Paus Seguni yang Pernah Mampir ke Nusantara

- Editor

Sabtu, 7 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus seguni adalah mamalia yang masuk dalam keluarga lumba-lumba (Delphinidae). Dalam catatan pemberitaan harian Kompas sejak terbit 28 Juni 1965, hanya beberapa berita tentang kemunculan paus seguni di Nusantara.

Setiap tanggal 14 Juli, para aktivis pecinta paus seguni (Orcinus orca) memperingati Hari Paus Seguni Sedunia (World Orca Day) sebagai penanda perlindungan satwa liar tersebut. Paus seguni tercatat pernah mampir ke perairan Nusantara.

ALDI PRATAMA—-Paus seguni (Orcinus orca), mamalia laut yang biasa ditemukan di perairan subtropis, terekam juga muncul di perairan tropis, tepatnya perairan Anambas, Kepulauan Riau. Gambar ini di-capture dari video yang direkam Aldi Pratama, nelayan Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas pada 30 Maret 2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah melindungi paus seguni dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Dalam klasifikasi dunia satwa, paus seguni adalah mamalia yang masuk dalam keluarga lumba-lumba (Delphinidae).

Dalam catatan pemberitaan harian Kompas sejak terbit 28 Juni 1965, hanya beberapa berita tentang kemunculan paus seguni di perairan Nusantara. Selebihnya adalah kemunculan paus seguni di belahan dunia lain, termasuk di perairan Puget Sound, di perairan lepas pantai Seattle, Amerika Serikat.

Di Puget Sound, seperti pernah dikunjungi penulis 6 September 2019, paus seguni menjadi tontonan wisatawan mancanegara

Paus pembunuh adalah nama yang populer dari paus seguni. Aktivis konservasi satwa lebih memilih nama paus seguni atau orca dibandingkan paus pembunuh yang mengesankan kesadisan.

Di Indonesia, beberapa provinsi yang pernah dikunjungi paus seguni di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Papua Barat, dan Riau. Hal itu setidaknya wilayah seperti yang diberitakan di harian Kompas.

Catherine K Winata, mantan anggota tim monitoring The Nature Conservancy di Taman Nasional Komodo (TNK), menulis di harian Kompas 20 Desember 2002, dengan judul “Mengendus Paus Di Taman Nasional Komodo”.

Ia menuliskan, dari pemantauan yang dilakukan di TNK sejak tahun 1999 hingga 2002, tercatat beberapa jenis paus dan lumba-lumba yang telah teridentifikasi di perairan TNK, termasuk paus seguni. Hanya itu yang yang diceritakan tentang paus seguni di tulisannya, selebihnya ia banyak bercerita tentang jenis paus lain.

Berita lain tentang paus seguni dilaporkan wartawan harian Kompas Ichwan Susanto dalam beritanya berjudul “Paus Pembunuh Terekam di Gorontalo” pada 22 Februari 2017.

Dalam berita itu dilaporkan, paus seguni muncul dalam video berdurasi 2 menit 50 detik. Paus seguni terperangkap jaring nelayan. Ketika menyadari paus sepanjang 8 meter atau berusia dewasa ini tersangkut jaring, beberapa nelayan tradisional turun ke laut untuk membebaskannya. Video yang beredar di media sosial itu diambil Yunus Besi (17), nelayan Bone Bolango, di Gorontalo pada 20 November 2016.

Putu Liza Mustika, Koordinator Whalestranding Indonesia, mengatakan, keberadaan paus seguni di Gorontalo ataupun di Teluk Tomini minim informasi. Di Indonesia, paus seguni juga dijumpai di Raja Ampat, Kaimana (Papua Barat), dan Komodo (NTT).

Namun, beberapa waktu lalu, Liza mendapatkan bukti foto perjumpaan dengan orca saat menyelam di Gorontalo. ”Ada kemungkinan orca semi-resident (penghuni sementara) di Teluk Tomini,” kata Liza.

Harian Kompas 25 April 2021 melaporkan, Aldi Pratama, nelayan Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, pada 30 Maret 2020 sekitar pukul 12.00 merekam kemunculan paus seguni di Taman Wisata Perairan (TWP) Anambas.

Video yang merekan tujuh ekor paus seguni itu sempat viral di media sosial. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional membenarkan video itu setelah mengecak langsung ke Aldi.

Dalam siaran pers KKP yang dikutip Ichwan Susanto, Jumat (24/4/2020), Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono menjelaskan, kemunculan paus seguni di sekitar TWP Anambas seluas 1,2 juta hektar tersebut mengindikasikan wilayah setempat memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi. ”Wilayah ini perlu dilindungi dan dijadikan kawasan konservasi,” katanya.

Hari Paus Seguni Sedunia 14 Juli ini menjadi momentum betapa perairan Indonesia kaya keanekaragaman satwa liar.

Oleh SUBUR TJAHJONO

Editor: SUBUR TJAHJONO

Sumber: Kompas, 15 Juli 2021

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 1 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB