Mengenalkan Teknologi ke Pelosok Negeri

- Editor

Minggu, 16 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memberikan inspirasi merupakan salah satu cara yang ampuh untuk memotivasi siswa agar maju dan memiliki cita-cita. Oleh karena itu, siswa yang berada di wilayah terpencil Nusantara membutuhkan idola ataupun contoh yang bisa menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi apa pun.

Hal tersebut menjadi inti program Digital Homestay yang dilakukan relawan dari Indosat Ooredoo bekerja sama dengan pengajar dari Indonesia Mengajar. “Sebenarnya tujuan utama program Digital Homestay adalah memperkenalkan teknologi digital ke pelosok Indonesia,” kata Kepala Bidang Humas Indosat Ooredoo Deva Rachman, di Jakarta, Selasa (15/8).

Ia mengatakan, meskipun di wilayah-wilayah terpencil tersebut teknologi modern, seperti listrik, masih jarang, generasi muda tetap harus diberi tahu mengenai berbagai perkembangan yang ada. Minimal hal tersebut bisa membuka mata mereka akan berbagai kesempatan yang tersedia bagi mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam program Digital Homestay, sembilan relawan yang adalah pegawai Indosat Ooredoo dikirim ke lima wilayah, yaitu Kabupaten Aceh Utara, Pegunungan Bintang (Papua), Nunukan (Kalimantan Utara), Banggai (Sulawesi Tengah), dan Natuna (Kepulauan Riau). Mereka tinggal di desa-desa yang ditentukan mulai 29 Juli hingga 5 Agustus untuk mendampingi para pengajar dari Indonesia Mengajar.

Komitmen
Deva mengatakan, dari puluhan relawan yang mendaftar, pihaknya memilih sembilan orang sesuai dengan kriteria dan kebutuhan yang ditentukan oleh Indonesia Mengajar. Selain itu, seleksi juga dilakukan dengan melihat kinerja mereka di perusahaan. Alasannya karena perilaku kinerja mencerminkan komitmen mereka di dalam menjalankan tugas di desa yang ditentukan.

“Tugas utama di lapangan adalah memberikan inspirasi. Jadi (dengan demikian), siswa memiliki cita-cita selain profesi yang ada di sekitar mereka. Siswa juga melihat bahwa Indonesia negara yang luas dan mereka merupakan bagian penting dari perkembangannya,” ujar Andi Siswanto yang bertugas di Nunukan.

Ia menceritakan pengalamannya memutar video pendaratan astronot NASA di Bulan dengan menggunakan komputer pangkunya. Para siswa terenyak. Mereka baru menyadari bahwa cita-cita, pendidikan yang baik, dan akses akan memungkinkan mereka mencapai prestasi seperti itu.

Selain memberikan inspirasi, relawan juga membantu mengajar, antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, menari, musik, dan pendidikan agama.

Relawan lain, Fahri Bakhar, yang dikirim ke Aceh Utara, membawa perangkat kacamata realitas virtual. Di sana, anak-anak memainkan simulasi naik pesawat terbang dan naik kapal. (DNE)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 Agustus 2017, di halaman 4 dengan judul “Mengenalkan Teknologi ke Pelosok Negeri”.

Informasi terkait

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Berita ini 28 kali dibaca

Informasi terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB