Musik Elektronik Bantu Usir Nyamuk Aedes Aegypti

- Editor

Kamis, 4 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alunan musik elektronik, khususnya genre dubstep, bisa mencegah gigitan nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti. Studi yang dilakukan sejumlah peneliti lintas negara itu menunjukkan nyamuk yang terpapar musik elektronik menjadi lebih jarang menyerang manusia dan bereproduksi.

Dubstep adalah aliran musik dance elektronik yang berasal dari selatan London, Inggris dan mulai berkembang tahun 1990-an. Dalam uji ini, musik dubstep yang diujikan berasal dari lagu ‘Scary Monsters And Nice Sprites’ karya penyanyi Amerika Serikat, Skrillex.

USDA–Nyamuk Aedes aegypti menggigit manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti dikutip dari BBC, Senin (1/4/2019), lagu yang memenangkan Anugerah Grammy 2012 untuk Album Dance/Elektronik Terbaik itu memadukan suara dengan frekuensi yang sangat rendah dan frekuensi sangat tinggi sekaligus.

Pada banyak binatang, suara dan penerimaan suara sangat memengaruhi reproduksi, kemampuan bertahan hidup, dan kemampuan menjaga populasi mereka. Sedang pada serangga, getaran suara dengan frekuensi rendah mendorong mereka berinteraksi seksual, tetapi munculnya suara gangguan, seperti dari suara dengan frekuensi tinggi, bisa mengganggu persepsi mereka.

Nyamuk memang memiliki kemampuan merespon suara dengan rentang frekuensi besar. Bahkan, nyamuk jantan dan betina harus menyelaraskan nada suara yang dihasilkan saat terbang. Namun, dampak musik pada nyamuk tersebut belum diteliti.

Perilaku nyamuk
Untuk melihat dampak musik itu, para peneliti dari sejumlah negara yang dipimpin Hamady Dieng dari Institut Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Lingkungan (Institut Kepelbagaian Biologi dan Pemuliharaan Alam Sekitar) Universitas Malaysia Sarawak, Malaysia meneliti pengaruh musik tersebut terhadap perilaku seksual nyamuk Aedes aegypti.

Perilaku nyamuk Aedes aegypti yang ingin dilihat adalah cara mereka mencari makan, menyerang manusia, dan perilaku seksualnya. Peneliti Indonesia yang terlibat dalam riset ini adalah Erida Wydiamala dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Hasil yang dipublikasikan di jurnal Acta Tropica, 25 Maret 2019 itu menemukan nyamuk Aedes aegypti betina yang tidak terpapar musik elektronik itu lebih awal menggigit manusia dibanding nyamuk yang terpapar jenis musik tersebut. Artinya, nyamuk yang terpapar musik menjadi makin lambat menyerang manusia. Selain itu, nyamuk yang terpapar musik juga lebih jarang menggigit manusia.

“Paparan musik elektronik itu menunda respon nyamuk untuk menggigit manusia,” tulis peneliti seperti dikutip di sciencedirect.com.

Selama musik dari lagu ‘Scary Monsters And Nice Sprites’ itu diperdengarkan, transfer darah dari nyamuk yang mengandung virus dengue ke manusia menjadi lebih rendah. Proses reproduksi nyamuk juga menjadi terganggu karena nyamuk jadi lebih jarang kawin. Lebih lanjut, kondisi itu akan mengganggu regenerasi nyamuk.

Studi ini, menurut peneliti, memberikan gambaran tentang sensitivitas pendengaran nyamuk Aedes aegypti terhadap suara musik elektronik bisa dijadikan sarana untuk mengendalikan perkembangan nyamuk pemicu demam berdarah dan zika tersebut. Hasil ini bisa dijadikan metode baru untuk pengendalian nyamuk pembawa penyakit dan melindungi manusia.

Oleh M ZAID WAHYUDI

Sumber: Kompas, 4 April 2019

Informasi terkait

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB

Artikel

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:30 WIB