Home / Berita / Mahasiswa ITS Berjaya di Romania

Mahasiswa ITS Berjaya di Romania

Dua mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Frankstein Arphan dan Tita Oxa Anggrea, menyabet gelar juara pertama di dua kategori dalam kompetisi Constantin Gh Popa Paper and Poster Contest yang digelar di Petroleum-Gas University of Ploiesti, Romania, Kamis-Minggu, 2-5 Mei 2019.

Dua gelar yang direbut dalam kategori Paper Competition dan Poster Competition itu membuat mereka berhasil menjadi juara umum dalam kompetisi tersebut.

Pekerja merampungkan pembangunan instalasi pompa pendorong tekanan air (booster) PAM Jaya Sunter, Jakarta Utara, Rabu (13/12). Pendorong ini nantinya akan memperkuat tekanan air dari pasokan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Aetra Pulogadung ke reservoir di instalasi tersebut guna memasok air bersih untuk Wisma Atlet Kemayoran menyambut even Asian Games 2018. Selain itu, pompa pendorong itu juga akan memasok air bersih ke Taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW) dan tujuh kelurahan di kawasan tersebut.
Kompas/Riza Fathoni (RZF)- 13-12-2017

KOMPAS/RIZA FATHONI–Pekerja merampungkan pembangunan instalasi pompa pendorong tekanan air (booster) PAM Jaya Sunter, Jakarta Utara, Rabu (13/12/2017). Pendorong ini akan memperkuat tekanan air dari pasokan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Aetra Pulogadung ke reservoir di instalasi tersebut guna memasok air bersih untuk Wisma Atlet Kemayoran menyambut Asian Games 2018. Selain itu, pompa pendorong itu juga akan memasok air bersih ke Taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW) dan tujuh kelurahan di kawasan tersebut.

Membawakan penelitian tentang potensi reservoir atau wadah terakumulasinya minyak dan gas bumi, keduanya mampu mengalahkan sekitar 70 peserta lain dari 15 negara. Peserta yang mengikuti kompetisi tersebut bahkan mayoritas merupakan mahasiswa S-2 dan S-3, berbeda dengan kontingen dari ITS yang merupakan mahasiswa S-1.

Dalam penelitian dan metode yang kami lakukan, kami mampu mendeteksi potensi minyak dan gas bumi hingga lapisan tipis tersebut.

Ocha, sapaan Tita, mengatakan, penelitian tersebut berawal dari kegelisahan mengenai tingginya kebutuhan minyak dan gas bumi, tetapi jumlahnya terbatas. Oleh sebab itu, mereka membuat penelitian untuk memanfaatkan potensi reservoir agar bisa meningkatkan hasil minyak dan gas bumi lebih banyak.

Menurut Ocha, pada suatu reservoir terdapat lapisan tipis 0,5 feet (ft) yang cenderung diabaikan karena tidak terdeteksi. ”Dalam penelitian dan metode yang kami lakukan, kami mampu mendeteksi potensi minyak dan gas bumi hingga lapisan tipis tersebut,” ujar Ocha, Selasa (14/5/2019) di Surabaya.

Ketika potensi itu terdeteksi, minyak dan gas bumi bisa dimaksimalkan. Keuntungan yang didapat dari perusahaan pemilik reservoir pun akan meningkat karena pasokan minyak dan gas bumi bisa ditingkatkan.

HUMAS ITS–Tita Oxa Anggrea dan Frankstein Arphan

Frankstein menambahkan, reservoir tipis 0,5 ft cenderung tidak dapat direkam oleh alat logging atau alat rekam data sumur konvensional. Oleh karena itu, keduanya membuat ide untuk mengoptimasi lapisan tersebut menggunakan rekalkulasi serta inversi Monte Carlo.

”Ada algoritma khusus yang dapat mendeteksi lapisan tersebut sehingga memberi tambahan keuntungan yang sebelumnya diabaikan,” katanya.–IQBAL BASYARI

Editor AGNES PANDIA

Sumber: Kompas, 14 Mei 2019

Share
x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: