Moratorium Sawit, Sistem Monitoring Terbuka Diperlukan

- Editor

Senin, 29 Januari 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebijakan menghentikan sementara perizinan sawit yang sedang dikerjakan pemerintah agar dilengkapi dengan perangkat pemantauan. Sistem pengawasan dan pemantauan berbasis peta digital yang bisa diakses publik ini agar ditambahkan dalam rancangan instruksi presiden terkait moratorium sawit.

Kebijakan moratorium yang masih berjalan, yaitu penundaan izin baru kehutanan di areal hutan alam primer dan gambut, minim partisipasi publik. Setiap enam bulan sekali, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hanya menerbitkan Peta Indikatif Penundaan Penerbitan Izin Baru yang tak ramah bagi pengguna awam.

”Moratorium atau time out dalam pertandingan ini perlu dimanfaatkan untuk menata yang masih kurang, berkonsolidasi, dan meninjau ulang. Perlu tools untuk memastikan hal itu dilakukan,” kata Manajer Program Minyak Kelapa Sawit The Nature Conservancy (TNC) M Windrawan Inantha, Jumat (26/1), di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mencontohkan daerah dampingan TNC, Provinsi Kalimantan Timur yang telah memiliki web site (situs) data geospasial yang dibuka bagi publik (http://geospasial-perkebunan.kaltimprov.go.id/sigbun01/). Di situs ini, publik bisa mengakses izin usaha perkebunan, lokasi pabrik yang diterbitkan pemerintah daerah, dan peta fungsi hutan.

Situs itu juga dilengkapi aplikasi dalam Android yang berfungsi sebagai pemantauan oleh publik. Nanti, sistem ini memungkinkan untuk dikembangkan dalam payung besar pemanfaatan ruang dengan perizinan tambang.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN–Hamparan perkebunan kelapa sawit di kawasan Sei Kijang, Kabupaten Palalawan, Riau.

Penasihat Senior Menteri LHK Wahyudi Wardojo mengatakan, inpres sangat memungkinkan untuk memerintahkan menteri membangun perangkat ini. Misalnya, instruksi ini bisa diberikan bagi Menteri Pertanian.

Informasi perkebunan sawit
Terkait pendataan sawit, Kementerian Pertanian bersama Inovasi Bumi (Inobu) masih membangun informasi perkebunan sawit rakyat melalui Sipkebun. Data ratusan perkebunan komersial dengan luas jutaan hektar dari sejumlah kabupaten ini ditempatkan di dalam satu sistem di tingkat provinsi.

Secara terpisah, Ratri Kusumohartono, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, berharap Inpres Moratorium Sawit tidak hanya menyentuh kawasan hutan, tetapi juga area penggunaan lain (APL). Ini penting karena APL itu juga terkadang masih memiliki tutupan hutan yang bagus dan kawasan pangan. Hingga 2013, masih ada tutupan hutan dengan luas sekitar 37.000 hektar yang berada di dalam konsesi perkebunan sawit.

Dari sisi pangan, penelitian Litbang Kementan, kata Ratri, terjadi konversi sawah menjadi sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Dalam periode 2006-2014, konversi lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit di kabupaten itu mencapai 15.616 hektar. Perubahan itu awalnya terjadi seiring Program Satu Juta Hektar Lahan Sawit pada 2000. ”Areal kawasan pangan yang semakin berkurang menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan negara ini,” ujarnya.

Rancangan Inpres Moratorium Sawit disebut akan ditandatangani Presiden dalam waktu dekat. Selain bertujuan memperbaiki tata kelola perkebunan, moratorium juga diisi upaya peningkatan produktivitas kelapa sawit. (ICH)

Sumber: Kompas, 27 Januari 2018

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB