di Indonesia, orca pun dijumpai di Raja Ampat, Kaimana (Papua Barat), dan Komodo (NTT).

Namun, beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan bukti foto perjumpaan dengan orca saat menyelam di Gorontalo. “Ada kemungkinan orca semi-resident di Teluk Tomini,” kata Putu Liza yang sedang menjadi peneliti di James Cook University, Australia.

Putu Liza memastikan orca tidak berbahaya. Meski predator ini terkenal sebagai pemangsa fauna besar, seperti lumba-lumba, anjing laut, hiu, dan sesama paus, tidak pernah ada catatan insiden orca menyerang manusia. Namun, mengingat terdapat beberapa daerah di Indonesia yang ternyata menjadi habitat ataupun perlintasan orca, ia mendorong agar dibuat aturan main, seperti yang telah diterbitkan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan interaksi dengan hiu paus (Rhincodon typus).

Verrianto Madjowa, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia, yang dihubungi di Gorontalo mengatakan, bukti keberadaan orca ini menambah nilai penting perairan Teluk Tomini. Gorontalo dalam 1-2 tahun terakhir juga dikenal dengan kemunculan hiu paus di perairan Botubarani, sekitar 20 menit dari Kota Gorontalo. Kedua fauna berukuran besar ini membutuhkan pasokan pakan yang sangat tinggi. Itu menunjukkan perairan setempat kaya akan sumber makanan laut. (ICH)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 Februari 2017, di halaman 13 dengan judul “Paus Pembunuh Terekam di Gorontalo”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim ...

%d blogger menyukai ini: